King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bersama mu menghabiskan waktu



Seketika Enardo tertawa saat sadar kemana Anta membawanya.



"Baiklah, aku akan menyiapkan stamina ekstra untuk terus berjalan mendampingi nyonya Anta Morgan"


Ucap Enardo sambil bola matanya terus menatap kedepan,mencari posisi parkiran Paling baik untuk Anta, Enardo mencoba memperhitungkan kaki Anta, seharian berbelanja pasti lelah, semakin jauh area parkiran yang Dia Ambil akan membuat Anta lelah dan kesulitan berjalan nantinya.


Saat Enardo memanggil nama Anta dengan nama belakang Enardo, seketika Anta menoleh ke arah enardo.


Enardo Morgan, Anta Morgan, bukan kah itu begitu manis?


Seketika wajah Anta memerah, gadis itu menepuk-nepuk wajahnya beberapa kali karena malu.


"Kenapa?"


Enardo tampak mengerutkan keningnya, melirik sejenak ke arah Anta yang tiba-tiba bersifat aneh.


"Ahhhhh tidak apa-apa"


Jawab Anta cepat.


Saat mereka turun dari mobil sejenak Enardo menatap kaki Anta, beberapa waktu laki-laki itu berbalik, membuka kembali pintu mobil dan mencoba untuk mencari sesuatu didalam mobilnya.


Sedangkan bola mata Anta terus sibuk menatap area sekitaran pusat belanja kaki 5 di Paris itu.


Tempat ini sering dijadikan favorit wisatawan mencari souvernir untuk oleh-oleh, karena selain murah yang dijual pun beraneka ragam.


Anta suka masuk kesana Untuk berkeliling, membeli beberapa barang favorit nya bahkan untuk koleksian dikamar nya, dulu saat masih sekolah hingga kuliah ini menjadi tempat paling dia rekomendasikan pada teman-teman dari luar negara.


Meskipun Anta suka barang mahal, tapi bagi anta belanja ditempat seperti ini jelas jauh berbeda kesannya. Saat di mall atau di store khusus dia akan kesulitan memilih barang, akan ada pelayan khusus yang terus meninjau dan memantau, selain harga nya selangit mata nya jelas tidak bisa menikmati banyak pemandangan, jelas jauh berbeda ketika Belanja di tempat begini.


Dia bebas kesana-kemari tanpa gangguan pelayan, bebas coba ini dan itu, bahkan matanya bisa celingak-celinguk melihat barang lainnya yang dia sukai.


Saat bola mata Anta terus sibuk menelisik segala sesuatu yang ada dihadapan nya, Tiba-tiba saja Enardo memberikan sebuah sepatu ke arah nya.


"Ini cukup kebesaran"


Ucap Enardo cepat lantas membungkuk kan tubuhnya, meraih tangan Anta agar berpegangan di bahunya.


Seketika Anta membeku, cukup terkejut dengan tindakan Enardo.


"Ini akan lebih nyaman dari pada menggunakan heels, bukankah perjalanan nya cukup lama untuk mengelilingi semua toko? jika ada toko yang menjual sepatu kets atau sandal santai kita bisa membelinya nanti hmm"


Ucap Enardo lantas meraih kaki anta yang sebelah kanan, melepaskan heels Anta kemudian memakaikan anta sepatu kets milik Enardo disusul kaki kiri Anta.


Seketika wajah gadis itu berubah, senyuman manis penuh haru muncul dari balik wajah cantik itu.


"Oke"


Enardo berdiri sambil memegangi heels Anta, memasukkannya ke mobil lantas mengunci cepat pintu mobilnya.


"Mari kita mulai petualangan bersama"


Enardo mengulurkan tangannya, menatap dalam wajah Anta sambil menunggu Anta menyambut uluran tangan nya.


Sepersekian detik kemudian Anta meraih tangan Enardo, sambil mengembangkan senyuman nya gadis itu menatap wajah Enardo dengan perasaan berdebar-debar.


********




"Coba yang ini"


Saat mereka memasuki Quasimodo, Enardo dengan cepat meraih sebuah syal yang seperti selendang, menggunakan nya ke kepala Anta.


Anta sejenak memicingkan bola mata nya, membiarkan Enardo memasangkan nya ke kepala Anta.


"Dia terlihat begitu cantik"


Puji Enardo sambil membalikkan tubuh Anta menghadap ke arah depan cermin yang ada di sisi kanan mereka.


"Benarka"


Anta bertanya sambil menoleh ke arah Enardo.


"Hmmm"


"Beli yang mana?.apa harus warna yang soft? terang atau gelap?"


Anta meminta pendapat,.mencoba melihat satu-satu warnanya.


"Yang terang terlihat baik"


Jawab Enardo cepat.


"Ngggg aku fikir warna soft saja"


Enardo terkekeh, dia tahu perempuan pasti bertanya mana yang paling bagus, tapi pada akhirnya saat laki-laki memberikan pendapat mereka tetap memilih selera mereka sendiri.


Laki-laki itu tampak mengulum senyuman.



"Apa ada kaos laki-laki dan perempuan yang sama? maksud ku couple"


Tanya anta cepat ke pemilik toko nya.


wanita pemilik toko mengangguk cepat.


"Berikan warna yang soft, hmmm pink juga boleh"


"Ya?"


Enardo jelas terkejut.


"No, sayang tidak warna pink"


Protes Enardo cepat.


"Itu terlihat manis"


"No, aku akan terlihat begitu cantik menggunakan nya"


Protes Enardo cepat.


Anta tampak terkekeh.


"Aku tahu, kamu sedang membayangkan nya bukan?"


Saat Enardo menanyakan soal itu, seketika Anta tertawa geli.


Realita nya dia memang sedang membayangkan nya.


Enardo melotot pada wanita pemilik toko.


"No Miss, jangan pink, aku lebih suka grey, white atau red, no pink please"


"Pink terlihat lucu sayang"


"No..., grey atau white"


"Ahhhh pink"


"No..."


Bayangkan bagaimana mereka harus berdebat dalam waktu cukup lama untuk sepasang pakaian berwarna pink.



Mereka terus mengitari lokasi belanja sejak tadi, keluar masuk dari satu tempat ke tempat yang lainnya, Enardo tetap setia mengikuti, membawaku beberapa belanjaan milik sang istri.




Hingga akhirnya perjalanan panjang itu berakhir nyaris dimalam hari, Anta terlihat kelelahan, masuk ke dalam mobil dengan tubuh lelah dan mata yang mengantuk.


"Sebaik nya kita makan, pulang, membersihkan diri baru istirahat hmm"


Alih-alih menjawab ucapan Enardo, anta hanya mengangguk-angguk kan kepala nya sambil berusaha memejamkan bola matanya.


Enardo tampak mengulum senyumannya, mengusap lembut kepala Anta dan membiarkan gadis itu terlelap di samping kemudi.