
Saat zehra masuk ke sebuah bangunan yang tampak begitu gelap dan suram, seketika terlihat banyak sekali orang-orang Yang berdiri di setiap sudut tempat dan juga memenuhi semua tempat, dari mulai pintu masuk hingga ke dalam ruangannya.
Mereka terus berjalan hingga ke dalam, dimana ruangan tersebut terlihat begitu suram dan gelap yang lebih pantas di sebut sebuah kerajaan kegelapan, tidak dipungkiri jika itu adalah rumah tinggal seorang mafia paling kejam di dataran Eropa.
Bagaikan melihat kedatangan seorang raja dan ratunya,Semua orang menundukkan kepala mereka pada Edgard dan zehra, bisa dihitung berapa banyak jumlah nya, bukan hanya puluhan tapi bahkan ratusan orang, yang berdiri gagah dan kokoh bak para kawanan pengawal kerajaan yang semua orang di masing-masing tubuh nya dikelilingi senjata.
Tidak ada tatapan bersahabat, yang ada hanya tatapan garang serta sangar yang apabila orang biasa melihat nya mereka Begitu yakin kematian akan menghantam saat ini juga.
Edgard membawa Zehra menuju ke satu kursi besar yang persis singgasana raja, menggenggam erat tangan zehra lalu menghantarkan diri nya untuk naik dan duduk ke atas kursi tersebut.
"Selamat datang di dunia kegelapan Cullen mafia, Queen Azzehra"
Sebaris kalimat yang di ucapkan edgard mampu membuat semua orang menundukkan kepala mereka diiringi dengan hentakan senjata ke lantai Secara bersamaan yang begitu memekakkan telinga.
*********
Disisi lain
Markas besar Black pearl mafia
Prancis
Dini hari
Kemarahan Arash jelas menggebu-gebu, dia tahu siapa yang membawa Zehra, edgard dengan begitu lancang merampas milik nya tanpa sepengetahuan dirinya.
Arash fikir edgard benar-benar ingin membuat sebuah peperangan bersama diri nya saat ini.
"Yakin ingin mengambil Zehra dengan jalur seperti ini?"
Edward pearl junior bertanya cepat ke arah aras, dia jelas kurang setuju dengan Cara Arash kali ini, Arash yang biasa nya tenang,terkontrol dan tidak mudah gegabah tiba-tiba berubah 180°, seolah-olah lupa jika tindakan cerobohnya bisa membahayakan Zehra.
"Dia tengah hamil, meskipun kita tidak tahu apa yang direncanakan edgard, tapi bertindak tanpa berfikir panjang jelas itu salah, Arash"
Ucap Edward pearl junior mengingatkan.
"Dia menculiknya"
Arash bicara sambil menatap tajam bola mata Edward.
Laki-laki itu terkekeh.
"Kau mulai kehilangan akal waras mu karena cinta, aku fikir kau akan tetap keras hati dan menjadi sebongkah batu yang tidak peduli dengan perasaan seorang perempuan, tapi hari ini aku baru sadar, kau terlihat bodoh setelah jatuh cinta"
"Aku tidak jatuh cinta pada zehra"
Mendengar ucapan Arash, seketika emosi Edward memuncak, dengan gerakan cepat bak angin dia menghantam tubuh Arash Kedinding.
Braakkkkkkk
"Breng.. sek"
Edward mengumpat.
Tristan jelas membulatkan bola matanya di ikuti oleh Ahem.
"Ed..?"
Tristan berusaha melerai.
"Jangan bergerak kakak ipar"
Edward pearl junior menekan leher Arash dengan tangan kiri nya, tubuh nya menghimpit tubuh Arash dan tangan kanan nya bergerak kedepan memberi aba-aba agar tidak ada seorang pun yang bergerak.
Arash terlihat begitu marah, berusaha untuk melepaskan dirinya.
"Aku jadi jijik mendengar laki-laki ini bicara"
Ucap Edward pearl junior cepat.
"Dia ini memang manusia tidak punya o.tak dan perasaan atau dia memang orang bodoh yang tidak tahu soal hati nya sendiri?"
Seketika Edward pearl junior menoleh ke arah Arash.
"Jika kamu tidak mencintai perempuan itu, berhenti membual, tinggal kan dia, jangan membuat kegaduhan di black pearl mafia, pulang dan tidur lah di atas kasur empuk mu"
Ucap nya dengan kemarahan menggebu-gebu.
"Menurut ku bukan edgard yang menculiknya, tapi perempuan itu yang telah lari dari kehidupan mu, aku pun tidak Sudi jika harus hidup dengan type laki-laki seperti kamu, Arash"
Setelah berkata begitu, Edward Pearl junior melepaskan tangannya dari leher Arash.
Laki-laki itu tampak diam mematung menatapi kemarahan Edward pearl junior sambil menyentuh lehernya.
Edward pearl junior jelas benci dengan karakter Arash, alih-alih berkata dia jatuh cinta, Arash lebih baik menutupi gengsi nya dan menganggap dirinya tidak mencintai istrinya, tapi bertindak jelas di luar akal normalnya.
Perempuan manapun jelas tidak akan tahan hidup dengan type laki-laki yang seperti itu.
Dia fikir, manusia macam apa yang tidak bisa menyinkronkan antara perasaan dan ucapannya, seolah-olah ingin membodohi semua orang soal hati nya sendiri.