King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Begitu membenci nya



Saat bangun dari tidurnya, saat tahu ada cincin di jari manis nya, saat mommy dan uncle nya berkata diri nya dan enardo sudah menikah, jelas saja Anta langsung terbelalak kaget.


"Apa?"


Anta tercekat, seketika senyuman di wajahnya menghilang, dia menatap Mommy nya, paman nya dan beberapa pelayan rumah secara bergantian.


"Dimana bajingan itu?"


Anta bertanya dengan nada gemetaran, dia jelas tidak Sudi menjadi istri enardo, bukan kah semalam dia sudah berkata.


Pernikahan Kita tidak akan pernah berhasil.


"Berani sekali dia menikahi ku tanpa izin dari ku"


Anta berteriak histeris ke arah Mommy dan uncle nya.


"Anta..."


"Aku tidak mencintai dia, dia tidak mencintai aku, berani sekali semua orang memaksa ku menikah dengan nya"


Pekik Anta histeris.


Anta mencoba berdiri, melepaskan dengan paksa selang infus di tangannya, dia mencoba melemparkan semua barang yang ada di hadapannya.


Praangggg


Praangggg


Prangggg


"Anta"


Mommy nya jelas berteriak kesal melihat Anta kembali pada kelakuan liar nya.


"Aku tidak mau menikah dengan nya"


Pekik Anta ke arah Mommy nya.


"Minta dia menceraikan aku sekarang juga"


"Berhenti membual, naik ke atas kasur mu dan kembali istirahat"


Alih-alih mempedulikan kemarahan sang Mama, Anta berusaha pergi dari kamar itu, tapi tangan sang Mama dengan kasar menarik nya.


"Lepaskan aku, aku bilang aku tidak Sudi menikah dengan dia"


"Dulu kamu mencintai dia"


Bentak mama nya kesal.


Anta tertawa terbahak-bahak.


"Cinta? itu hanya gurauan di masa kecil, aku mana tahu dulu antara cinta dan benci, realita nya aku sekarang sedikit pun tidak pernah mencintai dia, jadi kenapa aku harus rela hidup bersama orang yang sama sekali tidak aku cintai?"


"Anta"


"Anta"


"Atau jangan-jangan juga hanya anak pungut persis seperti enardo"


"Anta"


"Anak pungut yang tidak memiliki harga"


Plakkkk


Sebuah tamparan tepat mengenai pipi kanan Anta, sejenak keheningan terjadi.


Enardo yang tadi nya berdiri di depan pintu secepat kilat masuk ke dalam.


Sang Mommy dengan tangan gemetaran menatap wajah Anta penuh penyesalan.


"Sayang maafkan Mommy"


Seketika air mata anta tumpah, dengan langkah cepat dia berbalik, bola mata nya menatap sosok enardo yang berdiri tepat di hadapan nya dengan ekspresi yang tidak bisa Anta pahami.


"Puas kamu sekarang?"


Anta bertanya sambil menatap tajam bola mata Enardo.


"Jika kamu tidak men talak ku dalam waktu 1 bulan, jangan pernah berharap aku akan menjadi istri seperti yang kami harapkan dalam seumur hidup mu"


Setelah berkata begitu Anta dengan gerakan kasar menabrak lengan kiri Enardo, keluar dari kamar itu dan membanting pintu nya dalam sekali hentakan.


Brakkkkk


Seketika semua orang didalam ruangan membeku.


"Enardo"


Mommy anta berusaha mendekati laki-laki itu, mencoba menyentuh wajah enardo, laki-laki itu tampak mengembangkan senyuman nya.


"Semua akan baik-baik saja, Anta hanya butuh waktu untuk sendiri, Aku fikir sebaiknya Mommy dan uncle mendapatkan makan siang lebih dulu"


laki-laki itu terus berusaha tersenyum ke arah 2 orang itu, meskipun sebenarnya hati nya ingin sekali menangis.


Diluar Anta terus lari ke arah depan, meraih kunci mobil nya sambil terus menghapus air matanya.


Gadis itu masuk ke dalam mobilnya lantas melajukan mobil itu ke sembarang arah.


Akhhhhhhh


Anta berteriak histeris didalam sana, menangis histeris sambil terus memukul mobil nya berkali-kali dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.