
Seketika Zehra tenggelam dalam ciuman hangat dan dalam itu, dia memejamkan perlahan bola matanya, menikmati setiap sentuhan yang di ciptakan oleh Arash.
Seperti biasa laki-laki itu selalu mampu membuat Zehra terbuai dan terlena didalam kelembutan permainan sang suami, laki-laki itu selalu tahu bagaimana cara menyuguhkan sentuhan penuh cinta untuk dirinya. Perbedaan nya jika hingga kemarin Arash selalu bergerak sesuka hatinya tanpa bertanya, kali ini Arash bertanya seolah-olah izin Zehra jelas di butuhkan oleh nya.
Ciuman lembut itu lama-lama menghangat, menciptakan rasa panas dalam cuaca dingin yang terus menerpa di luaran sana, Arash bahkan mulai menyapu seluruh bibirnya lantas dengan gerakan lembut mulai mengabsen rongga mulut Zehra, seperti biasa laki-laki itu terlalu pandai mengajak nya membelit lidah, membuat Zehra ikut bergerak teratur didalam sana.
Dikala Tangan kanan sang suami bergerak lembut di antar cuping telinga dan belakang lehernya, belitan lidah didalam sana semakin menggila dan tangan kiri sang suami bahkan dengan lincah membuka satu persatu penutup tubuh Zehra, satu persatu terbuka dengan sempurna lantas membuang semua pakaian Zehra ke arah sembarang tempat.
Ketika tautan bibir itu dengan cepat Arash lepaskan, dalam hitungan detik laki-laki itu mengabsen tiap inci dagu hingga naik ke sudut lehernya.
Dan seketika Zehra mengeluarkan suara legu..han indah nya, terdengar penuh gairah, cukup memabukkan untuk Arash yang mendengar nya.
Seketika bibir itu menyesap ujung leher Zehra, mencoba membuat tanda berwarna disana.
"Arash"
Desah Zehra.
Dia ingin berkata jangan buat warnanya disana sebab dia takut Edgard curiga soal kehadiran Arash, tapi yang keluar malah suara ******* yang begitu memalukan.
Arash tampak mengulum senyumannya, dengan gerakan cepat laki-laki itu mulai membuka seluruh pakaiannya dan membuang nya ke sembarang arah.
Lagi-lagi laki-laki itu bermain disepanjang leher jenjang Zehra, menyesap, menyapu bahkan menggigit nya lembut penuh rasa geram.
Kemudian Arash mulai turun dengan lembut ke arah dada Zehra, dengan gerakan penuh cinta laki-laki itu mulai menyapu secara bergantian 2 benda berharga yang tercipta begitu sempurna itu, begitu indah, terlihat semakin padat dari sebelumnya.
Arash mulai bermain disana, menyapu ariola nya hingga menyesap niple milik Zehra secara perlahan dan bergantian, semakin kencang dan cepat Arash menyesap benda berwarna pink itu, semakin Zehra merasa menggila.
"Akhhhh, Arash"
Zehra terus mengeluarkan suara rengekan manja nya, dia *******-***** rambut Arash secara reflek dengan kedua tangan nya sambil tubuh itu terus menggeliat dengan sempurna.
Apalagi saat Arash mulai menyapu turun lidah nya menuju ke arah perut dan pusarnya,.jelas membuat Zehra memekik kaget karena dia merasa seolah-olah sebuah aliran elektromagnetik melesat naik dari bawah hingga menghantam ke ubun-ubun nya.
"Akhhh no honey"
Kalimat itu refleks keluar begitu saja dari bibir Zehra, membuat Arash merasa begitu bahagia.
Laki-laki itu semakin bersemangat menurunkan lidahnya hingga ke bagian bawah sana, bagian inti yang selalu menjadi candu baginya sejak awal dia bertemu Zehra, tidak ada orang lain yang mampu membuat dirinya begitu menginginkan nya.
Begitu lidah itu melesat masuk bermain dibawah sana, seketika bola mata Zehra membulat, tingkat Adrenalin Zehra naik seketika, perempuan itu bergerak spontan menggerakkan tubuhnya dan mencoba me mundur tubuhnya, tapi Arash dengan lincah menarik pinggul Zehra hingga tidak bisa bergerak lebih jauh dan membuat Arash semakin lancar menggerakkan lidahnya maju dan mundur didalam sana.
"Ohhh no .."
Rengekan Zehra seketika memenuhi kamar tersebut.
"Arashhh akhkkkkkk"
Zehra secepat kilat meremas Sprei kasur kiri dan kanan nya.
Realita nya semakin Zehra mengeluarkan legu..Han, desa..Han hingga suara-suara racauan lainnya, malah semakin membuat gencar Arash memainkan lidah nya di bawah sana.
Lidah laki-laki itu terus memaju mundurkan aksinya, semakin sang istri meneriaki nama nya dan memberikan suara-suara memabukkan telinga nya dan semakin Arash bergerak menggila,hingga akhirnya Zahra merasakan jika Sesuatu akan keluar dari arah bawa sana.
"Arash..."
Desah nya cepat.
Arash yang tahu ini waktunya pelepasan Zehra, malah semakin mempercepat gerakan lidahnya.
"Tumpahkan lah sayang"
ucap Arash pelan lantas terus bergerak di bawah sana.
dan benar saja, Zehra bisa merasakan jika dia sampai pada titik pelepasan nya.
Tiba-tiba Arash naik ke atas nya, bergerak begitu lembut dan kembali menautkan bibir mereka sejenak.
"Aku akan masuk hmm?"
Bisik Arash lembut sambil menatap dalam wajah Zehra.
Meskipun mereka sudah sering melakukannya, tapi tidak tahu kenapa bagi Zehra kali ini perlakuan Arash membuat dirinya begitu merasa di cintai.
"Hmmm"
Zebra mengangguk perlahan.
"Jika ini mengganggu kehamilan kamu dan terasa tidak nyaman, katakan pada ku hmm"
Zehra lagi-lagi mengangguk.
Sepersekian detik kemudian Arash kembali melu.mat bibir Zehra dan secara perlahan di bawah sana masuk dengan cara yang begitu lembut.
"Akhhhh"
Zehra sempat mengeluarkan suara syahdunya yang bagaikan Alunan simponie merdu yang mampu membuat Arash menggila.
Laki-laki itu mendorong miliknya dibawah sana agar masuk dengan sempurna ke dalam milik Zehra, hingga akhirnya berhasil terbenam dengan sempurna.
"Oh... baby"
Seketika Arash Mende..sah, sebab dapat dia rasakan bagaimana milik Zehra meremas milik nya tanpa basa-basi.
hingga akhirnya Arash mulai menggerakkan pinggulnya, mencoba memaju mundurkan miliknya dengan sempurna.
Arash berusaha untuk tidak menekan tubuhnya ke atas tubuh Zehra, dia begitu takut melukai sang istri yang tengah hamil muda.
Pompahan Arash secara perlahan mulai di percepatnya,hingga membuat tubuh Zehra bergetar dalam menerimanya, suara indah Zehra terus memenuhi ruangan kamar tersebut, bahkan sang istri berkali-kali menancap kan kuku-kuku nya ke kulit tubuh Arash.
"Hmmm honey"
Racauan Zehra terus terdengar begitu indah di balik telinga Arash, hingga membuat laki-laki itu semakin mempercepat pompahan nya namun tidak melupakan bagaimana menjaga agar tidak berlaku berlebihan mengingat ada bayi mungil yang begitu Arash harapkan di dalam perut sang istri.
Semakin Arash memompanya naik dan turun, semakin zebra mencoba mencari pegangan, dia Fikir lagi-lagi dibawah sana akan keluar, Arash yang menyadari Zehra akan sampai kembali pada puncaknya, Arash dengan gerakan cepat menggenggam telapak tangan Zehra.
"Arashhh...aku akh.."
Lagi-lagi Zehra men..desah.
"Bersama"
Bisik Sang suami.
Hingga pada akhirnya Zehra bisa merasakan sesuatu di bawah sana kembali tumpah, Arash masih terus memacu, mengejar dirinya untuk sampai pada pelepasan nya. Hingga akhirnya bisa dia rasakan jika ini waktunya Arash mendapatkan pelepasan nya juga.
"Oh baby"
Arash mendesah lembut, membiarkan sesuatu dibawah sana tumpah hingga akhir, lantas secara perlahan Arash merapikan anak-anak rambut Zehra, menatap bola mata itu yang tampak begitu cantik dan malu-malu.
"I love you"
Ucap Arash sambil mengulum senyuman, kemudian secara perlahan Arash mencium kening, pipi kiri dan kanan Zehra lantas mencium bibir sang istri dengan penuh cinta.
Bola mata zehra Tampak berkaca-kaca, dia mengalungkan tangannya ke lehernya Arash sambil membalas ucapan sang suami dengan penuh cinta.
"I love you too"
Setelah berkata begitu Zehra langsung melesat kan bibirnya ke bibir Arash, memberikan sentuhan penuh cinta untuk beberapa waktu.
"Sayang, kamu akan membuat nya kembali menginginkan nya"
Ucap Arash dengan godaan nya.
Zehra terkekeh kecil, mencubit perut Arash lantas masuk kedalam pelukannya.
******
Lubuklinggau 3 Oktober 2021
maafkan lah diri author yang kasih bonus hareudang pagi-pagi.
yang berdua mari merapat, yang sendiri maafkan lahππ»ππ»πππ€£π€£π₯°π₯°πππ
apalah arti nya author tanpa readers nya
apakah arti nya penulis tanpa pembaca nya dan
apalah arti nya saya tanpa kalian semua
Love you selangit cakrawala
Salam sayang dan cinta
Eva Hye Seung
π₯°π₯°β€οΈβ€οΈβ€οΈππππππππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ