King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Memulai permainan nya



"Menjauh dari Arash,tidak ada pernikahan dan naik menjadi ratu mafia"


Zehra menyepakati semua itu bersama Edgard sejak kemarin, jelas itu merupakan keputusan paling sulit yang harus dia ambil sejak kemarin.


Realita nya seluruh ingatan nya mulai kembali, dia telah ingat siapa diri nya, siapa Daddy nya, siapa Mommy nya dan bagaimana kehidupan nya selama ini.


Dan kepergiannya kali ini, menerima permintaan edgard hanya untuk menjauh dari kehidupan Arash, terdengar begitu kejam tapi Zehra tahu tidak ada cinta di bola matanya, sejak awal Arash mungkin memang benar memanfaatkan dirinya.


Sejak awal niat Arash menikahi nya hanya untuk Membuat dirinya mendonorkan sumsum tulang belakang nya untuk kakak nya zaffa dan mengirim nya kembali ketempat asal nya.


Tidak ada cinta, tidak ada keinginan untuk mempertahankan diri nya dan tidak ada kerinduan yang dia lihat di balik bola mata itu.


"Apa kamu pernah mencintai ku?"


Satu baris pertanyaan itu pernah dia lontarkan dari balik bibir nya kepada Arash, tidak ada jawaban, bola mata Arash Hanya menatap diri nya dalam waktu yang lama, begitu Sulit dia tebak dan terlalu jauh untuk di jangkau oleh nya.


Karena nya malam itu dia berkata.


'Disini seperti dunia asing untuk ku, bahkan aku tidak bisa mengenali kamu dengan baik, kita seperti orang asing yang bertemu lantas menjadi orang asing meskipun sudah bersama, ada banyak rahasia di antara kita juga tidak ada cinta di bola mata ini untuk ku, Arash"


Seandainya saja saat itu Arash menjawab.


"Jangan pulang"


Hanya dua kata itu saja yang keluar dari bibirnya, mungkin zehra masih akan bertahan di samping nya,tapi realita nya Arash jelas tidak pernah menginginkan nya.


"Mari memulai nya"


Tiba-tiba suara edgard mengejutkan Zehra.


Laki-laki itu berdiri tepat di samping kanan zehra, menarik busur panah yang ada di tangan nya.


Zehra jelas telah berpakaian rapi, mengambil busur panah serta anak panah yang si berikan oleh seseorang dari sisi kiri nya.


"Berapa orang yang bermain?"


Zehra bertanya lantas mulai meletakkan Arrow ke busur nya.


"6 Lawan 6"


Jawab edgard tanpa menoleh ke arah zehra.


Zehra mulai menarik anak panah nya, bola mata nya terus menatap fokus kedepan.



"Mana yang paling menarik?"


Tiba-tiba edgard menoleh ke arah Zehra.


"Aku buka type pembunuh, tapi jika dalam keadaan terdesak, mau tidak mau aku akan melakukan nya"


Setelah berkata begitu zehra mulai melesatkan anak panahnya


Srrttttttttt



Csshhhhhh


Tepat mengenai sasaran.


Edgard tampak menaikkan ujung bibirnya.


"Karena itu tidak heran Cullen lebih memilih mu dari pada putrinya yang lain"


Zehra tidak menjawab sama sekali ucapan edgard, bola mata nya terus menatap kedepan.


Beberapa orang mulai bergerak dari samping kiri dan kanan mereka, bersiap mengambil ancang-ancang untuk melesat lari kedepan menembus hutan belantara.


"Mari memulai petualangan pertama"


Ucap edgard.


Sepersekian detik kemudian sebuah letusan Tembakan terdengar memekakkan telinga, edgard melesat tepat mendahului Zehra.


Zehra terlihat begitu tenang, belum beranjak tapi terus menatap para lawan dan kawan bermain bersama nya, melihat ke arah mana 11 orang itu akan bergerak termasuk edgard.


Dalam beberapa waktu zehra mulai meraih Anak panahnya, dengan sekali hentakan dia bergerak bagaikan angin, mulai ikut masuk menuju ke dalam hutan dan ikut bergabung didalam permainan mematikan yang dulu pernah Daddy nya berikan kepada nya saat dia masih anak-anak.


Mari kita mulai permainan nya.