King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 27 A & A



Disisi lain


Masih di gedung besar kenegaraan.


Ilse Kock terlihat bergerak dengan terburu-buru turun dari dalam mobilnya, perasaan kesal menghantam dirinya saat ini, bisa dilihat bagaimana ekspresi wajah perempuan tersebut karena ini, seolah-olah tidak ada yang baik untuk membuat dia tersenyum dengan keadaan.


selain gosip yang berkata jika Adeline ada di kediaman Adalrick, satu kemarahan menghantam dirinya saat ini di mana dia tahu Adalrich menarik kembali rencana pernikahan mereka.


"Apa kau bercanda?"


itu yang diucapkannya dengan suara meninggi ketika di kediamannya tadi pagi, seolah-olah berita pembatalan pernikahan mereka menjadi momok yang paling menjijikan dan memalukan untuk dirinya, dia pikir bagaimana mungkin laki-laki itu bisa melakukan semua hal tersebut tanpa berunding terlebih dahulu bahkan tanpa bicara dengannya lebih dulu.


"Aku ingin bicara dengan Adalrich, sambungkan panggilan ku dengan nya"


dan bayangkan ketika dia memerintah kan hal tersebut kepada salah satu ajudannya, yang jawab oleh laki-laki dihadapannya itu adalah,


"Tuan Adalrich sedang pergi keluar, ada beberapa urusan yang harus di selesaikan hari ini"


bayangkan bagaimana perasaan Ilse Kock.


"Brengsek"


di tengah kemarahannya saat ini dia mendengar kabar di dalam pesta pertunangan antara Putri halogen dan Fervita jika laki-laki tersebut akan datang kesana malam ini, namun yang membuat dia semakin berang dan marah adalah laki-laki itu pergi tanpa membawa dirinya.


"Bisa-bisanya dia..."


Ilse Kock kembali mengeram.


dulu selama 4 tahun penuh setelah kematian Adeline laki-laki tersebut selalu membawa dirinya ke sana kemari, bahkan laki-laki tersebut suka tidak suka selalu memenuhi perintah ibunya dan membawa dirinya dalam setiap kegiatan ataupun dalam setiap pesta yang diadakan di dalam istana.


namun anehnya satu tahun belakangan laki-laki tersebut mulai berubah, alasan yang paling sering digunakan oleh Adalrich adalah jika laki-laki tersebut tengah sibuk didalam tugasnya.


Meskipun apa alasan yang diberikan oleh Adalrich benar adanya dan cukup masuk akal dimana kesibukan belakangan menghantam laki-laki tersebut, dia pada akhirnya mencoba untuk memaklumi.


karena tahun ini lagi-lagi tahun ini akan menjadi tahun menuju ke tahun berikutnya dalam pemilihan terbaru untuk penentuan presiden di periode terbaru, maka tidak heran ordering akan terus berada di samping presiden untuk menjamin keselamatannya serta bergerak dengan cepat untuk mengatur semua Anggota parlemen yang akan melangsungkan pemilihan.


namun kali ini desa-desus yang beredar membuat Ilse Kock tidak bisa lagi mentolerir keadaan, ditambah dengan kabar terbaru yang mengatakan jika Adalrich kembali membawa perempuan yang mirip dengan Adeline masuk ke kediaman laki-laki tersebut.


Dan kabar berikut nya kemarin yang membuat dia mengeram dan marah adalah ketika bawahan nya berkata jika Adalrich telah bergerak menyatakan pembatalan atas pernikahan mereka.


Ilse Kock memejamkan bola matanya.


Adeline dan pembatalan pernikahan.


dia tidak tahu namun tiap kali dia harus mendengar nama Adeline disebutkan dia benar-benar merasa jijik saat ini.


sejak awal pertemuan mereka di masa lalu sosok tersebut benar-benar menjadi satu-satunya batu halangan untuk hubungan dirinya dan Adalrich.


dia selalu berpikir bagaimana jika perempuan tersebut mati dengan cara yang mengenaskan dan dibenci oleh Adalrich secara habis-habisan.


namun kini lagi-lagi dia harus mendengar nama tersebut atau bahkan bisa jadi nanti dia akan kembali melihat wajah menjijikkan tersebut di dalam hidupnya.


Dan kini di balik apakah sosok itu adalah Adeline atau bukan, Ilse Kock pikir dia harus segera mencari tahu dan memastikan dengan mata kepalanya sendiri.


jika itu bukan Adeline maka dia berpikir bagaimana caranya untuk menyingkir kan perempuan tersebut, jika itu benar-benar Adeline maka Perempuan itu akan menjadi boom waktu untuk dirinya, dia harus menyusun strategi matang untuk menghancurkan perempuan tersebut secepat nya.


"Apa dia benar-benar akan pergi dengan perempuan itu? jika dia tidak membawa ku itu artinya dia akan membawa pelacur tersebut"


Ilse Kock berujar dengan kata-kata yang sangat kasar ke arah pelayannya, dia mengeratkan rahang nya sembari menggenggam erat telapak tangan nya.


"Jika memang Perempuan itu adalah Adeline, maka akan aku pastikan bagaimana malu nya dia malam ini di dalam Pesta pertunangan putra Halogen dan Fervita, aku akan memastikan jika malam ini akan jadi malam kematiannya"


ucap Perempuan tersebut sembari tajam ke arah depan, bola matanya kini menampilkan keliatan kemarahan yang begitu sempurna, dia mencoba untuk terus menggenggam erat telapak tangan.


dan kini malam ini di sinilah dia berada, begitu turun dari mobilnya perempuan tersebut terburu-buru langsung melesat masuk menuju ke arah pintu gedung utama.


diikuti oleh sang tangan kanannya perempuan tersebut yang telah menggunakan gaun indah dengan warna keemasan langsung bergerak masuk ke dalam gedung utama tersebut di mana kedua orang penjaga menundukkan kepala mereka dan menunggu Ilse Kock memberikan undangan kepada salah satu dari mereka.


dengan gerakan cepat perempuan tersebut menyerahkan sebuah undangan dari tangannya, begitu kedua penjaga tersebut memastikan jika dia adalah salah satu tamu di sana, mereka mempersilahkan Ilse Kock untuk segera masuk ke dalam.


sejenak Ilse Kock berdiri menatap kearah seluruh ruangan, bola mata nya terus menyusuri ruangan yang ada di hadapan tersebut, percayalah bola matanya kini tengah mencari seseorang di dalam sana di antara hampir ribuan tamu undangan yang datang dan bisa Ilse Kock pastikan ini akan sangat sulit sekali untuk dia lakukan.


Cukup lama dia melakukan hal tersebut, di mana bola matanya terus menyusuri ruangan tersebut dan menangkap beberapa sosok di tiap-tiap sudut ya mungkin sulit terjangkau, hingga akhirnya seketika bola matanya menangkap satu sosok yang membuat dia langsung membulatkan bola matanya.


Seketika Perempuan tersebut tercekat dan berusaha untuk menahan nafasnya selama beberapa waktu.


******


Kembali ke sisi lain


Di tengah Adeline berjalan menuju ke arah sisi barisan meja yang diisi lengkap dengan berbagai macam makanan, dimana dirinya saat ini sedang berusaha untuk mengambil salah satu gelas sampanye, tiba-tiba seseorang menabrak pundaknya secara kasar dari arah belakang.


perempuan tersebut jelas terkejut, dia langsung menoleh ke arah belakangnya dengan gerakan yang cukup refleks, sejenak Adeline mengerut kan Kening nya saat dia melihat siapa yang kini tengah berdiri di hadapannya.


"Kau rupa-rupanya benar-benar masih hidup, pelacur murahan?"


satu suara terdengar dari balik bibir orang yang ada di hadapannya saat ini.


ucapan perempuan tersebut seketika membuat Adeline langsung membulatkan bola matanya, perempuan tersebut seketika menautkan alisnya, dia mengeluarkan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan untuk saat ini.


"Maaf?"


Adeline bertanya sembari mencoba untuk memahami kembali ucapan dari perempuan dihadapan nya tersebut.


"Kau bilang apa?"


Lanjut nya lagi Sembari mencoba menahan jutaan perasaan dihatinya.