King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Ungkapan sang tuan kaku



Saat laki-laki tua itu menutup rapat pintu depan kamar zehra, Laki-laki tadi bergerak mendekati Zehra, tidak mengeluarkan sedikit pun suara lantas berdiri tepat disamping perempuan itu.


Secara perlahan jemari tangan nya menyentuh lembut wajah hingga ke telinga Zehra, sejenak zehra menggeliat lantas kembali lelap dalam tidurnya.



Laki-laki itu menghela pelan nafasnya, mulai duduk di samping Zehra kemudian secara perlahan menyentuh wajah Zehra dengan gerakan yang begitu lembut dan hangat.


Sepersekian detik kemudian Zehra langsung tersentak kaget karena merasa seseorang menyentuh diri nya, dengan gerakan cepat perempuan itu bangun dan meraih senjata nya yang berada di bawah bantal tidur nya.


kletakkkk


Zehra menatap tajam ke arah depan nya dengan mencoba menekan rasa kantuknya, seketika bola mata nya membulat saat sadar siapa yang ada di hadapannya itu.


"Arash?"


Arash menatap wajah Zehra penuh dengan kerinduan, 2 hari menghilang membuat dunia nya seolah-olah berhenti seketika.


"Kenapa kamu ada disini?"


Zehra kembali bertanya ke arah Arash, meletakkan kembali pistol miliknya ke bawah bantal nya.


Alih-alih menjawab, Arash mencoba menyentuh wajah Zehra dengan penuh kelembutan.


"Kamu terlihat begitu pucat hmm"


Ucap Arash pelan, kedua tangan nya berada di kedua belah pipi Zehra.


Zehra tampak diam, mencoba menatap balik wajah laki-laki yang ada dihadapan nya itu.


"Mari pulang ke rumah"


Ucap Arash cepat, berusaha untuk terus memandangi kedua bola mata perempuan yang begitu dia rindukan itu.


Zehra masih diam, lantas menatap bola mata Arash Secara bergantian.


"Aku tidak bisa kembali kesana"


Ucap nya tiba-tiba sambil menyentuh kedua tangan Arash, Zehra berusaha untuk melepaskan genggaman Arash.


Laki-laki itu jelas terdiam saat mendengar ucapan Zehra.


"Baby..?"


Suara Arash tercekat.


"Bagaimana aku bisa kembali ke rumah, yang tuan nya tidak pernah menginginkan aku, Arash?"


Tanya Zehra tiba-tiba, perempuan itu seketika menggelengkan pelan kepala nya, bola mata Zehra terlihat berkaca-kaca.


Belum sempat Zehra menyelesaikan kata-katanya, Arash langsung memotong ucapan nya.


"I love you"


"Ya?"


Zehra jelas langsung membulat kan bola matanya.


"Aku bukan type laki-laki yang pandai mengungkapkan perasaan,bahkan bukan type laki-laki romantis, karena itu sangat sulit sekali untuk ku menyusun kata-kata nya"


Kata Arash tiba-tiba dengan ekspresi yang begitu kaku dan gelisah.


"Aku bahkan harus mencari cara di laman google bagaimana cara untuk mengatakan soal perasaan ku, sedikit aneh karena mereka mengajar kan untuk membawa bunga, membuat kejutan yang aneh seperti boneka dan lain sebagainya, bahkan ada yang menyarankan untuk mendekorasi sebuah ruangan khusus arah bahkan membuat sesi makan malam romantis yang sedikit membingungkan"


Arash tampak berkata seperti sebuah curhatan yang panjang, dia lebih tepatnya terdengar sedikit mengeluh dengan saran-saran di laman google.


Zehra mencoba untuk mendengarkan dengan baik dengan bola mata terus berkaca-kaca dan jantung nya jelas berdetak begitu kencang.


"Aku hanya bisa berkata, jangan pergi, ini sangat menyiksa ku, aku bahkan tidak tahu harus bagaimana hidup tanpa kamu dalam beberapa hari ini"


Arash mencoba menyusun kata-kata nya dengan begitu susah dan kepayahan, dia merasa begitu aneh saat mengucapkan kata-kata itu, tapi realita nya dia benar-benar merasa kehilangan, dia jelas tidak bisa hidup tanpa Zehra, seolah-olah perempuan itu telah menjadi bagian penting didalam hidup nya.


"Seperti kata ku tadi, i love you Zehra, I love you... seperti sebuah ungkapan hati yang bagaimana mengatakan nya?"


Ucap Arash lagi dengan perasaan yang begitu bingung untuk mengungkap kan nya.


Seketika air mata Zehra tumpah.


"No...jangan menangis, aku tidak ingin melihat kamu menangis hmm"


Arash dengan cepat menghapus air mata Zehra.


"Apakah ada ucapan ku yang salah? apa kamu tidak suka jika aku berkata seperti itu? aku tidak akan mengatakan nya lagi"


Zehra langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia langsungmengembangkan senyuman nya.


Zehra tahu Arash jelas bukan type laki-laki yang bisa berkata aku cinta pada mu dengan gamblang,bukan type laki-laki yang bisa mengungkapkan perasaan secara romantis seperti laki-laki lainnya,Arash jelas type laki-laki kaku yang tidak pandai mengekspresikan diri nya tapi setidaknya sedikit kata-kata yang bisa dia pahami tadi sudah cukup membuat Zehra tahu jika setidaknya dia bukan orang yang tidak laki-laki itu inginkan.


"i love you too"


Ucap Zehra cepat sambil terus menatap bola mata Arash.


Laki-laki itu tampak membulat kan bola matanya, dia berusaha mengembangkan senyuman nya yang terlihat begitu manis di mata Zehra.


Sepersekian detik kemudian Arash dengan cepat meraih wajah Zehra, lantas laki-laki itu menautkan bibir mereka secara perlahan, bergerak begitu lembut penuh cinta.