King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 62 A & A



Kembali ke Mansion tidak berpenghuni


hutan Hamburg.


"Katakan kepada ku sejak kapan ingatan mu kembali?"


Saat laki-laki berusia lebih dari 40 tahunan tersebut bicara Adeline menodongkan pistol nya tepat di pelipis laki-laki tersebut dengan gerakan yang begitu cekatan, mendengar ucapan laki-laki itu seketika membuat Adeline menaikkan ujung bibirnya.


laki-laki tersebut menatap surai Adeline yang tersisa di bagian sisi kiri dan kanan telinga nya yang bergulung indah.


"Apa aku harus menjawab nya? aku pikir aku tidak harus menjawab pertanyaan seperti itu bukan?"


Tanya Adeline kemudian Sembari perempuan tersebut menurunkan senjatanya.


"Aku cukup terkejut kalian mendapat kan berita soal aku dengan begitu cepat"


Lanjut perempuan itu lagi.


Mendengar ucapan perempuan di Hadapan nya tersebut seketika membuat laki-laki itu terlihat terkekeh kecil.


"Kakak mu yang mulai bergerak menyampaikan kabar nya, dia berkata sang ratu telah kembali"


Ucap nya kemudian membungkukkan tubuhnya Sembari dia menundukkan kepalanya.


Adeline tidak bergeming, dia menatap laki-laki tersebut yang kini berdiri menunggu ucapan dari nya.


"Apa kau tahu Adeline? 4 tahun semua orang cukup bingung bergerak dimana Alima berhasil membuat laki-laki tersebut naik menjadi presiden selanjutnya"


Mendengar kata-kata laki-laki itu Adeline tampak bergerak menjauhi nya, bergerak menuju kearah kursi kayu dimana terdapat meja kayu kecil di samping nya.


"Dia bergerak begitu cepat dibelakang semua orang setelah berhasil membinasakan mu dari tangan putra Petra"


Alima!.


Adeline terlihat menarik nafasnya pelan, dia kemudian meletakkan senjata ditangan nya ke atas meja.


Dimasa lalu wanita itu menganggap dirinya sebuah ancaman karena Adalrich lebih memilih dirinya ketimbang Ilse Kock, di beberapa waktu kemudian wanita tersebut menyelidiki identitas nya, meskipun tidak sepenuhnya tahu soal Adeline tapi wanita tersebut sedikit banyak tahu jika Adeline adalah salah satu bagian dari orang-orang Monac.


Wanita tersebut sedikit banyak terlibat pada peristiwa puluhan tahun yang lalu, memukul mundur presiden bertahan dan berkhianat, menaikkan orang lain dalam pemilihan dan menghancurkan kehidupan banyak orang termasuk dirinya.


dan semua orang bahkan tahu jika wanita tersebut menikahi tuan Petra dengan cara yang sangat licik, dia menyingkirkan saudaranya sendiri untuk bisa naik menjadi salah satu orang penting dan juga istri Petra kala itu.


wanita itu diam-diam menghanyutkan menghianati banyak orang termasuk kekuarga nya sendiri.


Adeline menatap kembali laki-laki yang ada dihadapan nya.


"Buatlah sebuah skandal untuk menghancurkan nya, kembali ke rencana awal di masa lalu"


ucapan perempuan tersebut dengan cepat.


mendapatkan perintah seperti itu laki-laki dihadapannya langsung menundukkan kepalanya.


"Seperti yang anda inginkan"


jawabnya dengan cepat.


"Dan kami siap menunggu perintah selanjutnya"


setelah berkata begitu laki-laki tersebut membalikkan tubuhnya dia bergerak dengan cepat pergi dari sana.


kini bola mata ada yang menatap lurus ke arah depannya kemudian secara perlahan wanita tersebut mengeluarkan sesuatu dari balik tangannya.


sebuah liontin kalung terlihat di dalam telapak tangan nya tersebut, tanpa sedikitpun mengeluarkan suaranya perempuan tersebut memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.


cukup lama hingga akhirnya sebuah ketukan terdengar dari balik pintu, Adeline langsung membuka bola matanya dengan cepat.


"Nona?"


satu suara terdengar dari luar sana.


Adeline kemudian dia buru-buru memasukkan dengan tentara semua ke dalam kantong pakaiannya.


begitu pintu terbuka seorang perempuan muda menundukkan kepalanya kemudian dari belakangnya terlihat Chaddrick kecil muncul sembari mengembangkan senyumannya.


"Ohhh baby"


perempuan itu langsung tersenyum bahagia, dia berdiri dari posisi duduknya dengan cepat kemudian merentangkan kedua tangannya.


"Mama..."


Bocah kecil itu langsung berlarian dan berhamburan memeluk Adeline dengan gerakan yang begitu cepat, hal tersebut replace membuat Adelin langsung menangkap tubuh bocah laki-laki tersebut, dia memeluk Chaddrick lantas tangan kirinya mendekap Chaddrick ndengan erat, sedangkan tangan kanannya menahan punggung kepala putranya tersebut.


perempuan itu memejamkan bola matanya dan menikmati pelukan mereka untuk beberapa waktu, satu kerinduan yang besar menghantam dirinya, seketika bola mata Adeline berkaca-kaca, dia ingin menangis tapi mencoba menahannya.


itu adalah putranya, yah dia ingat Chaddrick kecil adalah putra nya.


bayangkan bagaimana perasaan perempuan tersebut ketika dia melupakan banyak hal dan kini dia mengingat tentang sosok yang ada di dalam pelukannya tersebut.


dia nyaris tidak mengenali Chaddrick kecil, dia nyaris mengabaikannya ketika ingatan menghilang, tapi jiwa seorang ibu tidak pernah bisa berdusta, hati seorang ibu tidak bisa berbohong atau bahkan memungkinkan jika itu adalah anaknya meskipun dalam keadaan bagaimanapun.


dan kini dia meyakinkan diri jika itu adalah Chaddrick kecil nya, di mana di masa kemarin dia masih memeluk tubuh itu yang begitu mungil dan penuh dengan tangisan, tapi sekarang bayi kecil itu telah berubah sebesar ini, bahkan sudah dengan lancar menyebutnya dengan kata mama.


"Mama merindukan mu"


bisik adeline cepat, dia masih memejamkan bola matanya dan menikmati pelukan mereka berdua.


mendengar ucapan Adeline seketika membuat Chaddrick kecil mengembangkan senyuman terbaiknya, rasanya begitu menyenangkan saat perempuan itu berkata begitu merindukannya.


"Aku juga merindukan mama"


balasnya sembari balik memeluk perempuan itu dengan erat.


"Papa bilang kita akan pergi ke satu tempat yang akan membuat kita terhubung antara satu dengan yang lainnya menjadi lebih erat"


Ucap bocah laki-laki tersebut sembari melepaskan pelukannya dari Adeline.


mendengarkan ucapan putranya seketika membuat Adeline menaikkan ujung alisnya, satu tanda tanya besar menghantam dirinya.


"Ya?"


Alih-alih menjawab ucapan Adeline, seketika Chaddrick kecil menggenggam erat telapak tangan Adeline kemudian berkata.


"Ayo kita pergi sekarang"


dia membawa Adelin dengan cepat agar segera keluar dari sana.


Adeline bingung bocah laki-laki tersebut sembari dia terus menaikkan ujung alisnya, dia mengikuti langkah Chaddrick tapi dengan perasaan yang sedikit berdebar-debar.


"Papa telah menunggu kita di luar sana bersama kakek dan juga nenek"


saat bosnya laki-laki tersebut berkata seperti itu jelas saja membuat Adelin kembali mengerutkan keningnya.


"Ya?"


dan lagi pertanyaan besar menghantam kepalanya.


Ada apa ini?!.


di tengah pertanyaannya yang menghantam dirinya di ujung sana semua orang menunggu dirinya dengan perasaan berdebar-debar, Adalrich sendiri terlihat telah berdiri dengan gagah dan menunggu kedua orang tersebut mendatangi dirinya, bola mata laki-laki itu tidak lepas dari sang istrinya dan juga putranya.


jangan ditanya bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini tapi dia telah menunggu waktu ini dengan begitu lama.


5 tahun bukan waktu yang cukup untuk menunggu hari ini, karena itu laki-laki tersebut tidak akan pernah mau lagi menundanya.


ini adalah waktunya dia dan kedua orang tersebut bersama terikat dalam satu ikatan yang tidak akan pernah bisa diputuskan oleh siapapun kecuali Tuhan.


Ini waktu nya.