King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Kenyataan pahit



Sejenak zehra tersentak dari tidurnya saat samar-samar dia mendengar suara beberapa orang-orang di sekitar nya.


Zehra mencoba memasang telinga nya dengan baik, secara perlahan dia bangun dari tidurnya, duduk sejenak membiasakan bola mata nya.


"Yakin kamu melepaskan keberangkatan nya besok?"


Terdengar samar-samar suara seorang perempuan.


Zehra mencoba untuk melangkah secara perlahan.


"Aku mungkin sedikit tenang saat dia berada di Manhattan, cullen mafia cukup enggan berurusan dengan black pearl, apalagi Zein dia cukup enggan berhadapan dengan Tristan, jadi aku bisa bergerak lebih tenang untuk menyelesaikan semua urusan disini"


Terdengar suara Arash yang menyahut ucapan perempuan itu.


Zehra mengerutkan keningnya sejenak, berusaha mencerna ucapan Arash.


Maksud nya bagaimana?


Batin zehra.


"Ini sama saja kamu mempertaruhkan nyawa mu Arash, Demi seorang perempuan yang belum tentu mencintai kamu"


Terdengar suara berat seorang laki-laki tua.


Zehra tercekat sejenak, niat nya untuk memutar kenop pintu seketika terhenti.


Mempertaruhkan nyawa?


Zehra berusaha untuk terus mendengarkan pembicaraan semua orang yang belum dia ketahui siapa-siapa saja.


"Dad"


Perempuan itu menyela cepat.


"Jarang-jarang perempuan tidak mencintai suami nya, seiring berjalannya waktu, cinta bisa datang sendiri tanpa pernah kita duga"


perempuan itu bicara dengan nada penuh keyakinan.


"Tapi tidak jarang ada wanita yang mengkhianati suami nya demi laki-laki lain, fikirkan kembali keputusan mu, Daddy belum siap melihat kamu mempertaruhkan hidup mu demi seorang perempuan, cinta itu memang buta, tapi bukan berarti kamu memaksa menjadi buta karena cinta"


Suara Laki-laki tua itu terdengar begitu keberatan.


"Dad"


Laki-laki itu terus mengeluh.


"Daddy bukan nya tidak menyetujui pernikahan kamu dan gadis itu, bagaimana pun itu adalah pilihan mu, kehidupan mu, Daddy tidak akan ikut campur lebih dalam, tapi Arash untuk membuat per pecahan di 2 geng mafia karena merebut dia dari tempat seharusnya, kamu harus memikirkan nya kembali Dua hingga tiga kali"


"Dad, jangan terlalu kencang, dia bisa bangun"


"Lana Lan, ini perihal serius, dia memang putri cullen, pada akhirnya akan menjadi milik Cullen, dibalik aturannya kejam atau tidak, pada akhirnya Kamu akan mengorbankan banyak nyawa demi gadis itu"


"Dia memang sejak awal direncanakan untuk menyumbangkan tulang sumsum nya untuk zaffa, setelah itu dia memang sejak awal juga telah direncanakan menjadi penerus the Cullen mafia"


Seketika zehra membulat kan bola matanya, tangan nya tampak gemetaran saat mendengar ucapan laki-laki itu.


"Tapi apa kita harus berpasrah pada keadaan? dia tidak seharusnya mengorbankan diri"


Suara perempuan itu terdengar sangat keberatan.


"Aku akan membawanya sendiri ke Manhattan"


Terdengar suara Arash yang kelihatan sedikit marah, suara cullen jelas menunjukkan ketidak nyamanan.


Kemudian tidak terdengar lagi suara orang-orang disana, sesaat Zehra menelan Saliva nya, sepersekian detik kemudian tiba-tiba Arash masuk ke dalam dengan wajah yang dipenuhi kemarahan, laki-laki itu cukup terkejut saat melihat zehra dalam posisi berdiri tepat di hadapan nya.


"Baby?"


Arash benar-benar tercekat.


Bola mata Sang istri tampak berkaca-kaca, bagi zehra ucapan laki-laki tadi terasa bagaikan petir yang menyambar tubuhnya secara dahsyat, seketika air mata nya tumpah.


"No...please"


Arash dengan cepat menyambar wajah Zehra.


"Itu tidak seperti apa yang kamu dengar"


Zehra berusaha mundur beberapa langkah, mencoba menjaga jarak dengan Arash.


"Zehra"