
Beberapa bulan kemudian.
Mansion utama Arash tampak begitu ramai, seluruh anggota keluarga terlihat berkumpul bersama sejak pagi, beberapa orang tampak hilir mudik dengan berbagai macam perasaan didalam diri mereka.
Zehra telah memasuki waktu lahiran nya, awalnya mereka ingin membawa Zehra ke rumah sakit tapi Doktor John berkata Zehra lebih suka mencari ketenangan sendiri dalam menjalankan proses lahiran nya, dia ingin semua keluarga besar bisa masuk dan berkumpul bersama mereka tanpa halangan total keluarga untuk mengunjungi.
Maka akhirnya semua orang menyetujui Zehra melakukan persalinan di mansion utama keluarga mereka.
Anta tampak duduk sambil mengulurkan kakinya, perut perempuan itu sudah cukup membesar saat ini, setelah liburan panjang keliling Indonesia Mereka benar-benar mendapatkan berita bahagia dimana rupanya Anta mendapatkan bonus kehamilan dari Allah.
Enardo tampak sibuk memijat-mijat kaki Anta sejak tadi, sambil laki-laki itu mengobrol dengan Leo tentang beberapa hal.
Zaffa tampak berdiri dengan perasaan cemas di ujung pintu masuk kamar utama Zehra, wajah nya menampilkan kecemasan yang mendalam, Edgard mencoba untuk terus menenangkan sang istri yang terlihat panik.
1 putri Cullen dari sang pelayan tampak mengobrol dengan Aida yang menggendong bayi ditangan nya sambil bola mata mereka terus menatap cemas ke arah pintu kamar.
Beberapa anggota laki-laki tampak duduk di satu sudut ruangan berkumpul di sana.
Mommy Anta, Mommy Zehra dan para keluarga Cullen, keluarga Xavier dan Gideon terlihat berkumpul bersama dengan jutaan perasaan harap-harap cemas sambil sesekali mengobrol soal hal-hal yang sebenarnya mereka tidak tahu apa, sebab fikiran mereka saat ini cukup fokus ke Zehra.
Arash sejak tadi jelas berada di dalam kamar, menemani Zehra dalam masa persalinan nya.
Lana lan tampak menggendong bayi mungil didalam pelukannya, dimana tristan terlihat sibuk mengajak mengobrol sang putri mungil yang belum paham apa-apa itu.
Cukup lama posisi semua orang bertahan dengan keadaan, mungkin sekitar 4-5 jam'an sejak Zehra masuk ke dalam kamar utama bersama sang suami juga para tim Doktor nya.
*******
Didalam sana Arash jelas terus berada disamping Zehra, memberikan kekuatan agar sang istri mendapatkan kekuatan nya dan kesadaran penuh dalam persalinan normal nya dengan menggunakan metode water birth.
Bagi tim dokter hal seperti ini jelas sudah sering mereka hadapi, mereka tetap bergerak tenang serta kompak sejak awal hingga akhir, tapi bagi Arash jelas ini hal pertama untuk nya, dia terus menatap panik Zehra yang sejak tadi Terus berpegangan pada dirinya.
Arash bisa melihat bagaimana sang istri mengeluarkan keringat-keringat dingin nya, mencoba mengatur nafas serta menahan sakit sambil meringis.
"Maafkan aku"
Bisik Arash pelan sambil menempelkan kening nya ke kening sang istri.
Rasa sesal bergelayut di hati nya saat tahu betapa Sulit nya seorang perempuan hamil juga melahirkan seorang anak.
Arash menyentuh lembut wajah Zehra, dia membenahi anak-anak rambut di kening dan pipi Zehra.
"Semua akan baik-baik saja hmm"
Bisik Arash lagi
Zehra tampak menganggukkan pelan kepalanya sambil terus berusaha memeluk Arash, lantas di menundukkan kepalanya, menempelkan kening nya diatas sudut bak tersebut.
Dokter Joyce bicara sambil mengembangkan senyumannya ke arah Zahra.
Zehra mengangguk pelan sambil balik tersenyum menatap doktor Joyce.
Secara harfiah, water birth merupakan proses melahirkan yang dilakukan di dalam air. Selama proses melahirkan di air atau water birth berlangsung, kamu akan berada di dalam sebuah bak atau kolam kecil atau sedikit besar berisi air hangat.
Penggunaan air selama melahirkan ini bertujuan untuk mempermudah prosesnya, sekaligus meredakan rasa sakit dan tidak nyaman yang mungkin kamu alami. Agak berbeda dengan persalinan yang berlangsung di rumah sakit, proses melahirkan di dalam air atau water birth biasanya dilakukan secara alami.
Penggunaan air selama melahirkan ini bertujuan untuk mempermudah prosesnya, sekaligus meredakan rasa sakit dan tidak nyaman yang mungkin kamu alami. Agak berbeda dengan persalinan yang berlangsung di rumah sakit, proses melahirkan di dalam air atau water birth biasanya dilakukan secara alami.
Artinya, kamu tidak akan diberikan obat-obatan, bius (anestesi), maupun operasi caesar. Daya apung dari airlah yang akan memberikan kamu bantuan selama proses water birth berlangsung.
Pada proses melahirkan di dalam air berarti ibu akan memposisikan diri dengan duduk, jongkok, atau pada posisi lain yang membuatnya nyaman untuk mengejan di dalam air.
Metode ini bisa dibilang sangat berbeda dengan metode konvensional yang mana ibu menjalani proses melahirkan dengan berbaring di tempat bersalin.
Dan metode ini harus dengan ilmu kedokteran yang cukup dan tenaga yang ahli, sebab metode water birth mampu menimbulkan bahaya kesehatan.Metode ini harus dari Rumah sakit yang menyediakan jasa ini, juga harus memiliki standarisasi yang jelas, termasuk kriteria apakah seorang wanita bisa melahirkan dengan water birth atau tidak, kolam untuk bersalin harus steril sehingga mencegah kontaminasi, serta pemantauan pada wanita yang akan melahirkan.
"Sebaiknya kamu ikut masuk Arash, kamu bisa membantu nya didalam sana"
Doktor John bicara sambil tersenyum ke arah Arash.
Laki-laki itu mengangguk, dengan cepat mencoba masuk kedalam kolam itu, dia duduk di bawah, membiarkan Zehra memeluk erat tubuh nya dalam posisi tengkurap.
Cukup lama hingga akhirnya hal luar biasa terjadi, secara perlahan bayi mungil itu keluar dan si angkat dengan cepat oleh dokter Joyce, dan beberapa dokter langsung bebagi tugas untuk mengeksekusi Zahra dan bayi nya di waktu bersamaan.
Sepersekian detik kemudian mereka benar-benar mendengarkan suara tangisan sang bayi yang telah mereka tunggu sejak tadi.
Seketika senyuman Arash merekah, dia berdiri perlahan dari posisi nya di bantu oleh doktor john.
"Selamat, bayinya laki-laki"
Bisik doktor John sambil menepuk-nepuk lembut punggung Arash.
"Sudah memiliki nama untuk dirinya?"
Tanya Doktor John pada Arash.
"Heidar... Heidar Zehras De Pearl"
Ucap Arash cepat, bola matanya menatap Joyce yang mulai berjalan mendekati dirinya sambil menggendong sang jagoan kecilnya yang baru lahir itu secara perlahan.