
Bayangkan bagaimana tercekat nya wanita tersebut saat dia menyadari siapa kini yang berdiri di hadapannya, sosok tersebut adalah.
"Adalrich...?"
"Apa kabar, ibu?" Tanya Adalrich dengan tatapan tajamnya.
Alima jelas saja terkejut dengan keadaan, dia baru saja ingin bicara namun tiba-tiba satu orang kembali muncul dari arah balik sisi kirinya yang membuat wanita itu langsung menoleh ke arah sosok yang kini bergerak menuju ke arah dirinya.
jangan ditanya bagaimana perasaan yang saat ini karena dia pada akhirnya tahu siapa sosok berikutnya yang berjalan mendekati dirinya.
Adeline tampak menatap ke arah Alima dengan tatapan yang begitu datar juga dingin.
"Kau mengkhianati ku sama seperti ayah mu, Adalrich?" dan wanita itu bertanya sembari menatap ke arah Adalrich dan dia mencoba untuk menahan perasaannya saat ini.
"sebenarnya aku sama sekali tidak menghianatimu, kamulah yang pertama kali mengkhianati kami dan membuat keadaan menjadi seperti ini" Adalrich bicara di hadapan Alima, dia sengaja mengingatkan wanita tersebut akan kejahatannya, berharap wanita itu sadar tentang semua perbuatannya di masa lalu.
"Seharus nya kau tahu siapa saja yang telah kau sakiti dan siapa saja yang kau buat hidupnya menderita."
laki-laki itu berusaha untuk menyadarkan Alima tentang perbuatannya di masa lalu dimana realitanya ada banyak sekali orang-orang yang disakiti oleh wanita tersebut.
Termasuk dirinya, ayah nya dan ibu nya Alena.
"Jadi aku pikir, sedikit penghianatan saat ini tidak sebanding dengan apa yang kamu lakukan pada semua orang, Alima" laki-laki itu bicara tidak lagi menaruh kehormatannya pada wanita di hadapan tersebut.
dia pikir dia tidak harus memanggilnya ibu seperti dulu lagi, karena baginya wanita tersebut tidak pantas mendapatkan julukan ibu Dari dirinya, Alima tidak ubahnya seperti iblis yang selalu ingin mereka keuntungan dengan caranya sendiri meskipun harus menyakiti orang-orang di sekitarnya. kebenciannya kini telah bercampur adik menjadi satu tidak lagi ingin mengenal toleransi terhadap wanita tersebut saat ini.
apa yang dilakukan oleh Aliman terhadap orang-orang di sekitarnya baginya sudah melampaui batasan dan wanita tersebut tidak pantas dipanggil ibu oleh dirinya.
mendengar apa yang diucapkan oleh Adelrick tentu saja membuat Alima benar-benar mengeram, jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini yang jelas bercampur aduk menjadi satu dan dia tidak bisa menjelaskannya satu persatu dengan kata-kata.
tidak dipungkiri yang paling utama adalah dia marah karena semua orang saat ini rupanya menghianati dirinya tanpa terkecuali siapapun itu tidak ada yang tidak mengkhianati dirinya, bayangkan saja bagaimana perasaan wanita tersebut saat ini ketika dia tahu semua orang benar-benar menghianatinya tanpa perasaan.
Dia pikir apa mungkin bahkan ilse kock juga menghianati dirinya saat ini? karena mengingat perempuan itu hingga saat ini sama sekali belum terlihat batang hidungnya sedikit dia pikir apakah mungkin juga ilse Kock bersekongkol untuk melumpuhkan serta menjatuhkan diri nya?!.
"Kau benar-benar tidak tahu balas Budi" Dan lucu sekali Alima bicara pada Adalrich seolah-olah laki-laki tersebut benar-benar tidak punya balas budi dan tidak tahu diuntung atas jasa dia mengasuh dan mendidik laki-laki tersebut selama ini.
Mendengar ucapan Alima, Adeline terlihat langsung menaikkan ujung alisnya dia ingin tertawa saat mendengar wanita tersebut berkata seperti itu.
"Ucapan mu membuat ku ingin tertawa tiba-tiba, Alima " Ucap Adeline dengan cepat sembari menata ke arah, dia mendengus dan sedikit mengejek wanita tidak tahu malu tersebut.
Mendengar Adeline bicara, Adalrich membiarkan istrinya berkata seperti itu ke arah Alima, dia memberikan kebebasan pada istrinya atas apa yang ingin disampaikan nya pada Alima, laki-laki itu sedikit memundur kan posisi nya, membiarkan istrinya maju lebih dekat mendekati Alima.
"seharusnya kau berkaca dan berpikir dengan baik sebelum melontarkan kalimat-kalimat mengerikan seperti itu, seharusnya sebelum kau mengatakan kalimat seperti itu kau melakukan sedikit intropeksi diri sehingga tidak membuat malu orang-orang di sekitar" Lanjut Adeline lagi.
"tidak tahu balas Budi?' Dan kini dia mendengar sembari mencoba untuk dihadapan Alina dan membiarkan kedua kakinya menopang tubuhnya dengan cepat.
"Kau pasti sedang bercanda bukan saat mengatakan hal tersebut kepada suamiku" Ucap perempuan itu sambil menatap kearah Alima dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.
Adeline menyimpan banyak sekali kesabaran melihat wanita yang ada di hadapan tersebut, jika dia ingat berbagai macam kejahatan yang dilakukan oleh wanita itu, dia jelas sekali ingin menghabisi wanita itu saat ini juga, tapi dia mencoba untuk menekan kesabaran karena ada rencana lainnya kan mereka lakukan untuk mereka berikan kepada wanita tersebut nantinya.
mendengar apa yang diucapkan oleh Adeline, Alima dengan sombong dan angkuh nya berkata.
"tentu saja dia tidak tahu balas budi, jika bukan karena aku bagaimana mungkin dia bisa besar dan bisa tumbuh gagah serta menjadi penguasa dan pemimpin seperti hari ini?" wanita tersebut bicara dengan penuh percaya diri, benar-benar membuat jijik siapapun yang mendengarnya.
"aku yang merawat dan membesarkannya hingga hari ini, membuat dia berada di puncak kejayaannya karena kekuasaanku dalam beberapa tahun belakangan" sungguh wanita itu tidak tahu diri saat berkata seperti itu, siapapun yang mendengarnya pasti sangat jijik sekali.
"jika bukan karena aku kau pikir dia bisa menjadi seperti hari ini?" dan Alima terlihat bertanya pada Adeline, dia menatap tajam bola mata perempuan yang ada di hadapan tersebut, menghilangkan segala malunya untuk mengatakan hal tersebut, seolah-olah dia benar-benar berjasa besar dalam kehidupan Adelrick.
Adeline pada akhirnya tertawa terkekeh, dia mengejek dengan cara yang sangat luar biasa saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh Alima.
"mau aku beritahukan tentang sesuatu?" pada akhirnya perempuan itu bicara, menatap Alima dengan tatapan penuh intimidasi, dia menaikkan ujung bibirnya dan bicara dengan nada penuh tekanan.
"seharusnya kau cukup tau diri dengan keadaan, misalnya dicoba untuk berkaca dengan dirimu sendiri saat mengatakan hal memalukan seolah-olah cowok paling banyak berjasa pada kehidupan suamiku" Dan perempuan itu bicara, membiarkan Alima mengeram atas ucapannya.
"kau sama sekali tidak berjasa dalam kehidupan suamiku dan untuk mencapai semua ini ada tuan Petra yang mendukung dia diam-diam di belakang semuanya, kau hanya benalu dan juga seorang ibu tiri yang tidak tahu malu, pura-pura baik dihadapan semua orang dan sedang ingin mengatur kehidupan dari putra tiri mu" Ucap Adeline kemudian.
"kau terpaksa pura-pura baik karena kau tidak ingin tuan Petra menceraikan mu, Alima" Lanjut Adeline lagi dengan nada penuh ejekan.
"Wajar saja jika tuan Petra tidak mencintai, kau benar-benar wanita tidak tahu malu" Lanjut Adeline lagi kemudian.
Dan percaya lah ucapan Adeline benar-benar membuat darah Alima seketika menjadi mendidih mendengar nya.
"Kau...." dia terlihat begitu marah dan berusaha untuk menyerang gadis yang ada di hadapannya tersebut, menggunakan tangan kanannya untuk menarik Adeline, namun nyata nya Adeline bergerak dengan cepat dan lincah sudah perempuan itu mampu untuk menghindar kemudian dengan gerakan cepat Adele menjenguk rambut Alima tanpa perasaan.
"Akhhhhhh" seketika wanita itu berteriak series saat dia merasa betapa panas ya kulit kepalanya saat Adeline menjebak rambutnya tanpa perasaan.
"lain kali jika ingin bicara gunakan kepalamu dengan baik, aku benci dan jijik ketemu dengan kau seolah-olah begitu memiliki jasa yang besar terhadap Adalrich. ada kenyataannya kau sama sekali tidak pernah memiliki jasa di dalam kehidupan suamiku" Ucap Adeline sambil mencengkram tangan Alima, sambil tangan kanan.
nya menjambak rambut wanita itu
jangan ditanya bagaimana rasa nya saat rambut Alima di cengkeraman oleh Adeline, belum lagi ucapan Adeline yang sangat mengerikan dan penuh penekanan terhadap dirinya yang membuat dia seketika tidak bisa bernafas dengan baik dan benar.
"Brengsek kau, Adeline" dan lucunya dia masih sempat berusaha untuk mengumpat Adeline saat ini.
"Benar-benar tidak tahu malu" Dengus Adeline kemudian.
******
Catatan \=
Mak diri ku punya yang baru.
Kisah King Khan di mari Mak putra GAO HAN HILLATOP DAN AYANA dibawah ini cuma beberapa bagian isi, cari lanjutan di Ntun ke judul "King khan's shackles"
*****
...Bagian kisah...
Dalam dentuman suara musik di sebuah klub malam elit pusat kota Paris, seorang laki-laki berjalan dengan cara dingin dan angkuh nya, bergerak menuju ke arah depan dimana beberapa orang terlihat berjalan mengikuti langkah nya.
Para perempuan dan wanita terlihat meliuk-liuk kan tubuh mereka di sepanjang perjalanan nya di klub malam tersebut, bahkan para penari striptis tampak mulai memamerkan keindahan tubuh molek mereka dengan melepaskan satu persatu pakaian mereka dihadapkan ribuan pasang mata laki-laki dari usia tua maupun muda.
Tidak jarang para perempuan di atas panggung tersebut akan dibeli oleh para laki-laki hidung belang dan orang ber'uang, siapapun yang berada di sana harus memastikan memiliki kantong cukup tebal jika ingin membawa salah satu perempuan disana.
Nyata nya para perempuan disana banyak tertarik pada sosok satu laki-laki yang kini tengah berjalan melewati bagian panggung paling besar klub malam tersebut, laki-laki dengan wajah tampan mendominasi, tatapan mata dingin dan memiliki keramahtamahan sama sekali.
Dia The king khan's, raja mafia di daratan Eropa yang menutup diri nya dengan bertopeng kan pengusaha kaya raya dibalik nama Hillatop yang di bawa nya, laki-laki dingin berjuluk Raja sejuta kejayaan, dia memiliki apapun yang dia inginkan termasuk tahta dan wanita, anehnya meskipun dia memiliki segalanya dan para wanita berlomba untuk mendapatkan nya, dia tidak pernah tertarik pada satu perempuan pun yang mencoba untuk mendekati nya.
Percayalah laki-laki tampan yang memiliki segalanya itu bahkan mampu memerintahkan siapapun yang dia inginkan untuk melenyapkan hanya dalam satu jentikan jari nya, nyatanya tidak pernah tertarik pada satu perempuan pun sejak dulu hingga sekarang, orientasi seksual nya sering dipertanyakan oleh semua orang termasuk para anggota keluarga nya karena dia tidak tertarik berkencan atau menikah.
Tapi meskipun desa-desus terus terdengar, nyata nya tidak ada bukti otentik yang berkata jika laki-laki tersebut mungkin lebih tertarik pada kaum Zeus, tapi tidak pula pernah terlihat dia ingin bercinta sekalipun dengan kaum Hera.
Laki-laki tersebut begitu mendapat kan posisi nya langsung memilih duduk di salah satu kursi singasanga kerajaan nya, dimana tempat tersebut sejak dulu akan menjadi tempat duduk milik nya yang tidak akan pernah berani ditempati oleh orang lain dalam seumur hidup nya.
Beberapa orang di sekitarnya yang merupakan bagian dari pada teman baiknya ikut duduk di sisi kiri dan kanan nya, dan mereka mulai menikmati suasana malam yang begitu spektakuler, dimana katanya akan ada satu transaksi tersembunyi akan terjadi dalam klub malam tersebut, yang mungkin akan terdapat sedikit kekacauan yang terjadi di antara semua nya.
Dan saat mereka menunggu dalam ketenangan, menikmati minuman dan rokok bahkan cerutu di atas meja ditemani para perempuan yang mulai menggoda mereka, percayalah satu keributan besar cukup membuat mereka terganggu karena keadaan.
Khan mengerutkan keningnya, menatap seorang perempuan berwajah pucat yang meringis menahan sakit saat seorang laki-laki mencengkram wajah nya, dan disamping laki-laki tersebut terlihat ada perempuan lainnya yang terlihat berkacak pinggang, menatap Perempuan yang dicengkeram wajah nya dengan penuh kepuasan, di detik berikutnya laki-laki tersebut menendang perempuan itu hingga tersungkur dan sang perempuan lainnya dengan tanpa perasaan menginjak tangan perempuan yang tersungkur di lantai dengan penuh kesenangan.
Tawa mengerikan terlihat jelas tercetak dari wajah perempuan tersebut, dan setelah nya Perempuan dan laki-laki itu meninggalkan sosok tidak berdaya tersebut seperti tanpa dosa.
"Ada apa?"
Suara bariton Khan terdengar memecah suasana, mencoba bertanya pada salah satu teman nya dimana tatapan mata nya sama sekali tidak lepas dari sosok perempuan tersebut sejak tadi.
"Benar-benar Perempuan yang malang, dia di khianati saudara dan suami nya sendiri"
Dan dia tidak butuh penjelasan lainnya lagi, cukup tahu apa yang terjadi, laki-laki tersebut membuang pandangannya dari perempuan tidak berdaya tersebut dengan cepat.
*****
Ruang khusus
Kemarahan laki-laki tersebut membuncah saat tahu bagian-bagian tubuh dari mobil kesayangan nya terluka para karena seorang gadis muda yang wajah nya sedikit tidak asing untuk nya, kini di sebuah ruangan berukuran tidak lebih dari 4 x 6 meter, Khan terlihat duduk dengan angkuh menaikkan sebelah kaki nya ke atas, menatap gadis di hadapannya tersebut sembari kedua tangan nya naik ke atas tangan kursi sofa.
Laki-laki tersebut menaikkan ujung alisnya sambil menatap tajam ke arah gadis yang kini berdiri sambil menenteng sesuatu di tangan nya.
"Kau ingin cari mati?"
Laki-laki tersebut bicara, menatap tajam kearah gadis dihadapannya tersebut, dia berusaha mengingat wajah tidak asing dihadapan nya, berpikir dimana dia melihat sosok itu sebelum nya. Dia memiliki ingatan yang cukup tajam, butuh waktu beberapa waktu untuk mengingat-ingat.
Bagaikan sebuah gerakan percepatan jarum jam, memutar menyusuri lorong waktu dimulai dari saat ini hingga ke masa kemarin, bergerak cepat bagaikan kaset kusut yang terus merekam memori yang ada di kepala nya, cukup cepat dari beberapa kejadian yang terus berada dalam ingatan nya di
dalam peperangan antar mafia, pertemuan dengan beberapa orang di sekitar nya, klub malam hingga pada akhirnya dia menemukan dimana pernah melihat gadis dihadapannya tersebut.
Gadis yang di buang oleh suami dan kekasih nya.
Dia?!.
Khan mengerutkan keningnya, ingat dengan sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
"Menikah lah dengan ku, Mr. Khan"
Alih-alih mendengar Jawa atas kekesalan Khan yang berkata kau ingin cari mati, gadis tersebut tiba-tiba bicara tentang sesuatu yang terdengar sangat tidak masuk akal.
"Apa?"
Khan jelas saja sedikit terkejut, dia menaikkan ujung alis nya sembari berpikir jika gadis dihadapannya tersebut telah melampaui batasan nya saat bicara.
"Apa kau sudah gila?"
Dia bertanya, mendengus kemudian mengejek.
"setelah kau membuat mobilku terluka parah, alih-alih mengganti kerugian nya, kau menawarkan pernikahan pada ku?"
Laki-laki tersebut terlihat mengeram, menjentikkan jemari nya ke arah depan, dimana dua sosok laki-laki dibelakang nya langsung bergerak cepat menuju kearah gadis yang berdiri dihadapan nya, dengan cekatan meraih tubuh gadis tersebut dengan cara yang kasar dan menarik nya kemudian memaksa nya untuk berlutut dihadapan Khan.
Didetik berikut nya gadis tersebut seketika terduduk saat kedua orang itu memaksa nya berlutut di hadapan Khan.
"Apa kau tidak tahu siapa yang kau hadapi saat ini, nona?"
Laki-laki tersebut mencengkeram wajah gadis dihadapannya itu dengan tangan kokoh dan besar nya, mencengkeram nya tanpa ampun dengan sejuta kemarahan nya, dia bertanya dengan bola mata menggelap penuh kebencian saat ingat bagaimana gadis tersebut membuat mobil kebanggaan nya kehilangan bagian kharismatik nya, nada suara Khan terdengar begitu datar, dingin dan lantang, menatap tajam kearah lawan nya dimana dia tidak memiliki kepedulian soal gender sosok yang ada dihadapan nya tersebut.
Dia tidak pernah suka berlaku manis dan baik kepada siapapun meskipun sosok tersebut seorang perempuan sekalipun.
Alih-alih takut mendapatkan tatapan mengerikan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, gadis itu malah berkata.
"tentu saja aku tahu, karena itu aku datang sengaja membuat kekacauan hanya untuk membuat sebuah kesepakatan"
Ucap gadis tersebut dengan suara dan tatapan penuh tantangan.
Dan Khan jelas saja cukup terkejut mendengar jawaban apa yang diberikan gadis itu untuk dirinya.
"Kau bilang apa?"
"Mari membuat kesepakatan pernikahan, aku akan memberikan keuntungan besar untuk mu Mr. Khan, termasuk membuat milik mu menginginkan aku pagi, siang sore dan malam"
Dan nada bicara gadis tersebut penuh dengan keyakinan, menatap tajam balik bola mata Khan dengan penuh tantangan.
*****
"Dia gila"
Itu yang di pikirkan oleh Khan atas tawaran gadis dihadapannya tersebut.
"Kau pikir aku tertarik dengan perempuan bekas laki-laki lain?"
Dia jelas saja mengejek, bagaimana mungkin dia tertarik menikah dengan seorang perempuan yang sudah memiliki suami? dia akui gadis dihadapannya memiliki wajah dengan tingkat kecantikan paripurna, dia suka menatap wajah nya, begitu indah di pandang mata, tidak membosankan dengan bola mata indah yang siapapun melihat nya pasti tergoda. Tubuh gadis tersebut jelas proposional dengan kaki jenjang nya, bahkan dia pikir gadis dihadapannya cukup tidak memiliki cela lalu bagaimana bisa kemarin dia melihat gadis tersebut di selingkuhi dan di buang suaminya?! Itu sangat menyedihkan sekali.
Gadis tersebut tiba-tiba menyunggingkan senyuman nya, dia kemudian kembali berkata.
"Aku cukup terkejut kamu tahu jika aku ini mantan istri orang lain, padahal aku belum menyebut kan status ku, bergerak kemari mencari masalah untuk menawarkan kesepakatan dalam banyak keuntungan"
Gadis tersebut bicara, membiarkan netra nya menatap tajam netra Khan, membuat laki-laki dihadapan nya cukup terkejut atas ucapan nya.
"Hanya kebetulan mengingat nya, malam itu kau di buang oleh suami mu, kau terlihat menyedihkan dan aku hanya tidak sengaja mengingat nya"
Dan saat Khan berkata begitu, gadis tersebut malah terkekeh kecil, dia sama sekali tidak menampilkan ekspresi tersinggung nya atau bahkan marah atas ucapan yang dilontarkan oleh Khan.
"Aku tidak dalam keadaan di buang, tapi malam itu aku sedang berusaha menuntut apa yang seharusnya menjadi milik ku, tapi sayang nya aku gagal karena aku hanya bergerak seorang diri"
Gadis tersebut bicara, seolah-olah jijik saat Khan berkata dia di buang oleh pasangan nya.
"Dan sebelum nya di antara aku dan dia telah berpisah, yang menuntut perceraian lebih dulu adalah aku, bukan dia"
Khan terlihat menaikkan ujung alisnya, mencoba merangkai apa yang diucapkan oleh gadis dihadapannya itu untuk beberapa waktu, masih agak tidak paham atas apa yang dikatakan oleh gadis dihadapannya tersebut.
"Aku memang pernah menjadi bekas laki-laki lain, tapi apa kau yakin jika aku ini barang bekas orang lain? bahkan kau belum mencoba ku sedikit pun bagaimana bisa kamu berpikir aku benar-benar barang bekas yang tidak berharga?"
Demi apapun ucapan gadis dihadapannya terlalu menantang dan penuh percaya diri yang cukup tinggi, bahkan bola mata gadis tersebut sama sekali tidak mau pergi berpaling atau menghindar dari tatapan nya, dia terlalu berani, begitu menantang dan Khan yakin gadis tersebut berani dalam banyak hal dan tidak takut terintimidasi.
Khan diam sejenak, dia melepaskan cengkraman nya yang memang telah mengendur untuk beberapa waktu.
"Kehidupan mu terlalu rumit untuk aku pahami"
Akhirnya Khan bicara, melunak tiba-tiba, dia biasanya tidak pernah tertarik pada kehidupan orang lain, kali ini dia terpaksa menggarisbawahi, seperti nya agak tertarik dengan apa yang diucapkan gadis dihadapannya tersebut.
Tangan nya naik ke atas, memerintahkan bawahannya agar pergi keluar dari ruangan nya.
"Sangat rumit, bahkan kamu mungkin tidak akan suka saat kita bertukar posisi"
Ucap gadis tersebut lagi setelah orang-orang Khan keluar.
"Dan seperti kata ku tadi,mari membuat kesepakatan bersama untuk menikah dan aku akan memberikan banyak keuntungan dalam hidup mu termasuk menbuat mu tidak menjadi bujangan lapuk seperti kaos lampu"
Demi apapun gadis tersebut saat bicara selalu langsung pada intinya, Khan pikir gadis tersebut bukan tipe gadis yang suka bertele-tele atau berbelit-belit, dia suka berterus-terang dan bicara langsung pada poin nya.
"Kau begitu penuh percaya diri"
Khan sedikit tersinggung, dia bicara sambil memajukan wajahnya, kini posisi mereka benar-benar bertemu, saling menatap dengan tatapan yang begitu lekat dimana hidung mereka nyaris saling menyentuh antara satu dengan yang lainnya.
"Aku tidak tahu keuntungan apa yang sebenarnya akan kamu tawarkan, tapi membangunkan milik ku benar-benar sebuah tawaran yang begitu menggiurkan, aku jelas tertarik, tapi menikahi perempuan yang pernah menjadi bekas orang lain itu benar-benar bukan kesepakatan yang sepadan, aku tidak tertarik menikah dengan barang bekas"
Dia bicara sangat terus terang, mana mungkin tertarik menikah dengan seorang janda, dia jelas akan kehilangan harga diri nya, King of Khan menikahi perempuan yang pernah tidur dengan laki-laki lain, itu benar-benar menjijikkan.
Dan saat dia bicara sambil mencibir kearah gadis tersebut, seolah-olah secara tidak langsung menolak nya, tiba-tiba saja gadis tersebut berkata.
"Mau aku beri tahu satu rahasia, Khan?"
Tanya gadis tersebut dengan tatapan penuh tantangan.
percaya lah saat gadis tersebut bicara seperti itu membuat Khan mengerutkan keningnya.
Gadis tersebut kini membiarkan pipi mereka saling menyatu antara satu dengan yang lainnya, dan secara perlahan gadis tersebut berbisik dibalik telinga nya.
"Aku memang janda, tapi rasa nya begitu legit dan sempit karena dibawah sana masih tersegel dengan rapi, Khan"
Setelah berkata begitu, gadis tersebut dengan gerakan begitu sensual bermain nakal di sekitar telinga nya dan di detik berikutnya dia menggigit cuping telinga Khan dengan nakal, membuat laki-laki tersebut yang awal nya terkejut dengan ucapan gadis tersebut seketika memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu karena menerima satu sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Gigitan nya begitu lembut dan manja, membuat tubuh Khan meremang secara tiba-tiba, dia terbuai untuk beberapa waktu karena sensasi aneh yang cukup menggenggam. Dan seketika Khan spontan menyadarkan dirinya dan membuka bola matanya, berusaha menetralisir rasa yang agak menggoda nyatanya gadis tersebut rupa nya telah bergerak menjauh dari diri nya. Berhasil lolos melewati pintu dan hanya meninggalkan secarik kertas di atas meja.
"Jika kamu tertarik aku akan menunggu di klub malam xxxxxxx malam ini Khan, aku akan memberikan banyak keuntungan termasuk menjatuhkan Crawford untuk mu.
Ashley De Angelo.