King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Didalam kemarahan



Arash jelas begitu marah mendengar ucapan Edward pearl junior, dengan kemarahan yang membuncah dia menyambar kunci mobilnya dengan cepat, lantas dia melesat menuju ke arah di mana mobil nya terparkir dan memutuskan untuk menetralisir perasaan nya sesuai yang Tristan ucapkan pada nya.


"Aku tidak suka ada pertikaian antar saudara, fikirkan kembali perasaan mu Arash, jika kamu memang tidak mencintai Zehra maka ada baiknya kamu melepaskan dia, menceraikan dirinya dan biarkan dia menikahi laki-laki lain dan memimpin Cullen bersama Edgard"


"Tapi jika kamu mencintai Zehra, kamu akan tahu kemana diri mu akan menuntun hati mu, sejatinya hati tahu dimana letak pemilik nya dan dia tahu tindakan apa yang harus dia ambil sebaiknya"


Arash memukul stir mobil nya dengan perasaan kesal, dia berteriak beberapa kali di antara kesunyian malam.


Cinta... cinta...cinta...!!!!


Fu..ck.


Umpat Arash kesal.


Dia menggeram jengkel dan penuh kemarahan.


Kenapa semua orang berkata jika itu adalah cinta? Bagi Arash itu hanya lah sebuah kata simpati karena dia menginginkan sesuatu dari Zehra, lantas berubah menjadi kekhawatiran, dan berniat untuk melindungi. Bagaimana hal seperti itu bisa dibilang cinta fikir nya.


Laki-laki itu terus membawa mobil nya menembus pekat nya langit malam, seolah tidak tahu kemana tujuan nya, hingga pada akhirnya membawa diri nya melesat menuju ke salah satu klub malam elit di jantung kota Paris.


Seketika Arash berusaha untuk menghubungi Leo, cukup lama dia membuat panggilan nya, hingga akhirnya terdengar sebuah jawaban dari seberang sana.


"Ya tuan?"


"Carikan aku seseorang yang bisa menemani ku untuk menghabiskan waktu"


Tanpa berfikir 2-3 kali sang tangan kanan kepercayaan Arash itu langsung menjawab.


"Baik Tuan"


Setelah itu Arash langsung menutup panggilan nya.


Laki-laki itu tampak melempar handphone nya ke sembarang arah, bola mata nya terus fokus menatap ke depan sambil sebelah tangannya fokus menyetir dan sebelah nya lagi tampak bersandar ke pintu mobil sambil jemari nya sesekali menggesek ujung bibirnya.


Arash menarik perlahan nafasnya, rahangnya mengeras sambil giginya terus saling mengerat sejak tadi.


Arash menghentikan mobil nya di gerbang depan klub, melempar kan kunci mobil nya ke salah satu petugas yang sudah dia kenal, lantas secepat kilat Arash masuk ke dalam club malam tersebut tanpa banyak bicara.


Setiap perempuan disana yang tahu betul siapa Arash langsung berlomba menyerbu laki-laki dingin itu. Meskipun terlihat dingin dan tidak berperasaan, Arash jelas menjadi idola karena kharisma dan rupa nya, sangat sulit untuk bermalam dengan laki-laki itu sebab sang tangan kanan kepercayaan nya jelas begitu selektif memilih perempuan untuk menjadi teman kencan nya.


Beberapa penjaga dan pekerja disana langsung menundukkan kepala mereka begitu sadar siapa yang barusan saja masuk ke dalam club mereka.


Seorang perempuan cantik langsung melesat mendekati Arash.


"Sudah mendapatkan bidak catur nya?"


perempuan cantik itu bertanya sambil memasukkan cepat tangannya ke dalam lengan Arash.


Alih-alih menjawab, Arash langsung berkata.


"Berikan aku kamar nya"


Perempuan itu seolah-olah tahu jika sang pimpinan penerus black pearl sudah mendapatkan pasangan nya, dia mengedipkan sebelah matanya lantas melepas kan genggaman tangan nya dari lengan Arash.


"Aku akan mengantar mu ke ruang VVIP elite room nya, sayang"


Perempuan itu berjalan mendahului Arash, bicara cepat melalui earphone di telinga nya.


"Tuan Arash memilih kamar nya"


********


Catatan \=


Entahlah.....Arash.... diri ku sebagai Author yang menciptakan diri mu pun sesungguhnya dongkol pada mu,apa lagi orang lain.


Kapan kamu sadar soal perasaan kamu sendiri huh?????


😡😡😡😡🥵🥵🥵👹👹👹😤😤😤😤