
Masih di masa kemarin.
Debora tampak diam menatap doktor John dan Elan secara bergantian, permintaan kedua orang ini terasa begitu sulit untuk dirinya.
Dia jelas bukan type membujuk ulung, tapi semua orang seolah-olah membuat nya tidak memiliki pilihan.
"Cari cara menemukan putri penerus Cullen,aku tahu Arash pasti menolah pernikahan dengan Anta, bagi Arash mereka jelas memiliki karakter yang sangat berbeda, Pastikan Arash membawa putri kedua Cullen kembali dan biarkan dia menikahinya bagaimana pun caranya'
Doktor john bicara pelan ke arah Debora dengan nada bersungguh-sungguh menata bola mata gadis itu begitu dalam.
Debora tampak terdiam, masih mencoba menetralisir pemikiran nya saat ini.
Dia tahu betul bagaimana karakter Arash, laki-laki itu jelas tidak suka terikat pada perempuan,dunia gelapnya jelas begitu menarik, saat dia menginginkan seorang perempuan, dia bebas memilih dengan sesuka hatinya. Bagi Arash perempuan hanya akan mempersulit langkah kerja nya.
"Apa kamu yakin Arash mau menikahi putri ke dua Cullen? bagaimana jika dia juga tidak tertarik?"
Debora jelas menaikkan ujung alisnya.
Tiba-tiba Seine muncul dari arah balik pintu samping, berjalan mendekati Debora sambil menyerahkan beberapa lembar berkas dan foto.
"Aku meminta orang-orang mencari informasi soal gadis ini termasuk meminta Leo ikut mencari tahu"
Ucap Seine cepat.
Debora memperhatikan dengan baik foto gadis yang ada di tangannya itu.
"Bukankah dia cantik? benar-benar masuk kategori Arash!"
Tambah Seine lagi.
"Arash tidak akan menolak menikahi dia ketika kamu berhasil membujuknya, cukup katakan padanya dengan menikahi Zehra maka dia akan terhindar dari menikahi Anta, aku jamin dari pada memilih Anta dia pasti lebih tertarik untuk menikahi Zehra"
Debora masih tampak berfikir.
"Ini untuk semua orang didalam Cullen, aku mohon"
Elan bicara sambil menatap dalam wajah Debora.
"Untuk Aida, untuk masa depan yang kadangkala tidak lagi pernah terlihat terang benderang, untuk Zaffa yang memang sudah pantas mendapatkan kebahagiaan nya"
Sejenak Debora menarik nafasnya pelan,dia menatap dalam wajah Elan dan doktor John Secara bergantian kemudian menatap Seine yang berharap begitu banyak soal semua ini.
Dibalik semua orang, Debora jelas memikirkan Arash dan Seine,dia ingin kedua orang itu sama-sama bahagia.
Seine untuk Anta, Arash untuk Zehra.
"Baiklah"
Debora menjawab pelan.
Realita nya saat itu demi menghindari pernikahan antara semua orang, mereka jelas berharap Seine yang akan menggenggam tangan Anta, tapi rupanya kadang harapan tidak lah sesuai dengan rencana.
Satu hari Zaffa meminta untuk bisa bertemu dengan Seine, bicara empat mata untuk membahas sesuatu, dan realita nya Zaffa meminta Seine untuk menjauhi Anta demi Enardo.
"Aku mohon, pergilah dari kehidupan Anta Seine, dibanding bersama kamu, Anta lebih bahagia bersama Enardo"
"Kamu tidak lihat bagaimana bahagia nya Anta tiap kali melihat wajah laki-laki itu? bola matanya jelas menggambarkan perasaan cinta yang begitu besar, kamu lihat bagaimana Enardo menatap Anta? Bagaikan pungguk merindukan bulan, dia tahu menginginkan Anta sama saja seperti Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau mustahil untuk digapai atau diraihnya".
"Aku tidak pernah memohon pada kamu selama ini, anggaplah kali ini aku memohon dengan sungguh-sungguh untuk pertama kalinya, aku mohon menjauh lah dari kehidupan Anta"
Seketika Seine terdiam, laki-laki itu hanya bisa menelan Saliva.