
Zehra tampak diam, mencoba menatap wajah Arash, dia hanya butuh sebuah penjelasan paling logis untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebuah penjelasan paling logis yang bisa aku terima, Arash"
Ucap zehra cepat.
"Awalnya Aku menikahi mu untuk mendapatkan donor sum-sum tulang belakang dari mu untuk saudara perempuan mu"
Arash bicara sambil memejamkan bola matanya.
Zehra tampak mengerutkan dahinya, cukup terkejut dengan kata SAUDARA PEREMPUAN nya.
"Saudara perempuan?"
Zehra menaikkan ujung alisnya.
"Tapi pada akhirnya aku menarik janji itu dan tidak bisa melakukan semua nya"
Alih-alih peduli soal sum-sum tulang belakang, zehra jelas lebih penasaran dengan kata SAUDARA PEREMPUAN.
"Siapa saudara Perempuan ku?"
Tanya Zehra cepat ke pada Arash.
"Dimana dia?"
Tanya Zehra lagi.
Lagi-lagi tiba-tiba sebuah ingatan menerjang kepalanya.
"Aku bilang bawa zehra pergi secepat nya, dia hanya akan di manfaatkan oleh Cullen"
Seorang perempuan bicara cepat ke arah satu perempuan lainnya.
Zehra kecil tampak bingung, dia mendongak menatap ke atas wajah kedua perempuan yamg sejak tadi berdebat di hadapannya.
Lengan kanan nya dipegang erat oleh perempuan yang ada di sisi kanannya itu, sedang kan perempuan satunya lagi menggenggam erat tangan seorang anak-anak yang usianya di atas Zehra.
"Zaffa tidak bisa menerima nya, bawa dia sekarang juga sejauh mungkin, aku tidak mau melihat pertikaian lagi"
Setelah berkata begitu perempuan satunya dengan cepat beranjak pergi, menyeret langkah anak perempuan di samping nya itu dengan cepat.
"Zehra..zehra ingat jangan bermain terlalu jauh, kakak cukup kesulitan menemukan kamu"
"Zehra...zehra..apa yang kamu lakukan? jika kamu tenggelam bagaimana? aku bisa mati jika sesuatu yang buruk terjadi pada mu"
Seketika lagi-lagi kepala zehra terasa ingin pecah, dia mencoba menahan rasa sakit di kepala nya dengan kedua belah telapak tangannya.
"Akhhhh"
"Zehra, Kamu tidak apa-apa?"
Arash jelas panik, dia fikir apa yang sebenarnya terjadi pada zehra dalam beberapa waktu ini.
Dan sekali lagi tubuh sang istri tumbang begitu saja.
********
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
Arash bertanya pada dokter yang memeriksa Zehra, sesaat setelah dokter itu selesai melakukan pemeriksaan terhadap Zehra.
"Seperti nya semua ingatan nya di masa lalu mulai menguap di kepalanya saat ini"
Jawab perempuan itu cepat sambil menyuntikkan obat ke dalam selang infus Zehra.
"Ini cukup bagus Arash, setidaknya dia bisa tahu jati dirinya sendiri,siapa dia dan kenapa harus ada disini"
"Tapi aku tidak ingin dia kembali ketempat asalnya, saat dia kembali ke Cullen, itu artinya dia harus bersiap menerima predikat menjadi mafia perempuan pertama di keluarga cullen, dia bahkan tidak mampu membunuh seekor nyamuk pun, bagaimana mungkin dia harus menjadi seseorang yang seperti kami?"
Arash bicara sambil menatap dalam wajah Zehra.
Perempuan itu menarik nafasnya perlahan.
"Aku fikir sebaik nya kamu mencari tempat tinggal baru, tangan kanan Cullen seperti nya mulai turun ke bawah untuk mendapatkan Zehra, membuat nya kembali ketempat asalnya"
Arash tampak menelan salivanya.
"Siapa? Zain?"
Perempuan itu tersenyum beberapa waktu.
"Dia lebih berkuasa dari Zain, aku dengar dari orang dalam cullen kamu mengenali nya cukup baik dulu.
"Sebelum Cullen meninggal, cullen mencuci otaknya di laboratorium rahasia dan mengubah seluruh ingatan nya tanpa terkecuali, seorang manusia yang di ubah nya menjadi anjing penerus nya sebelum putri ke dua cullen kembali"
Saat mendengar ucapan perempuan itu Seketika bola mata Arash membulat dengan sempurna.
Dia fikir siapa lagi kali ini yang Cullen dokrin isi kepalanya.