
"Aku ingin mengubah semua keadaan hingga 180° Arash, jadi biarkan aku tetap disini untuk menyelesaikan misi-misi nya hmm"
Ucap Zehra lagi sambil terus menyentuh wajah Arash.
Laki-laki itu jelas masih berada di ambang ke bimbangan.
"Tapi Zehra"
"Aku berjanji akan baik-baik saja, aku berjanji untuk tidak terluka, Arash"
Potong Zehra Cepat.
"Bukan seperti itu baby, ini akan berbahaya untuk kalian"
Arash bicara sambil menatap ke arah perut Zehra, menyentuh lembut perut Zehra untuk beberapa waktu, lantas laki-laki itu secara perlahan mencium lembut perut Zehra.
Sejenak zehra terdiam, seulas senyuman mengembang manis dari balik bibir Zehra, dia menikmati perlakuan Arash yang begitu lembut dan hangat kepada dirinya.
"Dia akan tumbuh menjadi anak yang kuat dan hebat"
Ucap Zehra sambil mengelus lembut rambut Arash.
Laki-laki itu mensejajarkan diri nya kembali ke arah Zehra.
"Aku khawatir dengan keselamatan kalian hmm"
Laki-laki itu terus bicara sambil menggelengkan pelan kepalanya.
"Semua pasti baik-baik saja"
Zehra berusaha untuk menyakinkan sang suami.
"Aku tidak bergerak didepan, akan ada orang-orang yang berdiri di garda terdepan hmm"
Yah akan ada banyak orang yang telah Zehra kumpul kan untuk menyelesaikan misi ini, Leo, kak Debora, Aida telah melakukan semua tugas-tugas yang Zehra berikan, Zehra yakin apapun itu pasti telah berhasil terkumpulkan dengan sempurna dalam beberapa waktu ini.
Arash kembali menghela pelan nafasnya.
"Baiklah, tapi dengan syarat aku yang akan turun tangan untuk menyelesaikan sisa nya, kamu cukup menyusun strategi dan se....."
Belum sempat Arash menyelesaikan semua ucapan nya, tiba-tiba Zehra menyambar Arash, kedua tangan nya masuk dan melingkar di leher laki-laki itu, sedangkan bibir mereka mulai bertaut sempurna.
"Sayang"
Arash berbisik pelan saat Zehra melepas kan tautan mereka, dengan jutaan kegembiraan Zehra berkata.
Ucap Zehra lantas kembali dengan cepat menautkan bibir mereka.
Arash sejenak terdiam, dia fikir sebegitu sederhana dan mudah nya seorang perempuan merasa bahagia ketika seorang laki-laki berkata baiklah, bahkan bisa membuat seorang perempuan bisa mengeluarkan kata-kata keramat yang berarti betapa dia mencintai pasangan nya.
Arash menaikkan ujung bibirnya, lantas saat Zehra melepas kan tautan bibir mereka, Arash berbisik dengan nakal.
"Mau menghabiskan malam ini dengan penuh kerinduan hmm"
Tanya Arash sambil menatap dalam bola mata Zehra.
Sang istri tampak berfikir.
"Berikan aku sebuah senyuman paling indah lebih dulu"
Pinta Zehra cepat.
"Ya ?"
Arash tampak bingung.
"Berikan aku sebuah senyuman yang indah"
Kali ini kalimat Zehra terdengar seperti sebuah rengekan yang begitu manja.
Arash seketika tertawa saat melihat ekspresi Zehra, dia baru tahu si lembut hatinya bisa bersikap semanja ini, sisi yang belum pernah dia lihat dari Zehra selama mereka menikah.
Arash fikir Mungkin karena dirinya yang terlihat begitu kaku selama ini, hingga menekan satu sisi Sifat manja Zehra yang akan di anggap Arash sebagai sifat kolokan dan kekanak-kanakan.
Padahal realita nya, Arash begitu menyukai nya.
Saat tawa itu terdengar begitu renyah, menampilkan keindahan dari balik wajah dingin dan rupawan itu, seketika membuat Zehra terpesona, dia baru tahu jika sang suami memang Benar-benar tampan ketika tertawa.
"Dia terlihat begitu tampan"
Ucap Zehra pelan sambil mencoba kembali menyentuh lembut wajah Arash.
Arash tampak mengembangkan senyuman nya.
"Itu terdengar seperti pujian"
Bisik Arash lembut, lantas tahu-tahu Arash mulai bergerak menautkan kembali bibirnya mereka, Arash berusaha terus mendalami tautan di bibir mereka untuk waktu yang begitu Lama.