King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Teman untuk menghabiskan waktu



Arash dengan langkah cepat memasuki kamar yang telah di siapkan untuk dirinya dan perempuan yang dia minta.


Tampak seorang perempuan cantik sudah menunggu diri nya di atas kasur berukuran king size tersebut, begitu melihat Arash datang perempuan tersebut langsung berdiri kemudian menundukkan kepalanya secara perlahan.


Seolah tahu tugas nya, dengan cepat perempuan tersebut mendekati Arash, mencoba meraih jaket yang digunakan laki-laki tersebut, tapi Arash dengan cepat menahan pergerakan tangan perempuan tersebut.


"Jangan sentuh, aku hanya butuh teman untuk bicara dan menghabiskan waktu, bukan teman untuk tidur bersama"


Ucap Arash dengan tatapan dingin seperti biasa nya.


Perempuan itu diam sejenak, mengurungkan niatnya untuk meraih jaket Arash.


Laki-laki itu meletakkan jaket milik nya di sebuah gantungan pakaian yang telah di sediakan, lantas bergerak ke arah sisi kursi sofa, duduk disana dengan ekspresi yang begitu dingin,dia merentangkan tangan kanan nya ke arah kasur sambil berkata.


"Kamu bisa kembali duduk di atas kasur"


Ucap Arash cepat.


Perempuan itu mengangguk, mengulas senyuman nya lantas langsung beranjak menuju ke sisi kasur.


Arash meraih rokok dan pamatik milik nya, meletakkan rokok milik nya itu di antara bibirnya lantas dia mulai menyulut api kemudian secara perlahan menghisap rokok milik nya.


"Minum, tuan?"


Perempuan tersebut mencoba beranjak, meraih botol wine dan 1 gelas kosong yang ada di atas nakas di sisi kanan dia duduk.


"No, aku mencoba menekan kesadaran ku untuk tidak minum"


Jawab Arash cepat.


Perempuan itu kembali tersenyum.


"Sedikit aneh, saat orang-orang memesan perempuan dan mencoba mendapatkan kamar, mereka akan langsung bicara dan melakukan hal langsung pada inti nya, tapi anda mencoba tidak menuju ke arah sana sejak tadi"


Dia bicara sambil menutup kembali botol wine nya, mengurungkan niat nya untuk meraih minuman tersebut.


"Bukankah sudah aku bilang? aku hanya butuh teman untuk menghabiskan waktu"


"Yakin tidak ingin mencoba nya?"


Perempuan itu membalikkan tubuhnya, mencoba untuk kembali mendekati Arash.


Tapi diluar ekspektasi nya, Arash langsung meraih pistol di punggung nya.


"Aku tidak suka di atur, jadi jika kamu ingin keluar aku akan minta mereka mengganti nya dengan perempuan yang baru"


Ucap Arash sambil mengarahkan pistol nya dengan gerakan yang begitu santai ke arah perempuan itu.


Perempuan itu lagi-lagi tersenyum, dia mundur beberapa langkah lantas duduk di atas kasurnya kembali.


"Kamu tidak akan menyesalinya tuan? membuang seorang gadis perawan di hari ke 7 dia bekerja?"


Perempuan itu bertanya sambil menatap dalam bola mata Arash, terdengar seperti sebuah ajakan tapi sebenarnya mencoba untuk membuka obrolan.


laki-laki itu menarik ujung bibirnya.


"Ada yang lebih menarik dari pada meniduri seorang perawan, tapi dia berada di tempat yang sulit aku jangkau saat ini"


Ucap Arash lantas meletakkan pistolnya ke atas meja bulat di hadapannya itu.


"Seseorang yang begitu spesial?"


Perempuan itu mencoba bertanya.


Arash tampak berusaha menyandarkan tubuhnya di kursi sofa tersebut, dia memejamkan bola matanya.


"Aku tidak tahu"


Jawab Arash pelan.


"Terdengar aneh ketika kamu tidak tertarik pada orang lain tapi berkata jika dia sama sekali tidak special di hati mu"


Perempuan itu bicara sambil tertawa renyah, menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Kamu sedang tidak menyadari perasaan kamu sendiri, lebih tepatnya kadang karena rasa gengsi dan ego yang begitu tinggi membuat seseorang dengan cara menggebu berkata pada semua orang jika dia sama sekali tidak tertarik atau bahkan jatuh cinta pada orang yang sesungguhnya begitu penting di dalam hidupnya"


"Dan kamu baru Akan merasa kehilangan ketika orang tersebut dimiliki oleh orang lain"


Ucap perempuan itu sambil tersenyum kecil ke arah Arash.


"Akan lebih mengerikan lagi ketika orang yang special tersebut di miliki bahkan di nikmati oleh orang lain"


Setelah perempuan itu berkata begitu, tiba-tiba Arash membuka cepat bola mata nya.