
Mendengar satu suara memecah keadaan seketika membuat Adeline langsung menoleh ke arah asal suara tersebut.
sejenak bola mata Adeline menatap seorang laki-laki yang berdiri tidak jauh di bawah sana dirinya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.
kening perempuan tersebut langsung berkerut dengan sempurna,dia pikir dia sama sekali tidak mengenal sosok laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
Sayang?!.
Adeline jelas semakin mengerutkan keningnya.
kata-kata yang diucapkan laki-laki tersebut jelas membuat dia menjadi tidak nyaman dan gerah.
Adeline pikir apakah rata-rata laki-laki di negara ini memang tidak di ajarkan tata cara dan sopan santun saat bicara?!.
Bukankah terlalu pede untuk ukuran seorang laki-laki bicara di tengah khalayak ramai untuk menentang pernikahan seseorang dan berkata sayang kepada calon istri orang lain?!.
sejenak Adeline berpikir sebenarnya bagaimana dia di kehidupan masa lalu di mana dia belum kehilangan ingatannya, saat dia sadar ada tiga laki-laki Yang menuntutnya atas kata cinta dan pernikahan, seketika perempuan itu berpikir apakah dia sebajingan itu di masa lalu hingga mempermainkan 3 hati laki-laki sekaligus.
Aku pasti ingin cari mati.
Batin nya Sembari memejamkan sejenak bola mata nya.
Dia berharap segera sadar dari lupa ingatan nya atau bahkan kalau bisa dia pergi dari sini dan tenggelam ke dasar lautan yang paling dalam.
"Bukankah itu melanggar kode etika tuan George? aku rasa rata-rata semua orang tahu jika aku telah melamar putri tuan jauh lebih dulu"
Tiba-tiba saja suara laki-laki tersebut kembali memecah keadaan, dia bergerak secara perlahan mendekat ke arah panggung sembari melirik ke arah Adele untuk beberapa waktu lantas kembali menatap ke arah tuan George.
"Bahkan saat lamaran terjadi tidak ada penolakan sama sekali dari keluarga kepresidenan atau bahkan kata keberatan dari keluarga Ben Petra?"
Lanjut Laki-laki tersebut lagi dimana kini laki-laki itu telah tiba di atas panggung, dia menghadap kearah tuan George dengan bola mata yang menatap tajam ke arah laki-laki tua tersebut.
bisa dilihat bagaimana ekspresi laki-laki itu saat bicara ke arah tuan George, dia menampilkan ekspresi sedikit keberatan Dan tidak suka saat dia tahu laki-laki tua itu mengumumkan pernikahan Adalrich dan putri nya.
Baginya dulu jelas-jelas dia telah melamar Perempuan tersebut, tuan Petra jelas tidak menyatakan apa-apa, memilih bungkam tanpa suara, nyonya Alima jelas telah menerima lamaran yang dia ajukan di mana dia tahu wanita tersebut memang tidak pernah menyukai istri Adalrich.
yang orang-orang tahu Adalrich tidak pernah menikah dengan siapapun semasa dulu, bukan rahasia lagi jika selama ini laki-laki tersebut lebih suka mencari seorang gadis untuk mendampingi dirinya dan menjadi salah satu pemuasnya saja, ketika laki-laki tersebut merasa bosan dia bisa membuangnya sesuka hatinya.
di masa lalu Adalrich jelas menolak mentah-mentah perasaannya sendiri dan kehadiran Adeline, kalau itu Adalrick jelas-jelas telah membuang Adeline karena sosok Ilse Kock, dia menjadi satu-satunya laki-laki yang mengulurkan tangannya kepada Adeline dan berkata dia tidak peduli siapapun dan bagaimanapun masa lalu Adeline, yang dia pedulikan adalah dia begitu mencintai perempuan tersebut.
awal pertemuan mereka jelas di sebuah kamp penjara di mana ada yang menjadi salah satu tawanan perempuan dan gadis yang berkumpul menjadi satu pada malam itu.
dia adalah laki-laki pertama yang melihat kearah Adeline, kala itu dirinya pun langsung tertarik melihat gadis tersebut dan berpikir tidak akan melepas kan nya.
Ucapan Adeline dan sebuah kode yang diberikan nya membuat dirinya yakin sosok itu adalah gadis yang sejak awal memang seharusnya beralih ke tangan nya.
Namun rupanya siapa sangka, dari sekian banyak gadis dan perempuan yang berada di kamp penjara bawah tersebut, Adalrich juga tertarik pada sosok tersebut, dan tanpa diduga Adalrich memilih Adeline dan tidak ingin melepas kan nya.
Jangan ditanya bagaimana khawatirnya saat itu semua orang, bahkan dia berkali-kali menetap ke arah Adeline dengan pandangan penuh ke khawatiran, dia berharap gadis tersebut tidak benar-benar menjadi gadis pilihan sang penghancur jantung.
Sebab sejak awal rencana yang seharusnya mereka susun jelas bukan seperti itu, realita nya terkadang apa yang terjadi benar-benar di luar rencana dan prediksi, tidak ada yang menyangka jika seorang Adalrich akan memilih Adeline bahkan menjadikan gadis tersebut Perempuan seutuhnya, Menikahi nya bahkan berakhir jatuh cinta.
"Ambil dia untuk meraih kebebasan nya"
Itu adalah satu pesan dan satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali Adeline dan menjauhkannya dari Adalrich.
Laki-laki tersebut pikir, jika dia gagal membatalkan pernikahan kedua orang tersebut maka mereka jelas akan kehilangan rencana B, semua yang mereka susun dan mereka tata dengan rapi jelas akan kembali hancur seperti dimasa lalu.
"Itu terjadi pada 5 tahun yang lalu, aku pikir perjanjian di masa lalu 5 tahun yang lalu jelas sudah tidak berlaku lagi, tuan Dalmiro"
Tuan George menjawab dengan cepat ucapan laki-laki yang ternyata adalah Dalmiro.
mendengar ucapan tuan George jelas saja membuat Dalmiro langsung mengeluarkan ekspresi marahnya.
Dia mengeratkan rahang nya dengan sempurna.
"5 tahun yang lalu terdengar terlalu tua dan lama seolah-olah itu adalah perjanjian lama yang tidak boleh lagi dibahas pada masa kini"
"Tapi..."
Sejenak dia melirik kearah Adeline.
"seharusnya anda bertanya pada Putri anda apakah dia akan kembali menyusun pernikahan atas lamaran yang sempat tertunda 5 tahun yang lalu atau dia berkeinginan untuk membatalkan pernikahan kami?"
laki-laki tersebut terus bicara sembari menatap ke arah Adeline menunggu perempuan itu untuk menjawab pertanyaannya.
Adeline jelas saja sedikit tidak bergeming, dia menata ayahnya dan juga laki-laki bernama dalmiro tersebut secara bergantian, dia jelas merasa cukup bingung dan tidak tahu bagaimana caranya untuk memutuskan segala sesuatu yang ada saat ini.
tadi orang-orang berkata dia akan menikah dengan Adalrich, kini tiba-tiba ada sosok lain yang berkata dia seharusnya menikah dengan sosok tersebut.
bayangkan bagaimana rasa pening nya kepala Adeline saat ini.
"Anastasya?'
Dalmiro bertanya sembari menatap bola mata Adeline.
"Aku harap kamu tidak lupa dengan perjanjian di masa lalu diantara kita"
saat mendengar ucapan laki-laki itu Adeline sejenak berpikir untuk waktu yang begitu lama, dia menghela kasar nafasnya.
Dia sebenarnya ingin bicara dan menjawab namun Adalrich kemudian tiba-tiba muncul dan berkata.
"Jika Anastasya menyetujui pernikahan kalian, aku akan membatalkan pernikahan kami, kalian boleh melanjutkan perjanjian nya"
Adalrich bicara sembari menoleh kearah Adeline, kemudian dia membuang pandangannya, laki-laki tersebut kemudian melirik kearah Chaddrick kecil.
"Kemarilah son"
Adalrich menunggu Chaddrick melepas kan pelukan nya pada Adeline.
Melihat ayah nya yang bersiap untuk meraih diri nya agar masuk ke pelukan nya, Chaddrick kecil langsung kembali memeluk Adeline.
"Ibu...."
Dia kembali berbisik ke arah Adeline untuk beberapa waktu.
sejenak Adeline tidak bergeming mendengarkan ucapan dari bocah kecil tersebut untuk beberapa waktu, hingga akhirnya perempuan itu melirik ke arah Dalmiro kemudian dia melirik ke arah Adalrick.
Adeline kemudian melirik kearah ayah nya, dia menggengkan kepalanya secara perlahan kemudian berkata.
"Maafkan aku"
mendengar kata maaf yang dilontarkan oleh Adeline seketika membuat tuan George membeku.
Namun detik berikutnya ucapan Adeline cukup mengejutkan dirinya.
"Tapi aku pikir aku hanya akan menerima lamaran dari laki-laki yang hanya di setujui oleh ayah"
setelah berkata begitu bisa dilihat tuan George langsung mengembangkan senyuman nya.
Adalrich jelas terkejut, laki-laki itu seketika membeku, sedangkan Dalmiro jelas sudah tahu siapa yang akan di pilih oleh tuan George.
"Apa kamu telah memikirkan nya dengan baik, Anastasya?"
Tanya Dalmiro dengan tatapan mata mendung nya.
**
Catatan \=
Yang mungkin lupa dengan Dalmiro, dia muncul di episode "Laki-laki lainnya'