King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Perjalanan indah bersama



Sejak semalam Anta terus sibuk mengepak beberapa pakaian didalam koper mereka, pagi ini rencana keberangkatan dia dan Enardo ke Indonesia, kali ini Anta benar-benar ingin menghabiskan waktu liburan penuh di Indonesia, sebab sudah cukup lama dia tidak mengambil sesi berlibur sejak di bangku kuliah semester ke Dua nya dulu.


"Hmmm 1 Minggu?"


Anta bertanya pelan setelah menyelesaikan pekerjaan nya.


"Kenapa? apa satu Minggu tidak cukup?"


Tanya Enardo sambil membantu Anta mengancing kan koper mereka.


"Itu lumanyan lama bukan? apa harus di tambah lagi beberapa hari? mau 10 hari? atau 2 Minggu?"


Tanya Enardo lagi cepat sambil mengeluarkan koper mereka keluar kamar.


Anta tampak berdiri sambil berfikir, bola matanya berputar sejenak sambil jari tangannya menepuk-nepuk bibirnya.


Enardo terlihat terkekeh melihat ekspresi Anta yang terlihat lucu.


"Sayang lupakan saja,kita akan fikirkan setelah tiba di Indonesia"


Setelah berkata begitu enardo langsung mendorong Anta ke arah depan.


"Tidak apa-apa memikirkan nya setelah tiba di sana?"


Anta bertanya sambil menoleh kebelakang, membiarkan Enardo terus mendorongnya ke depan.


"Tidak apa-apa"


"Apa kita akan langsung berangkat?"


"Hmmm"


"Mommy dan yang lainnya sudah berangkat?"


"Hmmm sudah dengan pesawat pribadi yang pertama"


"Jadi yang di pesawat ke dua hanya kita saja?"


"Kita, ada para pramugari dan asisten pribadi"


"Berapa jam perjalanan nya?"


"Sayang, kenapa kamu tegang sekali? rileks"


Enardo mengulum senyum melihat ekspresi lucu Anta, sejak semalam gadis itu terlihat begitu panik menghadapi perjalanan ini.


"Ini perjalanan pertama ku ke Indonesia, rasa nya cukup deg-degan"


"Tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan, semua akan baik-baik saja"


Bisik Enardo lantas membiarkan Anta duduk di atas salah satu kursi di dekat mereka.


Saat anta duduk, Enardo ikut duduk di hadapannya.


"Coba tarik nafas lalu buang"


Ulang Enardo lagi.


"Perjalanan nya tidak lebih 1 x 24 jam, didalam pesawat pribadi akan terasa seperti di dalam rumah sendiri"


Ucap Enardo kemudian lantas meraih telapak tangan Anta secara perlahan.


"Anggap saja kita sedang menikmati liburan terbaik bersama, ada banyak orang-orang disekitar kita hmm"


"Ada aku yang akan selalu menggenggam tangan mu, kemana pun ingin pergi katakan pada ku hmm, semua akan baik-baik saja"


Anta diam sejenak, lalu gadis itu mengembangkan senyuman nya lantas dia menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Come"


Enardo langsung berdiri, mengulurkan tangannya dan menunggu gadis itu menyambut tangan nya dengan hangat.


Anta ikut berdiri secara perlahan, menerima uluran tangan tersebut lantas mulai mengikuti langkah Enardo menuju ke arah depan.


*******


Sejenak Anta memperhatikan interior pesawat jet pribadi milik Enardo, dia menoleh ke arah laki-laki itu beberapa waktu.




"Kita akan naik pesawat ini?"


Tanya Anta cepat.


"Hmm, apa tidak nyaman?"


Enardo bertanya cepat.


Buru-buru anta menggeleng.


"Bukan begitu, hanya saja kita tidur di kasur yang sama lagi?"


Enardo tampak mengulum senyumannya.


"Kita pasangan suami istri, kenapa harus tidur di kasur yang terpisah?"


Anta tampak menggigit bibirnya.


"Bukan kah liburan ini termasuk bulan madu pertama?"


Goda Enardo lagi sambil menjahili hidung Anta.


"Malam pertama nya mau di pesawat atau di hotel Indonesia?"


Enardo bertanya sambil berbisik ke telinga Anta sebelah kiri.


Mendengar ucapan Enardo,Seketika wajah Anta memerah.


Enardo terkekeh, lantas langsung melesat menuju ke arah depan, berbicara pada pilot dan co pilot pesawat untuk memastikan keadaan.


Anta sejenak menelan Saliva nya, dengan perasaan malu dia menepuk-nepuk wajahnya.-