
Masih di masa lalu
1 tahun setelah pertemuan di barak bawah tanah.
Derap langkah kaki terdengar memecah kegelapan malam, beberapa orang terlihat berlarian dengan cepat kearah pintu belakang di mana salah satu dari mereka terlihat berlarian dangan kesusahan sembari membawa satu bungkusan di dalam pelukan nya.
Di dalam bungkusan tersebut yang dipeluk dengan erat oleh sosok perempuan cantik itu adalah sosok bayi mungil yang tidak berdosa, meskipun keadaan tidak baik-baik saja bayi itu seolah-olah cukup tahu diri dengan keadaan, dia memilih tidak menangis sama sekali meskipun dibawa berlari kesana-kemari sejak tadi.
Disisi kiri dan kanan Perempuan tersebut terlihat dua sosok orang dimana di sisi kanan nya terdapat seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan lebih yang bola matanya terlihat awas menjaga langkah diiringi raut wajah penuh ke khawatiran disana sedangkan di sisi kirinya terdapat seorang laki-laki muda berusia sekitar 28 tahunan yang menggenggam senjata dengan erat dikedua tangan nya, menatap waspada di sekitar mereka.
Kini laki-laki tersebut bergerak cepat menuju kearah depan, memastikan jika belum ada sesiapapun yang mengganggu jalan nona nya saat ini.
Meskipun tidak dipungkiri bahwa akan ada gangguan besar tidak lama lagi, sang perempuan ular pasti akan datang untuk mengacaukan segalanya atau bahkan mencelakai nona muda mereka.
Ilse Kock julukan terbaik untuk perempuan mengerikan tersebut, yang selalu menaruh sifat iri dan dengki atas nona mereka.
Nama itu di sematkan karena perempuan tersebut memang persis seperti Ilse Kock, nama Ilse Kock sendiri merupakan seorang perempuan yang mendapat julukan si bengis dari Buchenwald, sebuah kamp konsentrasi milik Partai Nazi sebuah kamp konsentrasi yang terletak di Kota Weimar, Jerman di masa kepemimpinan Adolf Hitler.
Ilse Kock bukanlah siapa-siapa, dia beruntung bersuamikan Karl Koch komandan di kamp itu hingga dia bisa bebas bergerak dan memerintah sesuka hati. Salah satu kesadisannya yakni menguliti para tahanan mempunyai gambar rajah di tubuhnya lalu membuat berbagai macam benda dari kulit itu seperti sampul dan pembatas buku.
Ilse juga sering memerintahkan tahanan untuk memuaskannya, bahkan memperkosa satu sama lain. Dia dan suaminya tertangkap oleh tentara Inggris pada 1943, namun dia dapat melarikan diri. Dua dekade pelariannya, akhirnya Ilse mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadi sendiri.
dan perempuan tersebut persis seperti Ilse Kock.
Percayalah perempuan tersebut selalu mencari cara untuk menghancurkan nona mereka, ingin menguliti nya, menyingkir nona mereka secepat nya dari pelukan sang tuan jenderal besar dan menggeser posisi istimewa tersebut agar dia yang bisa menjadi sang istri kesayangan dari laki-laki sebuas Nazi tersebut.
"Lari lah secepat nya"
Laki-laki dihadapan Perempuan tersebut pada akhirnya berhenti di sebuah pintu keluar dibelakang bangunan ber arsitektur kan bauhas Jerman, bola mata awas laki-laki tersebut memperhatikan apa yang ada di sekitar nya.
Setelah memastikan semua aman dan baik-baik saja, pada akhirnya laki-laki tersebut membiarkan sang nona muda nya pergi kebelakang, mendekati sebuah mobil Mercedes Benz 770 dimana mobil-mobil model tersebut hanya di gunakan sekelas pemimpin Adolf Hitler pada masa itu.
Perempuan tersebut bergerak kedepan, naik ke atas mobil tersebut dengan gerakan cepat lantas meletakkan bayi mungil yang ada di pelukan nya ke dalam keranjang bayi dan meletakkan nya tepat disamping duduk kemudi mobil tersebut.
"Nona..."
Wanita berusia 40 tahunan tersebut bicara sambil menggelengkan kepalanya, dia menatap sang nona muda nya sambil meneteskan air matanya.
Sejujurnya firasat didalam hati wanita tersebut berkata semua tidak baik-baik saja, tapi dia berusaha untuk tidak berpikiran buruk saat ini.
"Pergilah nona, mereka telah bergerak kemari"
Ucap laki-laki muda tersebut cepat, bisa mereka dengar derap suara langkah kaki dengan sepatu bertapak besi saling bersahut-sahutan di ujung sana terus mendekat mereka.
Tanpa berpikir dua tiga kali perempuan muda tersebut langsung menginjak gas mobil tersebut dengan gerakan cepat, melajukan mobilnya dimana di ujung sana mulai terlihat bayang-bayang orang-orang yang berusaha mengejar langkah nya, sedangkan kedua orang tadi bergerak cepat menipu langkah.
Bisa dilihat setelah mobil antik dan mahal tersebut bergerak menjauh, sekelompok orang telah sampai di sana.
"Kurang ajar"
Umpat seseorang di antara kerumunan manusia berpakaian serdadu.
"Cari dan dapatkan dia dalam keadaan hidup atau mati, pastikan bayi nya tiba di tangan ku sebelum waktu pagi tiba"
Suara seorang perempuan memecah keadaan.
******
Beberapa jam setelah nya
Masih di masa lalu
1 tahun setelah pertemuan di barak bawah tanah
Disebuah tepian jurang pinggiran sungai besar penghubung negara dibawah gelap nya langit malam, perempuan cantik tersebut menggenggam erat bayi ditangan nya sembari dia berdiri di ambang tepian kematian pinggir jurang tersebut.
Seorang laki-laki tampan dengan wajah bengis dan memiliki karisma yang luar biasa, dengan Raut mukanya maskulin sedikit jenggot dan kumis yang menambah kejantanan dia. Tubuhnya proporsional dengan tinggi dan berat seimbang.
Namun bukan hanya wajah yang menambah pesona laki-laki tersebut melainkan ketegasan serta cara kerja kepemimpinan nya yang membuat banyak perempuan berharap bisa mendapatkan laki-laki tersebut.
Dan orang-orang akan berkata hanya perempuan beruntung yang bisa dipilih oleh laki-laki tersebut.
Tapi realitanya perempuan cantik dihadapan laki-laki tersebut sama sekali tidak merasa beruntung karena menjadi perempuan pilihan laki-laki itu.
Dia harus kehilangan semuanya selama bersama laki-laki tersebut hingga kini, bahkan dia kehilangan ayah dan ibu nya juga seringkali nyaris kehilangan nyawanya serta pernah kehilangan penglihatan nya untuk beberapa waktu karena bagi perempuan tersebut laki-laki itu hanya menginginkan tubuh nya bukan hati nya.
Laki-laki tersebut lebih percaya pada perempuan ular Ilse Kock dan ibu nya ketimbang diri nya, dan dia benar-benar berada dilingkungan setan dan neraka paling mematikan selama hidup nya.
"Kemarilah, jangan lakukan itu Adeline"
Laki-laki kharismatik tersebut bicara sembari dia berusaha mengulurkan telapak tangan kanan nya.
"Maafkan aku, aku baru tahu dia membohongi ku"
Raut penuh penyesalan terlihat dari balik wajah laki-laki tersebut, dia berusaha meraih tubuh perempuan dihadapan nya tersebut dan bayi milik nya itu, tapi alih-alih membalas uluran tangan laki-laki tersebut, Perempuan itu berkata.
"Semua sudah terlambat, Dan T"
Ucap nya pelan sambil mempererat pelukannya pada bayi ditangan nya tersebut, bisa di dengar tangisan bayi itu memecah kesunyian malam.
di sisi kiri dan kanan serta belakang laki-laki tersebut terlihat beberapa orang serdadu yang terus ber siaga namun takut melangkah untuk mendekati perempuan itu, mereka mencoba untuk menunggu perintah selanjutnya dari laki-laki dihadapan mereka itu yang tidak lain dengan jenderal mereka.
"Tidak, aku akan memperbaiki semua nya, kita akan mencari tempat tinggal yang berbeda juga akan mengabaikan semua orang, hanya ada kehidupan kita, aku, kamu dan putra kita"
laki-laki tersebut terus bicara sembari berusaha untuk membujuk perempuan cantik di hadapannya tersebut, kegusaran serta kekhawatiran yang besar menghantam dirinya, dia takut ini akan menjadi kegagalan pertamanya untuk dirinya dalam meyakinkan sang istri.
Sebab dia telah terlalu banyak mengecewakan perempuan dihadapan itu sebelum nya hingga akhirnya hari ini baru dia menyadari betapa berharganya sosok perempuan itu selama ini.
"Maafkan aku"
Ucapnya pelan sembari Mencoba memajukan langkah nya.
perempuan bernama Adelin tersebut memundurkan langkahnya secara perlahan, dia menggelengkan kepalanya Sembari terus memeluk erat bayi yang ada di tangan nya.
"Kita tidak mungkin lagi bersama jenderal"
Suara perempuan tersebut terdengar sedikit Lirih namun laki-laki yang dia panggil jenderal jelas bisa mendengar nya dengan baik.
"Aku memaafkan semua Kesalahan yang kamu lakukan pada ku, tapi aku tidak bisa memaafkan atas kematian ayah dan ibu ku"
Lanjut nya lagi dengan bola mata berbinar-binar.
"Sakit nya kehilangan orang yang dicintai oleh orang yang di cintai akan membunuh sedikit demi sedikit perasaan mu, kau tidak akan tahu karena tidak merasakan nya, tapi setiap kali melihat wajah mu aku pasti akan mengingat ayah dan ibu ku, bahkan aku akan mengingat bagaimana kamu menghabisi nyawa Cinta pertama ku"
Kali ini Perempuan tersebut mencoba mengembangkan senyumannya.
"Aku tidak lagi merasakan perasaan yang sama selama bersama kamu, perasaan ku telah mati ketika kamu melepaskan genggaman tangan mu hari itu, bahkan ketika perintah keluar untuk membantai sisa keluarga ku karena kamu lebih mendengar kan Ucapan kedua perempuan itu aku yakin Sejak awal kita memang tidak lagi harus bersama"
"No .. aku benar-benar tidak tahu jika mereka membohongi aku, maafkan aku, mari bicara dengan tenang, berikan tangan mu Adeline, setelah itu kamu bebas menyalahkan aku bahkan boleh membunuh aku sekalipun"
Laki-laki tersebut berusaha untuk terus membujuk Adeline, tapi alih-alih mendengar kan Adelina malah berkata.
"Aku sudah bilang bukan? kita tidak mungkin lagi bersama, aku telah lama membenci mu dan T, bahkan hingga hari ini sudah tidak ada lagi nama kamu didalam hati ku"
Setelah berkata begitu Perempuan tersebut kembali memundurkan langkah kakinya.
"Adeline..."
Laki-laki tersebut tercekat.
"Tidakkah kau merasakan nya dan menyadari nya? sejak awal aku memang tidak pernah mencintai kamu, pernikahan kita hanya sebuah keterpaksaan, kamu memilih Ku hanya karena kebetulan dimana takdir mempertemukan kita dengan cara yang kejam, selanjutnya kau lah yang memaksa aku untuk mendampingi kamu, dan seiringnya waktu kamu semakin membuat ku muak dengan kelakuan mu"
"Aku sejak awal mencintai orang lain, tapi kamu yang memaksakan diri agar aku mencintai kamu, semua perasaan yang tertuang hanya sebuah kebohongan, kau dengar obsesi mu dan aku dengan keterpaksaan ku Dan T"
mendengar ucapan perempuan tersebut laki-laki itu terdiam, dia mencoba menetralisir perasaan nya saat mendengar baris demi baris kata perempuan itu.
"Kau salah, aku mencintai kamu, aku tidak pernah menganggap cinta yang aku persembahkan adalah obsesi semata, aku mohon mari berikan tangan mu, Berikan Chaddrick pada ku, tidak kah kamu mendengar dia menangis? jangan lakukan ini pada nya, dia masih sangat membutuhkan aku"
Saat laki-laki dihadapan nya berkata begitu, Perempuan tersebut terlihat diam, dia berpikir sejenak kemudian secara perlahan dia mencoba mengalah, memberikan bayi ditangan nya tersebut secara perlahan.
Seolah-olah mendapatkan angin segar dan laki-laki tersebut pikir kemungkinan Adeline mau mengalah, dia menerima bayi mereka secara perlahan.
Tapi siapa sangka sepersekian detik kemudian satu hal tidak terduga terjadi, Adeline secepat kilat berbalik dan.....
Perempuan itu melesat turun ke bawah dan menerjunkan tubuh nya ke dalam jurang dihadapan semua orang hingga terjun bebas ke arah sungai besar dengan kedalaman yang sulit untuk dijabarkan.
"No.... Adeline....."
Teriakan laki-laki tersebut seketika memecah keheningan malam, kepanikan dan keadaan kacau balau langsung pecah tanpa bisa dikendalikan.
******
ELEGI KESEDIHAN DARI SURGA
Gitar dipetik lantunan menyayat
Suara tenor beradu dingin malam
Senyap menusuk
Tiap chord nada bermakna
Tak ada sia-sia
Sebuah pesan terselip denting piano
“Dengarlah….resapi”
Mereka mendendangkan nyanyian pilu
Menyayat hati luka
Tuhan menciptakan itu dari surga
Diturunkan di bumi ke tangan Beethoven
Apakah kita ini pemuja kesedihan?
Bukan, kita adalah budak kesedihan
Keindahan itu ada didalamnya
Terus mengalir bak sungai gangga
Membasuh dosa-dosa ini
Sadar atau tidak bahwa
Kita dipertemukan oleh kesedihan itu
(By Ferry Fansuri).