King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 37 A & A



Bayangkan bagaimana riuh nya suasana saat ini ketika wakil presiden berkata putri nya akan menikah dengan jenderal besar yang paling di takuti oleh orang-orang di masa mereka tersebut.


Bisik-bisik mulai menghantam dimana terdengar pembicaraan samar-samar jika Adalrich adalah seorang laki-laki belum menikah namun sudah memiliki seorang putra.


Tidak tahu anak itu lahir dari rahim siapa, tapi orang-orang berkata putra nya lahir dari gadis pilihan nya dimasa lalu, yang memuaskan nya di atas ranjang untuk Waktu yang lama kemudian keberuntungan keberuntungan tidak memihak karena ketika melahirkan Chaddrick kecil sang ibu meninggal dunia.


mereka pikir itu karena Jendral mungkin tidak berlaku baik pada perempuan pilihan nya.


Siapa yang tidak tahu dengan Adalrich, laki-laki tersebut tidak pernah jatuh cinta pada siapapun tapi cukup suka mencari gadis perawan untuk dijadikan teman tidur nya hingga bosan.


Seorang tawanan yang pernah bernasib sama bercerita kepada seorang pelayan di kediaman Adalrick hingga akhirnya berita keluar dengan santer, kata nya laki-laki tersebut terlalu dominan dan kasar di atas ranjang, tidak ada yang bisa menikmati percintaan dengan laki-laki tersebut karena ketika dia mau, dia selalu melakukan nya dengan cara memaksa.


Perempuan itu berkata, dia bahkan berkali-kali menangis dan meminta berhenti serta minta ampun namun Adalrich tidak pernah mendengar kan nya.


Sambil Desas-desus Tersebut mulai menyebar, pada akhirnya Perempuan tersebut mati didalam kemarahan Adalrich karena bermulut besar.


Jadi mereka pikir gadis terakhir tidak beruntung karena harus hamil dandan melahirkan seorang putra bersama Chaddrick, di tengah itu psikis nya pasti terguncang karena sifat mengerikan Adalrich hingga kematian menerjang nya.


Namun semua tetap lah Desas-desus tanpa bukti dan rumor panas yang tidak kunjung berhenti berhembus.


Sebab sebagian perempuan berkata mereka beruntung pernah dipilih, meskipun Adalrich terkesan kasar dan dingin, tapi laki-laki tersebut memperlakukan mereka dengan baik termasuk memberikan mereka pundi-pundi uang untuk kehidupan dan memberikan kebebasan untuk sebagian orang yang pernah dipilih menjadi perempuan penghangat ranjang nya.


Meskipun tidak ada catatan pasti laki-laki tersebut sebenarnya pernah tidur dengan berapa Perempuan, tetap saja bagi sebagian orang Adalrich laki-laki yang memiliki cover buruk namun memiliki hati yang cukup baik.


Namun meskipun begitu, mereka pikir siapapun dan bagaimana kisah para perempuan Dimas lalu, berita malam ini jelas mengejutkan semua orang, bayangkan bagaimana mungkin Putri seorang wakil presiden dipilih oleh Adalrich untuk menjadi istrinya.


tidak ada yang pernah benar-benar melihat putri tuan George selama dia menjabat, laki-laki tersebut menyembunyikan identitas para keluarganya dengan begitu rapat, alasannya begitu masuk akal karena identitas keluarga terkadang menjadi ancaman berat untuk mereka.


dia mengumumkan identitas putrinya saat ini karena dia yakin Adalrich merupakan orang yang paling tepat untuk menjaga putrinya, dan putrinya jelas berada di bawah perlindungan laki-laki yang bisa dia percaya.


"Kemarilah sayang"


Tuan George kembali bicara dari pengeras suara, dia menatap kearah Adeline dengan tubuh yang begitu gagah berani, menunggu perempuan tersebut bergerak mendekati dirinya.


Adeline sendiri jelas masih tidak bisa memahami situasi yang terjadi, dia pikir apa yang diucapkan oleh Adalrich dan bocah kecil dihadapan nya itu benar adanya, dia benar-benar akan menikah dengan laki-laki yang tidak dia kenal dan baru dia ketahui dalam beberapa hari ini.


Adalrich Ben Petra.


Nama asing yang terdengar familiar, sosok asing namun terasa begitu dia rindukan, tangan kekar yang menyentuh nya yang mengingatkan nya pada sesuatu yang tidak bisa dia ingat, aroma parfum yang wanginya seolah-olah sering dia hirup sebelumnya, pandangan bola mata teduh di balik wajah kejam dan sangat nya bahkan kalimat serta ekspresi lembut dari laki-laki tersebut yang hanya ditujukan untuk nya namun tidak pernah ditampilkan nya pada orang lain termasuk ibu nya sendiri membuat Adeline tidak bisa memecah teka-teki dikepalainya saat ini.


dia ingin menerima namun hatinya terasa begitu sakit, dia ingin menolaknya namun rasanya tidak rela, dia tidak mengerti perasaan apa yang berkelahi dan menghantam dirinya, kejutan pertanyaan tersebut seolah-olah mengambang di atas kepalanya.


Adalrich Ben Petra.


Pernah melihat bagaimana sosok laki-laki yang selalu bicara tinggi dengan orang lain dan menatap suram wajah orang-orang disekitar nya? namun tiba-tiba seperti memiliki kepribadian ganda setiap kali laki-laki tersebut menoleh ke arahnya bola mata Adalrich langsung meneduh, diiringi raut wajah yang meneduh dan nada suara yang terdengar begitu hangat ditelinga nya.


Bahkan saat dia menampar laki-laki itu malam dimana dia bangun, dimana laki-laki tersebut benar-benar siap membunuh dokter yang merawat nya, bisa dia lihat bagaimana kemarahan laki-laki tersebut kala itu, ketika tangannya yang terus mencekik dokter tersebut dan telah berada di ambang kematian nya, alih-alih Adalrich marah dan menampar balik dirinya, laki-laki tersebut langsung mengubah ekspresi wajah nya seperti orang lain yang penuh kehangatan dan menampilkan jutaan rasa bersalah di balik wajah tampan nya.


Bahkan Adalrich tidak membahas kejadian malam tersebut di keesokan harinya, tetap Memperlakukan diri nya bagaikan benda berharga.


Dia seperti berlian didalam kaca tipis, yang diperlakukan dengan lembut seolah-olah takut jika dia akan pecah tanpa di sadari.


Perlakuan Adalrich terkadang membuat dia cukup gelisah, dia ingin laki-laki tersebut tidak seperti itu, agar dia bisa bergerak bebas untuk membangkang perintah nya atau bahkan menolak pernikahan mereka seperti malam ini.


Sejenak bola mata Adeline bertemu dengan Adalrich, laki-laki tersebut mengembangkan senyuman tipis nya.


"Kamu bebas membuat keputusan nya"


Laki-laki tersebut bicara dengan lembut, dia kemudian menyentuh lembut wajah Adeline, seketika membuat Adeline memejamkan sejenak bola mata nya.


"Aku tidak akan marah jika kamu keberatan dengan pernikahan mereka"


Lanjut Adalrich lagi Kearah dirinya.


Adeline tidak bergeming, membuka kembali bola matanya kemudian menelisik wajah laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.


Chaddrick kecil yang telah diturunkan oleh Adalrich kembali dari gendongan nya, kini memeluk erat kaki Adeline, dia mendongak dan meminta Perempuan itu menggendong nya.


Adeline seketika menundukkan kepalanya, dia pada akhirnya menjongkokkan tubuhnya dan meraih bocah kecil tersebut agar masuk kedalam pelukan nya.


Semua orang menunggu ketika Adeline bergerak menggendong Chaddrick, dia terlihat bingung dan gelisah, mencoba mencari keputusan terbaik untuk hatinya.


Tidak mau,aku menolaknya.


Itu adalah jawaban terbaik yang ingin dia sampaikan saat ini dihadapan laki-laki yang kata nya ayah nya Tersebut dan dihadapan khalayak ramai.


Secara perlahan dia naik keatas panggung, menggendong Chaddrick kecil secara perlahan pula,tuan George mengembang kan senyuman nya, menyentuh lembut bahu Adeline kemudian mencium kening perempuan tersebut dan secara bergantian mencium Chaddrick kecil.


"Mereka menunggu mu selama 5 tahun ini hmmm"


Tiba-tiba ayah nya berkata sembari menyentuh lembut puncak kepala Adeline.


"Kau tahu betapa tersiksanya Adalrich menunggu mu di dalam ketidak pastian"


Lanjut laki-laki tersebut lagi.


"Bahkan putra mu menjadi satu-satunya orang yang mendengar dia menangis didalam diam"


Adeline seketika terdiam, dia menatap tuan George Sembari menahan perasaan nya yang berkacamuk menjadi satu saat ini.