
"Kejar target sekarang juga"
Terdengar suara edgard memecah hutan.
Setelah Zehra Mendengar suara Edgard yang memenuhi hutan belantara, tiba-tiba seseorang melesat kan sebuah anak panah ke arah dirinya, Zehra secepat kilat melesat turun menggunakan akar pohon, melaju Turun bak atlet profesional.
Secepat kilat Zehra mulai melangkah lari dan menjauh dari posisinya semula, dia fikir pohon bukan lagi tempat yang cocok untuk dirinya menghancurkan lawan.
Zehra terus menerobos masuk ke arah hutan belantara menuju ke satu titik lokasi yang dia yakini tepat untuk merobohkan lawan.
Di satu sisi 2 lawan mengejar Zehra,sedangkan Edgard terus melaju untuk menghancurkan lawan lainnya.
2 Anggota Edgard terus melesat masuk semakin dalam ke belakang, menyusuri hutan belantara untuk mengejar langkah guna menemukan Zehra.
Edgard Tampak menaikkan ujung bibirnya saat bola mata nya menangkap satu sosok orang yang berlari dengan cepat ke arah belakang dari sisi kanan nya, secepat kilat Edgard melesat seperti angin mengejar langkah orang tersebut sambil dia mengeluarkan busur panah serta arrow milik nya.
Dengan gerakan berlari dia mulai menarik busur panah nya, pandangan bola matanya begitu penuh konsentrasi dan.
Ssrrttttttt
plasshhhhhhhh
Crattttttttttttttt
Brakkk
1 tumbang.
Edgard terus berlari ke arah depan nya, dengan langkah cepat, cekatan dan begitu lincah langsung melesat naik ke arah atas pohon tanpa jeda.
Seketika Edgard Berhenti ketika dia berada di puncak pohon paling tertinggi, bola matanya menatap tajam ke seluruh penjuru arah.
Edgard kembali menaikkan ujung bibirnya saat melihat sang lawan bergerak menuju ke sisi puncak menara mahkota berlian nya.
Secepat kilat laki-laki itu meraih Arrow nya, menempatkan didalam busur nya kemudian mulai menarik anak panah tersebut tanpa banyak bicara.
Dan dalam hitungan detik dia melesat kan panah nya.
Ssrrttttttt
tapi siapa sangka dari arah lain seseorang melesat kan anak panah nya hingga menembus panah Edgard tanpa ampun.
Laki-laki itu membukakan bola mata nya, cukup terkejut dan marah, mencoba mencari asal lawannya tapi bola mata nya sama sekali tidak bisa melihat siapa lawan yang menyerang dirinya.
Saat dia gagal melakukan tembakan anak panahnya, sang musuh dengan cepat melihat, menarik anak panahnya dan mencoba menembak Edgard tanpa ampun.
Laki-laki itu secepat kilat melesat turun tanpa basa-basi, menghindari tembakan mendadak tersebut dengan perasaan marah.
Shi..t.
Umpat Edgard kesal.
Laki-laki itu melesat terus masuk menuju ke dalam hutan.
Disisi lain 2 orang yang mengejar zehra terus berusaha mencari sosok sang calon Queen mafia tersebut, tapi semakin jauh mereka melangkah, semakin mereka kehilangan zehra.
Seketika mereka mencoba untuk memisahkan diri, mencari Zehra yang siapa tahu pergi ke arah berlawanan, namun rupanya perempuan itu tidak ada dan tidak terlihat sama sekali.
"Bagaimana?"
Salah satu bertanya sambil matanya terus awas menatap disekeliling mereka.
Sejenak mereka menarik Arrow mereka yang ada di belakang punggung mereka masing-masing, mencoba memasang anak panah kedalam busur nya lantas dengan langkah perlahan kembali memisahkan diri dan terus mencari.
Saat salah satu laki-laki bergerak secara perlahan ke aran salah satu pohon besar, dia mencoba untuk tidak mengeluarkan suara nya, bergerak maju untuk mengintip bagian di balik pohon.
Tapi siapa sangka, dibelakang nya Zehry dengan tubuh yang penuh dengan lumpur mulai bergerak perlahan dari arah posisi tiarap secara perlahan mulai berdiri sedikit demi sedikit, memegang sebilah belati hingga kemudian tiba-tiba tubuh orang tersebut secara perlahan berada tepat di belakang laki-laki itu, salah satu tangannya meraih leher laki-laki itu dan satu tangan nya lagi menutup mulut laki-laki itu dengan gerakan cepat.
Sang teman yang tidak sengaja mendengar sebuah pekikan yang tertahan, dengan cepat bergerak ke arah dimana posisi temannya tadi berada, di kala laki-laki itu mengerutkan keningnya saat menghadap ke arah depan, seketika zehra menyerangnya, menarik kasar tubuhnya hingga terhempas ke tanah.
Brakkkk
Sepersekian detik kemudian lagi-lagi pisau belati itu berada tepat di leher laki-laki itu tanpa basa-basi.