King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Pertemuan haru bersama dia yang begitu di rindu



Arash terus menuntun Zehra sejak keluar dari mobil mereka hingga menuju ke mansion utama black pearl, masih dengan jutaan rasa penasaran Zahra terus melangkah menuju ke arah dalam.


Tampak saudara perempuan Arash, Lana Lan menyambut kedatangan mereka dengan jutaan senyuman, menyambut Zehra dengan penuh kerinduan,ada sang kakak ipar nya Tristan yang ikut tersenyum ke arah zehra, laki-laki itu mengangguk kan pelan kepalanya dan membiarkan perempuan itu terus melaju masuk kedalam.


Laki-laki tua black pearl, Daddy Arash sang ayah mertuanya yang di awal pertemuan mereka sempat membuat Zehra cukup takut pada nya Tampak melebarkan kedua tangan nya, membiarkan Zehra masuk kedalam pelukan nya.


"Barakallahu fiiki (Semoga Allah memberkahimu) nak"


Ucap laki-laki itu sambil mencium puncak kepala Zehra dengan lembut.


"Amin, InsyaAllah Dad"


Jawab Zehra pelan.


"Masuklah, dia menunggu mu untuk waktu yang sangat lama sekali"


Black pearl tua kembali bicara, melepas kan pelukan nya pada Zehra Dan membiarkan sang menantu masuk menuju ke arah dalam bersama Arash.


Zehra menoleh kearah Arash, perempuan itu masih cukup bingung akan di tuntun kemana langkahnya, Arash mengembangkan senyuman nya, masih menggenggam erat tangan Zehra dan membawa perempuan itu terus masuk menuju kedalam, mulai menaiki anak tangga satu persatu kemudian masuk menuju ke satu kamar dengan nuansa klasik Eropa.


2 pelayan tampak menundukkan kepala mereka, secara perlahan membuka pintu kamar tersebut dan membiarkan Zehra masuk kedalam nya.


Sang istri jelas mengerutkan dahinya, menoleh kembali ke arah Arash.


"Masuklah"


Arash bicara sambil menyentuh lembut kepala Zahra.


"Dia begitu merindukan kamu untuk waktu yang cukup lama"


Arash melepaskan genggaman tangan nya dari Zahra, membiarkan sang istri untuk masuk sendiri kedalam sana, membiarkan mereka menikmati waktu kebersamaan yang terlalu lama tertunda.


Saat mendengar pintu tertutup, wanita itu berkata dengan suara lembut sambil menghentikan kegiatan nya.


"Kamu sudah datang, Anta? Mommy fikir hari ini kamu tidak jadi berkunjung"


Wanita itu bicara sambil melebarkan senyuman nya, mencoba menoleh dan menatap ke arah Zehra.


Seketika kedua bola mata mereka saling menyatu, Zehra seketika membeku, dia jelas kehilangan kata-kata.


"Akhhhhh"


Wanita tua Seketika berteriak tertahan, dia menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangan nya, seketika air mata perempuan itu tumpah dan tidak terbendung lagi.


"Zehra...Zehra...zehra..."


Seketika tangis nya pecah, keheningan tadi berubah secara drastis, wanita itu berusaha untuk berdiri tapi jelas sangat sulit sekali untuk nya, kedua kakinya telah mati untuk waktu yang cukup lama karena perbuatan sang suami, Cullen di masa lalu.


"Mom...."


Sepersekian detik kemudian tangis Zehra pecah, dia berhamburan masuk kedalam pelukan wanita tua itu.


Itu Mommy nya...yan itu Mommy nya yang dia kira telah lama meninggal kan diri nya bahkan dia kira telah tiada.


Tangis anak dan ibu jelas pecah diantara pekat nya langit malam, pelukan itu seolah tidak rela terlepas untuk waktu yang begitu lama.


Zehra terus menangis pilu diiringi suara menyayat hati yang terdengar memecah keheningan malam, menembus lapisan dinding mansion utama black pearl sebab pintu kamar tersebut memang sengaja tidak ditutup dengan rapat oleh para pelayan.


Arash tampak diam, dia memejamkan bola matanya, menikmati tangisan sedih penuh kebahagiaan yang mungkin tidak akan bisa dia dengar kembali di hari-hari lainnya sebab moment ini jelas moment yang tidak akan mungkin bisa dilupakan oleh sepasang anak dan ibunya itu hari ini.