
Disisi lain
Distrik 2
Leo bergerak dengan cepat masuk ke distrik 2 dari arah belakang bersama anggota tim lain nya, kedua jari kanan Leo Bergerak memberikan perintah agar salah satu dari anggota nya mencoba memastikan keadaan didalam sana.
Setelah terasa cukup aman Mereka mulai masuk secara perlahan kedalam, jika di distrik 3 suasana begitu ricuh dan sangat bising karena semuanya Anggota bersenang-senang, berbeda cukup jauh dengan distrik 2, semua mafia jelas lebih tenang, sedikit kegiatan, lebih memilih bersantai, tidur nyenyak atau bahkan bermain kartu tanpa menimbulkan suara keributan.
Leo bergerak masuk, mulai menempelkan semua alat kecil itu di susut dinding,pot bunga bahkan beberapa posisi yang mereka anggap cukup aman untuk diletakkan saat ini.
Beberapa Anggota nya secepat kilat bergerak mendahului Leo, memecah arah untuk menanamkan hal yang sama yang dilakukan Leo tadi.
Sejenak Leo sempat menghentikan langkahnya ketika tiba-tiba seseorang masuk dari arah samping, menenteng senjata dengan ekspresi begitu terkejut saat melihat banyak gerombolan lawan dihadapi nya.
Seolah-olah tahu siapa yang ada dihadapan nya, laki-laki itu secepat kilat membelok, pura-pura tidak melihat sambil memberikan kode dari tangannya yang berkata jika dia berada di pihak Zehra.
Seketika Leo menghela pelan nafasnya, cukup lega dengan keadaan. Dia hanya berharap tidak ada pertikaian dan pertumpahan darah saat ini di antara mereka dan anggota distrik 2.
Setelah itu mereka mencoba mengintip situasi, mencari apa yang seharusnya Meraka cari sejak tadi hingga akhirnya bola mata Leo membulat dengan sempurna saat mereka mendapatkan apa yang mereka cari, begitu Leo membuka satu pintu dengan gerakan hati-hati, terlihat banyak anak-anak dan perempuan yang telah menunggu kedatangan semua orang sejak tadi.
Leo memberikan kode pada tangannya, membiarkan orang-orang membawa anak-anak dan perempuan agar menjauh secepat nya dari sana.
Leo tampak memberikan kode pada semua orang.
5 menit waktu pelarian.
Semua anggotanya tampak menundukkan kepala mereka, kemudian beberapa orang bergerak cepat untuk membawa semua anak-anak dan perempuan, sisanya mulai bergerak mengikuti Leo.
*****
Disisi lain
Seorang penjaga dari atas tampak mengerutkan keningnya ketika dia melihat ada pergerakan tidak normal dari arah satu pintu menuju ke arah belakang, laki-laki itu mencoba untuk masuk ke dalam ruang mercusuar, berniat memberikan peringatan darurat dari arah nya, namun belum juga dia melakukan nya, tiba-tiba seseorang mengacungkan senjata ke arah nya.
"Ada apa ini? apa ini konspirasi?"
Dia bertanya ke arah teman berjaga satu tim nya dengan pandangan yang begitu Sulit di jelas kan.
Kletakkkk
Laki-laki itu mencoba mengokang pistol nya.
"Terdengar iya, ini adalah konspirasi besar-besaran untuk mengubah sistem kejam Cullen, aku berada di pihak nona Zehra untuk menghancurkan sistem lama dan membentuk sistem baru yang jauh lebih berperasaan"
Ucap laki-laki itu lagi.
Laki-laki dihadapan nya itu tertawa terbahak-bahak.
"Kau fikir kita pantas di perintah dan hidup di bawah naungan seorang perempuan? itu jelas akan terlihat begitu memalukan"
Ucap laki-laki itu dengan nada yang begitu dingin.
"Apa kau lupa? kau lahir dari rahim seorang perempuan!"
Ucap laki-laki itu Cepat.
"Tapi tetap saja seorang perempuan tidak pantas memimpin"
Laki-laki itu melotot tajam ke arah teman nya
"Tapi ibu kita dulu mampu memimpin kita
tanpa seorang ayah"
Ucap laki-laki itu lagi, lantas langsung berusaha untuk menarik pelatuk nya secara perlahan.