
Flashback
Masa dulu
½ tahun sebelum Daddy Anta dan Zaffa meninggal.
Seorang laki-laki berusia setengah abad itu tampak terbaring lemah di ranjang rumah sakit kelas VVIP, ada banyak selang yang menempel ke dalam tubuhnya, nafas laki-laki itu jelas terdengar tidak beraturan seolah-olah waktu nya memang sudah tidak banyak lagi.
Enardo muda Tampak duduk di tepian kasur, dengan penuh kasih sayang dia memijat lembut kaki laki-laki tua itu.
Enardo terus mengulum senyum nya saat ingat janjinya pada Anta.
Gadis berseragam SMP itu berkata
"Apa kamu mencintai ku?"
Anta bertanya pada enardo muda, sambil terus berjalan di atas besi yang berbaris lurus sepanjang perjalanan menuju ke arah mansion utama keluarga Cullen anta terus berpegangan tangan pada enardo.
Sejenak Anta melirik ke arah enardo, laki-laki idolanya sejak masih anak-anak itu, meskipun Daddy nya selalu bilang enardo adalah Kakak laki-laki nya, tapi bagi Anta enardo adalah mimpinya.
Saat teman-teman nya bertanya siapa yang ingin dia nikahi setelah dewasa, Anta selalu menjawab.
"Aku ingin menikah dengan dia"
Jari telunjuk dan jempolnya selalu saling membentuk bingkai, dengan memejamkan sebelah bola mata, dia menempatkan sosok enardo di ujung sana masuk tepat kedalam bingkai Jemari nya.
"Dia kakak laki-laki mu"
Protes teman-teman nya.
"Bukan, dia hanya anak angkat keluarga Cullen, dia milik ku selama nya akan jadi milik ku"
Ucap nya sambil mengulum senyum.
Enardo menoleh ke arah Anta, terus menggenggam erat telapak tangan gadis itu, memastikan tiap langkah nya baik-baik saja dan tidak terjatuh ke bawah.
"Apa harus aku jelaskan sebesar apa perasaan ku?"
Enardo bertanya balik pada Anta.
Gadis itu mengulum senyum, rona merah di wajah nya tampak bersemi.
Seketika sesuatu terasa jatuh dan menimpa lembut wajah Anta.
"Salju pertama"
Ucap Anta lantas menghentikan langkahnya, tangannya dengan cepat membentang indah, dia memejamkan perlahan bola mata nya mencoba merasakan salju yang perlahan terus turun mengenai wajahnya.
Enardo tampak tersenyum menatap ekspresi Anta.
"Cepatlah dewasa, setelah itu aku akan menemui Daddy dan mommy untuk mengambil mu"
Laki-laki itu bicara pelan sambil terus menatap Anta.
"Ya?"
Seketika Anta terkejut, menoleh Secara spontan ke arah Enardo, tanpa sadar karena licin oleh salju dia tergelincir ke bawah menuju ke arah Enardo, secepatnya kilat Anta memejamkan bola matanya.
Buggggggg.
Dan seperti sebuah adegan indah di drama-drama yang sering dia tonton, bibir mereka saling bertemu dengan sempurna.
Seketika bola mata Anta terbuka lebar.
Secepat kilat Anta mencoba mengangkat tubuh nya karena malu, wajahnya lagi-lagi memerah, enardo tampak terkekeh melihat ekspresi wajah gadis itu.
"Jangan menertawai ku"
Anta bicara cepat sambil menepuk-nepuk wajahnya.
"Aku akan bicara pada Daddy untuk mengikat mu pada ku"
Ucap enardo lagi.
"Ya??'
Lagi-lagi Anta menoleh ke arah nya, seketika bola mata Anta berkaca-kaca dan jantung nya berdetak tidak beraturan.
Tuan cullen tampak Menyentuh pelan lengan Enardo.
"Ada apa , son?"
"Aku ingin menyampaikan sesuatu, hmm.. tapi aku tidak tahu Daddy akan setuju atau tidak"
Ucap Enardo pelan.
Tuan Cullen tampak tersenyum.
"Ini soal anta dan zaffa?".
Tanya laki-laki itu cepat.
Enardo tampak mengulum senyum.
"Hmm lebih dan kurang, aku harap Daddy tidak kecewa dengan semua nya, tapi aku ingin mengikat An.."
Enardo belum sempat bicara, tapi dengan cepat tuan cullen memotong kata-kata Enardo.
"Menikahlah dengan zaffa"
Ucap laki-laki itu tiba-tiba.
"Ya?"
Seketika lidah Enardo tercekat.
"Kau tahu Son? aku tahu kau dan Anta hanya saling ber tergantungan, dibandingkan Anta, zaffa jelas lebih membutuhkan kamu, dia butuh seseorang untuk bisa menjaganya, memastikan semua kesehatan nya, menyakinkan dirinya soal masa depannya yang cerah"
Tuan cullen bicara Seolah-olah tidak mempedulikan perasaan Enardo.
"Perasaan Anta hanya perasaan anak remaja yang tiba-tiba jatuh cinta, kemudian kala hatinya bosan dia bisa jadi berpaling sesuai keinginan nya, dia hanya memuja mu sebagai laki-laki yang selalu memegang erat tangan nya, Realita nya saat kamu melepaskan tangannya dia pasti akan meninggalkan mu bersama laki-laki lain"
"Menikahlah dengan zaffa, usia daddy belum tentu panjang, zaffa jelas membutuhkan diri mu setelah aku tiada, anggaplah ini adalah bayaran atas semua apa yang telah aku berikan kepada mu"
Seketika Enardo menelan salivanya.
"Lepaskan Anta, dia masih punya masa depan yang begitu cerah, setelah aku tiada pastikan kamu menjaga zaffa dengan sebaik-baiknya"
Enardo mencoba menahan semua perasaan di dadanya, dia hanya bisa mengangguk perlahan sambil menatap dalam bola mata laki-laki di hadapannya itu.
"Katakan pada daddy sekali saja, apa kamu mencintai zaffa? jangan pernah membuat Daddy kecewa"
Enardo tampak diam beberapa waktu.
"Apa kau mencintai zaffa?"
Tanya laki-laki itu lagi.
Enardo mencoba menelan Saliva nya.
"Yes dad"
Jawab Enardo pelan
"Kau akan menikahi zaffa?"
"Yes dad"
"Itu bagus"
Dibalik pintu rumah sakit, gadis yang awalnya melangkah dengan wajah ceria menuju ke kamar Daddy nya itu tiba-tiba diam membeku saat tangannya mulai memutar handle pintu rumah sakit secara perlahan, terdengar jelas dibalik telinganya saat Daddy nya dan laki-laki itu bicara.
Apa kau mencintai zaffa?"
Dalddy nya bertanya pelan pada Enardo.
No .. Anta menjawab dengan penuh keyakinan.
"Yes dad"
Seketika tangan Anta berhenti.
"Kau akan menikahi zaffa?"
"Yes dad"
"Itu bagus"
Dengan perlahan Anta menutup pintu itu, dia bersandar pelan di balik pintu rumah sakit sambil menahan tangis nya agar tidak pecah. Tapi realitanya air matanya tumpah juga, secepat kilat dia lari dari sana sambil berusaha menghapus air matanya.