King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 16 A & A



Kebetulan macam apa ini?!.


Nyonya Alima ingin sekali menjerit di dalam hatinya.


dia belum sempat menampar perempuan yang ada di hadapannya itu, tangannya baru saja mencoba melayang-layang ke udara, mengambil aba-aba untuk bergerak dengan cepat dan dia baru saja memberikan aba-aba pada diri sendiri untuk menampar perempuan itu dengan cara yang begitu kencang.


Atas rasa tidak suka dan benci karena ingatan dimasa lalu bagaimana perempuan tersebut mampu memporak-porandakan hati Adalrich, mulai mengabaikan perintah nya dan memilih tidak menerima Ilse Kock sebagai calon menantu pilihan nya.


tapi alih-alih berhasil melakukan apa yang diharapkan nya, perempuan itu..ah tidak siapa nama nya? Adeline... yah Adeline sialan itu tiba-tiba roboh dan jatuh pingsan begitu saja tepat dihadapan nya.


Bayangkan bagaimana perasaan nyonya Alima ketika dia belum juga mampu melakukan kejahatannya tiba-tiba putranya telah datang dan melihat dari segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.


Seolah-olah dia baru saja menampar perempuan tersebut hingga tidak sadarkan diri.


Sial.


Dia mengumpat sambil mengeram didalam hati.


Perempuan itu bagaimana bisa tiba-tiba pingsan di timing waktu yang sangat tepat.


Batin nya lagi.


"A...dalrick"


Wanita paruh baya lebih itu bicara dengan nada gemetaran dan tercekat saat dia mendapati Putra nya kini berjalan dengan langkah tergesa-gesa dan penuh kemarahan mendekat kearah dirinya dan semua orang.


Beberapa penjaga dan pelayan terlihat ikut berhamburan keluar mendekati mereka, bisa di lihat wajah panik semua orang saat ini memenuhi seluruh area belakang mansion mewah dengan luas halaman yang Sulit dijabarkan dengan kata-kata ukuran nya.


Meskipun dia ibu nya, Adalrich tidak akan segan-segan memberontak dan menghancurkan dirinya karena mereka sejak awal tidak pernah memiliki kedekatan batin layaknya seorang ibu dan anak.


Begitu melahirkan Adalrich, semua urusan anak itu di selesaikan oleh pelayan kepercayaan nya, dia tidak pernah benar-benar dekat dan mengurus Adalrich, sebab kelahiran Adalrich kala itu bukan menjadi harapan nya.


Perjodohan yang di bangun oleh orang tua nya membelenggu dia pada ikatan pernikahan yang tidak dia inginkan, dia mencintai laki-laki lain di ruang lingkup istana dan tidak pernah menyukai suami nya saat itu.


Namun perbedaan kasta yang tinggi membuat dia mau tidak mau menerima pernikahan tanpa cinta, berakhir melahirkan anak yang tidak pernah dia harapkan.


Dulu Adalrick mematuhi nya karena perintah sang suami, namun sejak kematian Adeline semua telah berubah drastis.


Apalagi saat suami nya tahu soal rencana dirinya dan Ilse Kock untuk menyingkir kan Adeline, membuat dia kehilangan kuasa untuk memegang kendali atas Adalrich melalui tangan laki-laki tua tersebut.


Meskipun tidak tahu betapa pentingnya Adeline untuk suaminya, tapi laki-laki tua dan bodoh itu benar-benar mengabaikan nya bersama Adalrich setelah peristiwa malam kelam 5 tahun yang lalu.


Memang nya pengaruh apa yang dibawa perempuan sialan itu pada kehidupan kami?!.


"Apa yang ibu lakukan kali ini?"


Adalrich bertanya ketika tiba tepat dihadapan nya, laki-laki itu terlihat begitu marah, dengan bola mata yang memerah dan rahang yang mengeras, Adalrich menampilkan ekspresi penuh kebencian dan Kemarahan kepada nyonya Alima.


dia menggenggam erat lengan tangan nyonya Alima dengan penuh kengerian, menampilkan ekspresi wajah penuh emosi yang menggebu, seolah-olah seperti sebuah gunung Merapi yang siap menumpahkan larva panas nya saat ini juga.


Meskipun tahu tingkat kemarahan Adalrich, nyonya Alima berusaha untuk berdiri tegak dengan angkuh seperti biasanya.


dia menepis tangan putra nya karena seorang ibu pantas melakukan nya.


wanita itu tidak menampilkan sisi takut dan lemah nya di hadapan putranya tersebut, karena dia adalah ratu dirumah mereka, Nyonya Alima pikir bagaimana mungkin dia harus kalah hanya karena seorang jendral yang ditakuti oleh semua orang yang adalah putra kandung nya sendiri.


"Kau menyimpan ular betina di mansion mi selama 5 tahun lebih? menyembunyikan pada semua orang soal kematian palsu Adeline?"


Wanita itu bertanya sembari menatap kearah Adalrich, menunggu jawaban pasti soal perempuan yang jatuh pingsan tersebut.


"bahkan berani-beraninya kamu membohongi semua orang termasuk ibu mu"


Kali ini Nyonya Alima mengeram, menatap Adalrich dengan tatapan penuh kemarahan.


"Dia bukan Adeline"


Sebaris kalimat yang dilontarkan oleh Adalrich seketika membuat nyonya Alima terkejut setengah mati, bola matanya langsung membulat, menatap tidak percaya atas ucapan Adalrich barusan soal Perempuan yang tergeletak tidak berdaya tersebut.


"Apa?"


Tanya nya dengan suara bergetar.


"Dia putri salah satu orang penting di bagian istana negara, jangan kembali membuat malu keluarga karena kebodohan ibu dan Ilse Kock seperti dimasa lalu'


Lanjut Adalrich lagi.


Lagi nyonya Alima terkejut mendengar ucapan putra nya.


"Kau bilang apa?"


Alih-alih menjawab ucapan Ibunya, Adalrich langsung menyambar tubuh Adeline, dia menggendong Perempuan tersebut dengan cepat ala bridal style, kemudian Adalrich langsung berdiri kembali dihadapan ibu nya sembari kembali berkata.


"Jangan pernah menyentuh nya meskipun seujung kuku ibu atau Ilse Kock, kali ini aku tidak main-main dengan ucapan ku, bahkan aku tidak akan menyesal jika harus mencongkel jantung ibu keluar dari dalam tempurung nya sekalipun"


Ucapan dingin dan datar yang di ucapkan Adalrich seketika membuat kaki nyonya Alima bergetar, dia menatap tidak percaya kearah Adalrich yang memberikan peringatan mutlak kepada dirinya.


Seolah-olah api kemarahan besar benar-benar menyala di balik wajah tampan kharismatik tersebut.


Setelah berkata begitu Adalrich langsung melangkah pergi membawa perempuan itu menuju kearah sisi barat, meninggalkan nyonya Alima yang mematung tanpa kata.


Nyonya Alima masih terlihat bingung atas jawaban tidak disangka yang di berikan oleh putra nya tadi.


Putri siapa?.


Itu menjadi pertanyaan besar dikepala nya saat ini.


Jika itu bukan Adeline maka siapa?!.


Putri salah satu orang penting?!.


Dengan wajah serupa dan sangat mirip dengan Adeline?!.


Tunggu dulu.


Wanita itu butuh penjelasan panjang lebar atas apa yang barusan dia dengar.


Dia pikir dia bukan orang yang bodoh, bagaimana bisa dimuka bumi ini ada manusia dengan sosok dan wajah yang sama bisa masuk ke dalam satu kehidupan seseorang secara kebetulan.


Hanya ada 2 kemungkinan besar yang masuk akal yang bisa di simpulkan oleh orang awam seperti dirinya.


Pertama perempuan itu bisa jadi memang benar adalah Adeline, yang masih hidup dan disembunyikan oleh Adalrich.


Kedua mereka mungkin adalah saudara kembar yang terpisahkan atas alasan tertentu.


Seketika nyonya Aline menyentuh kepalanya, dia hampir jatuh jika pelayanan nya tidak buru-buru menyambar Tubuh nya dan menahan tubuhnya ke tubuh Wanita tersebut.


Hahhhh.


dia menghela kasar nafas nya dengan penuh kekesalan.


"Kau dengar ucapan nya tadi? itu sangat tidak masuk akal"


pekik Nyonya Alima kemudian dengan perasaan dongkol.