King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Dalam cinta



Percaya gak Mak? Adeline dan Adalrich Kisah paling sulit, seringkali kehilangan arah dan stop dijalan karena bingung mau dibawa ke kiri atau ke kanan.


sementara coba baca ini Mak sembari nunggu Adeline dan Adalrich.



******


Malam ini


23.45 pm


Jalanan hutan.


Dalam gelap nya malam yang mencekam ditemani angin dingin yang menembus tiap sendi dan tulang,tampak sebuah mobil melewati jalanan hutan menuju ke suatu tempat yang belum dia ketahui dimana, tampak seorang gadis cantik dengan dandanan acak-acakan dan juga feminim terlihat begitu kacau, air matanya sejak tadi tumpah tanpa dapat dia bendung kembali.


Terus terpatri dalam ingatannya bagaimana orang-orang mencoba menekan keadaan nya, sang bibi yang menatap nya tidak suka, juga gadis keluarga Gideon yang begitu membenci nya dan calon ibu mertua yang tidak menyukainya karena menganggap dia tidak pantas bersanding dengan anaknya, dan terakhir calon suami yang begitu jijik menatap wajahnya dan mencoba untuk menekan keadaan nya karena gosip yang berkata jika dia bukanlah seorang perawan di keluarga Gideon.


Yahhh dia memang bukan seorang perawan, dia pernah diperkosa oleh teman SMP nya saat masih di Manhattan atas perintah seorang gadis yang iri dengannya yang tidak lain anak bibinya juga sepupunya, tapi berita yang dihembuskan adalah jika dia begitu liar dan nakal saat tinggal disana, dia bahkan sering tidur dengan pria manapun yang dia suka dan itu membuat sang calon suami begitu jijik dengan nya, lalu penyebar gosip itu tentu saja sang gadis Laura yang berharap bisa naik ke atas ranjang pria itu menggantikan dirinya.


Sebenarnya dia masih bisa menahan semuanya, tapi sebuah ancaman telak dia terima hampir 1 bulan ini, belum lagi Beberapa hari yang lalu saat sang calon suami naik ke kasur dengan perempuan lain,bercumbu mesra dan bermesraan dengan perempuan mana yang tidak dia kenal membuat sakit hari Lana.


Sejak awal dia tahu pria itu adalah CEO berhati iblis,kejam dan begitu dingin, bebas memilih gadis bahkan perempuan manapun yang dia sukai, pria itu tidak pernah menyukainya dan hanya bersikap pura-pura baik padanya karena pria itu tidak mau kehilangan seluruh warisan nya di keluarga Aries hingga mau menerima perjodohan yang dibuat kakek pria itu dan paman nya Ferdinan.


Dan dia bermimpi terlalu tinggi untuk dapat memiliki pria itu dalam dirinya, hingga kenyataan pahit dia dapatkan beberapa malam kemarin. pria itu tidak Sudi menyentuhnya dan memilih tidur bersama orang asing.


Pada akhirnya karena rasa kecewa yang memuncak dia melarikan diri dari semua orang, niat nya hanya melarikan diri entah kemana saja untuk beberapa waktu tapi rupanya sang sepupu kembali menjebaknya, menyeretnya ke sebuah tempat yang dia tidak kenal dimana, disekap di sebuah gudang tua dan lagi-lagi nyaris dilecehkan oleh beberapa pria kirimannya. Dia benci ke tidak berdayaannya, dia benci dirinya yang kemah, dia sangat benci pada diri nya sendiri saat ini. Dia selalu berfikir seandainya dia jauh lebih kuat, bisa membangkang dan menghabisi mereka semau yang menindas nya, termasuk tuan Tristan Xavier sang calon suami yang seperti iblis.


Dia akhirnya dapat melarikan diri, mencoba menerobos seluruh wilayah yang dia tidak paham ke arah mana, membawa mobil yang tergeletak di pinggir gudang tua. dia fikir dia harus bisa keluar dari sana hidup-hidup, bahkan jika pun harus mati tetap harus keluar dari sana dan mati dengan cara paling terhormat.


"Lana Lan dimana kau?"


"Terdengar suara yang begitu panik di balik telinga nya"


Dia mencoba menghubungi sang saudara terbaiknya, Helena


"Aku fikir tidak akan kembali dengan selamat, Helena"


Lana bicara sambil menangis seseguhan


"Aku mendapatkan posisi mu,kita tidak terlalu jauh"


pekik perempuan itu dibalik ponselnya


"Tunggu aku"


"Helena, jika sesuatu terjadi pada ku. berjanjilah pada ku untuk membawa pulang dia kerumah"


"No... Lana no..."


Ciiiiitttttttt


terdengar suara rem yang begitu memekakkan telinga


Brammmmm


blaasshhh


Duaarrrrrr


"Lanaa....."


*******


Disisi lain.


Lara tampak berusaha lari sekuat mungkin untuk menghindari para pengawal dari pria hidung belang yang telah membelinya. Dia telah di jual oleh Ayah angkat nya demi sebuah cek bernilai 1 milyar rupiah.


"Sialan"


umpat lara, mencoba menghajar beberapa pria itu kemudian berlarian sekuat tenaga menyusuri hutan belantara, dengan telanjang kaki dan berjalan terseok-seok untuk menyelamatkan diri.


"Dasar Pe.la cur jaha.nammmm, tangkap gadis itu hidup-hidup, aku tidak rela kehilangan uang 1 milyar ku tanpa menidurinya lebih dulu"


seorang pria berkepala plontos berusia sekita 50 tahunan tampak marah dan kesal, memerintahkan Beberapa anak buahnya agar mengejar Lara


"Tuhan.... aku tidak pernah meminta apapun dari mu, jika masih ada kesempatan aku hidup hingga hari esok, maka aku mohon beri aku kehidupan baru yang jauh lebih layak"


Lara terus berlari menghindari kejaran orang-orang itu, dia tidak lagi peduli dengan keadaan,cuaca bahkan gelapnya malam, yang dia pedulikan hanya lah menyelamatkan dirinya dari mereka semua, dia tidak Sudi kehilangan harga diri dan ditiduri pria tua yang sudah memiliki banyak istri itu.


Sesaat dia masih berusaha untuk lari dengan semua tenaga, tiba-tiba dari arah depan sebuah mobil dengan kecepatan penuh melaju ke arahnya, seketika lara terkejut mencoba menutup wajahnya ketika cahaya dari lampu mobil itu menyilaukan matanya, mobil itu mencoba mengerem dengan sekuat tenaga nya.


Ciiiiittttttt


mobil itu mencoba menghindari dirinya namun setengah tidak berhasil,dalam sekejap bola mata mereka bertemu pandang. Lara seketika membeku


"Lana Tan"


jerit nya sekuat tenaga saat tahu siapa sosok yang ada di dalam mobil itu


yah wajah yang sama persis dengan wajah nya itu tampak ikut terkejut, wajahnya diliputi kegelisahan mendalam, bola matanya seketika membulat saat melihat dirinya.


kemudian.


Brammmmm.


blaasshhh.


Duaarrrrrr.


Lara terpental cukup jauh, Sedang kan mobil itu menghantam pembatas jalan, berada di tepi jembatan dan hampir jatuh ke jurang,dimana di bawah sana merupakan lautan lepas yang akan menyeret siapapun tanpa sisa dibawah sana.


"La...naaa... taaa...n "


"Lara...."


Mereka berdua saling menoleh dan saling berteriak tertahan menyebut nama masing-masing.


krieetttt.


lara tidak dapat bergerak, dia tergeletak di tepian jalan karena menahan sakit pada bagian tubuhnya yang sempat di serempet kasar mobil yang di kendarai Lana


"Lana... no..."


Lana terluka parah, terlihat darah mengalir secara berlahan dari kepala dan beberapa anggota tubuhnya, tampak Lana menatap dalam bola mata lara.


Sebuah mobil berhenti tiba-tiba di belakang lara, sang sopir yang tidak lain Helena tampak panik, keluar dari mobil nya mencoba menggapai Lana, namun dia di kejutkan oleh sebuah pemandangan dimana di ujung mobil juga terdapat lana, dia tercekat berfikir kenapa mereka memiliki wajah yang sama?


"Lana...Lana..."


Helena tampak histeris


"Helena, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan"


suara Lana terdengar begitu parau dan halus


krieetttt.


mobil tampak bergeser secara berlahan


"No.... lanaaa"


ssrrrtttttt.


"Nooo...."


mobil itu melesat turun ke bawah tanpa ampun, menghantam dinding jurang hingga mengeluarkan api yang begitu besar


"Duaaarrrr"


Sebuah ledakan besar terjadi sebelum mobil tersebut menghantam lautan dan terjun begitu saja


"Akhhhhhhh"


Teriakan 2 gadis menembus pekat nya gelap malam, seketika lara tidak sadarkan diri, Helena mencoba lari menuju ke pinggir jurang, air matanya tumpah tidak dapat dia kendalikan.


Dia berteriak histeris, Kemudian langsung menatap wajah gadis yang ada di belakangnya itu, dengan cepat berlarian meraih tubuh gadis itu masih dengan tubuh gemetaran


"Im so sory"ucapnya pelan.


*******


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi,aliran lembutnya terdengar menembus dinding apartemen mewah kelas VVIP tersebut cukup lama, sesekali terdengar gerakan berbeda yang menimbulkan suara-suara yang berbeda pula,selang beberapa waktu suara itu terdengar terhenti berganti dengan suara gesekan pintu yang terbuka secara berlahan.


Seorang laki-laki dengan tinggi hampir 1,90 serta wajah tampan namun terkesan bringas keluar dari sana, wajahnya di penuhi oleh bulu-bulu halus yang dapat membuat perempuan manapun yang menyentuh nya atau bahkan merasakan nya akan menjadi gila, bagian dada depan nya tampak terukir sebuah tatto naga berukuran besar menambah kesan betapa bringas dan menakutkan dirinya, dibagian punggung nya terdapat luka mendalam yang memanjang dari atas hingga ke bawah entah karena apa yang menambah takut mata yang memandang, belum lagi susunan roti sobek di tubuhnya menambah kesan betapa indahnya tubuh itu jika disentuh dengan sengaja.


Rambutnya masih terlihat begitu basah dan menggoda, tetesan air yang belum terlalu kering terus meluncur dari rambut indahnya, Beberapa waktu bola mata indahnya tampak menatap Beberapa sudut ruangan tersebut seakan-akan mencari sesuatu.Saat yang di cari seperti nya tidak ada, dia dengan cepat meraih telepon nya,mencoba menghubungi seseorang.


"Dimana kau meletakkan berkas-berkas nya, Ali?"


Suara dengan bariton nan seksi itu bertanya sambil meraih handuk kecil yang ad disamping kasur nya, mencoba mengeringkan rambutnya secara berlahan.


"Dalam perjalanan ke sana, tuan"


terdengar sahutan dari ujung telepon nya.


"Dimana?"


"Xavier company"


"Kau hanya punya waktu tidak lebih dari 30 menit"


"Baik tuan"


kemudian dia menutup cepat panggilannya


"Sayang?"


terdengar suara manja seorang perempuan datang dari balik pintu kamarnya, perempuan cantik dengan tubuh cukup tinggi, menggunakan pakaian yang begitu feminim berjalan mendekati nya, dengan cepat menyambar pria itu, memberikan sebuah ciuman panas sambil tangannya dengan cepat meraih leher pria itu.


tidak menolak tidak juga menerima, pria itu hanya ikut menikmati permainan perempuan itu.


"Jika dia terbangun, kau tidak akan bisa menghentikannya, dia tidak gampang puas hanya dalam 1-2 jam" pria itu bicara sambil mendorong tubuh perempuan itu agar menjauh.


"Dia begitu sulit di atur terhadap perempuan yang suka menyerang nya lebih dulu" lanjutnya kemudian.


perempuan itu terkekeh.


"Bukan masalah, tuan Tristan Xavier"


perempuan itu bicara kemudian dengan cepat mendorong pria itu hingga terjatuh di kasurnya


"Kami akan mengatur nya dengan baik hingga anda terpuaskan 💯% "


Tristan terkekeh, menatap mata perempuan itu dengan tatapan yang sulit dimengerti


yah bagi nya perempuan itu tidak lebih dari pada pemuas nya, mereka bisa datang ke arahnya tanpa di undang dan dia bisa membuang nya kapan pun tanpa peringatan. Dia tidak suka terikat, dia suka memilih apapun yang dia mau dan membuang mereka ketika merasa bosan. Dia bukan type orang yang suka bermain-main dengan perasaan nya dan tidak tertarik untuk jatuh cinta pada siapapun di dunia ini. baginya segala sesuatu itu ada di bawah genggamannya, jadi tidak ada seorang pun yang dapat mengendalikan nya, hanya dia yang dapat mengendalikan dunia.


Dia juga merupakan pria paling dingin di muka bumi ini, berbisnis dengan caranya sendiri, mengatur orang-orang sesuka hatinya,dia bahkan hanya dengan menggerakkan 1 jarinya bisa mengubah apapun yang dia inginkan, bahkan hanya dengan menatap seseorang dalam sekali tatapan tajam dia mampu membunuhnya sesuai dengan perintah nya. Dan siapa yang tidak mengenal sepak terjang kesuksesan nya dalam berbisnis, semua orang tahu dia mampu mencetak pundi-pundi dolar dengan sistem nya sendiri yang luar biasa, semua investor berusaha untuk merapatkan diri dan mendapatkan kerja sama dengan nya dengan cara apapun itu asalkan Tristan berkata oke maka semuanya akan menjadi angin segar bagi mereka semua.


Dan jangan sesekali membuat pria ini marah, Karena jika tidak kematian akan mendekati mu dengan caranya sendiri.


Dan yang membuat Tristan Xavier sangat marah siluman kecil itu belakangan membuat dia gerah, Lana Lan perempuan gila yang terus mengekor pada nya karena perjanjian pernikahan yang dibuat kakek nya, membuat dia jengah dan gerah. gadis yang tidak punya harga diri itu, yang terus datang ke tempat nya itu membuat dirinya marah, gadis yang terus bersikap ke kanak-kanak'an dan tidak dewasa itu selalu mengganggu hidupnya bersama sang kakek sudah hampir 3 bulan ini, tapi dia patut bersyukur karena gadis itu tiba-tiba menghilang selama 2 hari tanpa kabar.


Dia fikir jika pernikahan itu terjadi, dia harus menekan perempuan itu untuk menandatangani surat perjanjian, enyah dari hidupnya dalam 1/2 tahun hingga semua hak Xavier company di beberapa negara beserta seluruh aset-aset serta sahamnya telah berpindah tangan 💯% ke tangannya. Dia hanya ingin memanfaat kan perempuan itu untuk mendapat apapun yang dia inginkan termasuk seluruh aset keluar Xavier company.


Dia sama sekali tidak tertarik menjalin hubungan dengan perempuan murahan yang bisa tidur dengan pria manapun selain dirinya, gosip busuk yang merebak soal perempuan itu cukup membuat dirinya jijik, perempuan itu tidak hidup di dalam ruang lingkup yang baik dan itu membuat dirinya muak.


"Sayang"


desa.han perempuan yang ada di hadapannya itu kembali terdengar, perempuan itu dengan caranya mencoba membuatnya ter goda, dengan cepat menyerang dirinya dan menyatukan bi bir mereka dalam hitungan detik,tangan perempuan itu dengan gerakan lembut menuntun Dirinya agar menaikkan has rat nya dalam sekali tarikan


Tristan Menik mati aksi perempuan itu, membiarkan perempuan itu memimpin dan membuat ge Lo rah nya meningkat pesat, saat tangan perempuan itu mulai turun ke arah bagian paling terlarang nya, Tristan terus membiarkan nya


"Jika kau bisa membangunkannya dalam 20 menit dan bisa membuatnya pu as tidak lebih dari 1 jam, aku akan memberikan bonus yang begitu banyak untuk mu"


bisik Tristan di balik telinga perempuan itu sambil meng gigit pelan telinga perempuan itu


ya... tidak ada yang benar-benar dapat melakukan nya, dia tidak akan bisa secepat itu naik atau berhenti, karena dia Tristan Aries, tidak ada 1 perempuan pun yang mampu membuat dirinya menginginkan sesuatu secara cepat, tidak ada satu perempuan pun yang mampu membuat dia pu as dengan cepat, tidak ada 1 perempuan pun yang mampu membuatnya tidur dengan cepat. jika dia sudah bangun, maka hanya akan terdengar teriakan memohon untuk berhenti dalam jangka waktu yang lama,dia tidak pernah menjadi lembut hanya karena seorang perempuan, karena dia dikenal dengan julukan sang iblis yang tidak memiliki hati, dan heran nya demi me muas kan nya dan demi tumpukan uang para perempuan itu bahkan rela diperlakukan dengan cara seperti itu, dan itu membuat diri nya selalu bebuat semena-mena sesuai kemauannya.


Belum sampai sama sekali ke puncaknya tiba-tiba bell intercom apartemen terdengar


"Sayang sekali, aku kedatangan tamu"


ucap Tristan Kemudian


sang perempuan dengan cepat menghentikan gerakannya dengan perasaan kesal


"What?"


belum sempat dia protes lebih jauh, mencoba menutup tubuhnya dengan sebuah selimut seorang pria tampan dan kaku masuk ke dalam


"Tuan"


pria itu bicara sambil menyerahkan sebuah map ke arah Tristan


"Apakah saya mengganggu?"


Ali bertanya dengan tatapan yang cukup dingin ke arah perempuan itu


Tristan tampak mengejek


"Tidak begitu, dia tidak berhasil membuat ku bangun lebih cepat"


setelah berkata begitu, Tristan dengan cepat meraih pakaian nya, menggunakan kameja serta celana nya


"Pulanglah,aku harus pergi sekarang"


dia bicara sambil menatap ke arah perempuan itu, lantas menoleh ke arah Ali


"Berikan dia tip nya, aku harus pergi sekarang"


ucap Tristan kembali sambil merapikan jas nya


"Sayang"


perempuan itu merengek kesal.


*******


"Nona Lana habis menggunakan Black card nya untuk berbelanja"


"Berapa banyak?"


"500 juta"


"What?"


"Nona Lana menghancurkan seluruh isi kamar tuan dengan tongkat bisbol"


"Nona Lana memecat 2 bodyguard pilihan anda hari ini"


"Nona Lana bertengkar dengan sonya"


"Nona Lana menampar perempuan pilihan tuan yang disiapkan untuk malam ini"


"Nona lana mengubah gaya rambut dan pakaian nya, dia bilang semua yang tuan siapkan bukan lah selera miliknya"


"Nona Lana menutup semua tubuh nya"


Dan seberapa marahnya Tristan saat ini? karena gadis itu belakangan selalu membuat masalah.


"Apa terjadi sesuatu pada Lana? sejak kapan dia menjadi... maksud ku dia menutup semua tubuhnya... oh Tristan apa dia pindah kepercayaan?"


Saat sang bibi bertanya bingung pada nya, ekspresi wajah nya sulit di jelaskan.


seketika Tristan menaikkan alisnya


"Maksud bibi?"


"Dia membaca kitab muslim dan berdoa secara muslim, ini membuat ku sakit kepala"


"Apa?"


"Aku fikir ada kesalahan dengan isi kepala nya setelah kecelakaan itu"


Seketika Tristan mengeratkan rahangnya, matanya memerah dan dia benar-benar menjadi marah.


Permainan apa lagi yang dia mainkan sekarang?


"Kembali ke mansion sekarang"


jelas darah Tristan menjadi begitu mendidih, dia fikir sejak kecelakaan itu otak Lana benar-benar telah banyak berubah, dia tidak lagi menjadi gadis kalem, lemah lembut yang gampang di atur atau bahkan di ancam, Lana menjadi begitu liar, tidak terkendalikan dan juga sangat berani membentak atau bahkan memberi perintah pada diri nya, kamudian sekarang bahkan gadis itu mengubah keyakinan nya.


*****


"Oh jadi cara menanamnya begini?"


Lana bicara dengan salah satu tulang kebun di mansion ini, tangan nya sibuk mencoba menanam bunga mawar yang diberikan tukang kenun itu, seorang pria berusia sekitar 40 tahunan.


"Apakah bisa hidup?"


"Bisa nona"


Lana mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.


"Nona baik-baik saja?"


"ya?"


Lana tampak menaikkan alisnya


"Apa nona pindah keyakinan?"


dia sedikit bingung saat melihat Lana Lan menggunakan penutup kepala dan berpakaian tertutup seperti itu, yang dia tahu Lana sebelum nya tidak menggunakan pakaian seperti itu, aktif ke gereja dan tidak banyak bicara, lebih irit dalam bercakap-cakap selama tinggal di mansion tuan Xavier.


"Ah, tidak "


yah bagaimana mau menjelaskan nya? ini kan memang kepercayaan nya.


Im muslim, pleaseee! aku Lara Tan bukan Lana Lan, oh tuhan...!!!


pekik nya dalam hati


dia berdiri menatap seluruh hamparan bunga yang ada di belakang mansion ini, kemudian matanya menatap mansion luas yang entah berapa ukuran nya saking besarnya, kehidupan nya berubah total setelah kecelakaan malam itu. Helena sepupu saudara kembarnya membuat sandiwara nyata seakan-akan lara adalah Lana yang tengah mengalami lupa ingatan akut


"Kau harus membalas semua orang yang menyakiti mu"


"Kau tahu betapa tersiksanya Lana Lan? bertahun-tahun menahan perasaan nya, diantara bibi dan sepupunya, dia di aniaya sejak kecil tanpa di ketahui papa angkatnya"


"Mereka mengharapkan dirinya musnah agar dapat memperoleh warisan seluruh keluarga Gideon"


"Aku bisa melakukan nya, tapi tidak untuk pernikahan nya Helena"


"Jika kau menolak nya, itu berarti dia yang akan menggantikan posisi mu mendampingi Tristan"


"Tidak ada pilihan lain?"


"Tidak"


Beberapa kali Lana menghela kasar nafasnya


ini benar-benar tragedi, menikah dengan pria iblis itu? yang benar saja


"Dimana gadis pembuat onar itu?"


terdengar suara seorang laki-laki menggelegar dari dalam rumah


Oh ya Allah


bisa ditebak siapa itu?


pekik Lana dalam hati


"Aku mesti melarikan diri"


Dalam secepat kilat Lana Lan melarikan diri dari sana, meninggalkan sang tukang kebun


"Nona?!"


tak dia hiraukan lagi teriakan sang tukang kebun, yang penting kabur kemanapun yang dia bisa asal dia tidak bertemu sang laki-laki iblis itu dalam beberapa waktu ini.


******


Sejenak Lana mengendap-endap melewati pintu dapur, 4 jam bersembunyi didalam gelap nya gudang Demi menghindari Tristan membuat dia mulai menggila dan lapar.


apa orang kaya tidak banyak menyediakan makanan?


rutuknya dalam hati


Lana mengacak-acak seluruh lemari es, dapur, meja makan dan tempat apapun yang memungkinkan menyimpan makanan.


Ckckck rumah sekaya ini hanya punya


roti


Lana menggeleng-gelengkan kepalanya smabil menggigit roti itu


mentimun


lantas membuang nya ke belakang


labu


wkwkwk


Lana terkekeh


labu? memang nya labu untuk apa?


hmmm apa ini? hanya ada cabai.. yah cabai..


Lana kembali melempar tumpukan cabe ke belakang


Ng... belut? belut?


Lana mengerutkan dahinya


ommo


"Bukan belut, akhhhhhhh ularrrr...."


jerit Lana lan dalam secepat kilat melompat kebelakang hingga tanpa disadari malah menabrak seseorang.


hah..??


"Apa yang kau lakukan?"


oh ya Allah


sejurus kemudian Lana Lan ingat dengan ular kecil tadi, menoleh ke bawah kaki nya dan.


"Akkhhhhhhhh"


Dalam secepat kilat dia memeluk Tristan


"Ular terkutuukkk singkirkan dia dari sini..."


teriak Lana menggemparkan seisi rumah, semua pengawal dan pelayan dibuat sibuk karena ular itu.


"Oh tuhan, oh tuhan astagfirullahhul'adzim"


Lana terus memeluk Tristan, bola matanya kemana-mana, pandangan nya lari ke kiri dan kekanan, sambil berteriak tidak jelas.


"Dibawah kaki, ohhh ya Allah subhanallah di meja...dibawah meja..."


pekik nya


"di sana..."


Tristan terus memperhatikan ekspresi panik Lana Lan, yang memeluk erat lehernya sejak tadi sambil tubuhnya terus bergerak kesana-kemari, 2 kakinya menginjak 2 kaki Tristan tanpa dia sadari.


Seketika Tristan mengerutkan dahinya, dia fikir sejak kapan gadis ini menggunakan hijab? dan tiba-tiba sosok Lana mengingatkan nya pada sosok seseorang.


secara refleks semakin erat Lana memeluk lehernya, tiba-tiba tangan nya bergerak refleks memeluk pinggang Lana.


Dan sejurus kemudian Lana ingat jika laki-laki itu memeluk pinggangnya, dengan gerakan spontan melepaskan pelukannya pada leher Tristan dan mundur beberapa langkah.


"Yakkkk kau mengambil kesempatan dalam kesempitan, Tristannnn sialannnnn"


jeritnya kemudian secepat kilat menghadiahkan Tristan tendangan mautnya pada...


"Oh my God"


beberapa pengawal dan pelayan tercekat


seketika rahang Tristan mengeras, amarah nya mulai kembali memuncak


Lana menggigit lidahnya


"Oh tidak, maafkan aku, khilaf"


pekik nya pelan.


Kemudian secepat kilat gadis itupun kabur dari pandangan Tristan tanpa basa-basi.


"Lana lannnnnnnn"


Bayangkan Betapa marah nya Tristan atas kelakuan Lana Lan, benda paling berharga dibawah sana dalam sekejap tersakiti oleh gadis itu tanpa basa-basi.