
Saat Joyce mulai menghilang dari pandangan nya, sebuah mobil telah di antar oleh orang kepercayaan Arash, laki-laki itu meminta orang kepercayaan nya memarkirkan mobilnya ke ujung jalan, memintanya pulang dengan mobil satunya yang mengantar diri nya lantas Arash dengan gerakan cepat naik ke atas mencari Zehra.
Tapi nyatanya dia kehilangan sosok sang istri.
"Dimana perempuan yang duduk di sini tadi?"
Arash berusaha Bertanya pada pelayan dan pasangan Yang duduk di dekat kursi mereka duduk.
"Kekasih anda turun ke bawah tadi"
"Ya?"
Seketika jantung Arash berdetak begitu kencang.
Turun? tadi?
adakah zehra mendengarkan percakapan mereka tadi.
Tidak.
Batin Arash panik.
Dia berusaha turun lantas mencoba terus mencari sosok sang istri Kesana-kemari, terlihat begitu konyol Arash jelas mengkhawatirkan zehra, bahkan dia takut zehra menghilang dari pandangan nya.
Seketika Arash persis seperti anak ayam kehilangan induknya, dia terus berusaha berjalan kesana-kemari mencari sang istri, bola matanya terus mengitari sepanjang jalanan untuk menemukan zehra di antara semua orang.
Hingga perjalanan nya berakhir pada satu sosok itu yang tengah tertawa menghadap ke arah seorang laki-laki tua yang menjual beberapa syal dan topi di toko kecil yang terletak di ujung sana.
Secepat kilat Arash berlarian ke arah Zehra dengan nafas tersengal-sengal, sejenak zehra yang masih tertawa menghadap laki-laki tua itu langsung menoleh ke arah Arash.
"Arash?"
Zehra bertanya sambil menatap bingung ke arah laki-laki itu yang terlihat panik menatap ke arah nya.
Secepat kilat Arash memeluk tubuhnya dengan begitu erat.
"Jangan pergi terlalu jauh, kamu membuat ku mengkhawatirkan kamu"
Ucap Arash cepat sambil terus memeluk erat tubuh zehra.
Perempuan itu jelas terkejut melihat ekspresi panik Arash, sejenak Zehra mengembangkan senyuman nya, lantas secara perlahan tangan nya naik ke arah pinggang Arash,mencoba balik memeluk erat laki-laki itu.
*******
"Aku akan mengirim mu untuk tinggal ke Manhattan, meninggalkan Prancis secepatnya"
"Ya?"
"Kamu akan pergi besok pagi-pagi sekali, aku akan menyusul di hari berikutnya, ada yang harus aku selesaikan disini"
"Kenapa tidak berangkat secara bersamaan? begitu mendadak?"
Zehra menaikkan alisnya.
Alih-alih menjawab ucapan Zehra Arash langsung berkata.
"Daddy ku dan saudara perempuan ku sudah menunggu kita sejak tadi di mansion, mereka akan kembali ke Manhattan besok pagi, Kamu bisa langsung berangkat bersama mereka"
Arash bicara sambil Bola mata nya terus menatap lurus ke depan.
"Kak Debora?"
Tanya Zehra cepat.
"Bukan, Lana Lan"
Ucap Arash cepat.
"Apa kita tidak sebaiknya berangkat bersama?"
Secepat kilat Arash mengeren mobil nya secara mendadak, melihat tindakan Arash Seketika Zehra tercekat.
Arash langsung menoleh cepat kearah nya, laki-laki itu meraih kedua belah pipinya.
"Aku ingin kamu pergi lebih dulu, jangan bertanya kenapa untuk saat ini, aku akan menjelaskan nya ketika aku juga sudah tiba di Manhattan"
Zehra bisa menangkap wajah panik di wajah Arash, secara perlahan tangan zehra Menyentuh wajah laki-laki itu.
"Apakah hal yang buruk telah terjadi? apakah akan ada luka tembak lagi?"
Bola mata Zehra tampak mulai berkaca-kaca, tiba-tiba rasa khawatir menggelayut di fikiran nya soal kejadian malam itu pada Arash. Luka tembak yang begitu mengerikan untuk dirinya.
"Semua akan baik-baik saja"
Arash bicara Cepat sambil mengembangkan senyumannya ke arah Zehra.
Sejenak senyuman itu mampu membuat Zehra terpesona, namun lagi-lagi kekhawatiran menghantam dirinya.
Kenapa Arash meminta dirinya untuk segera meninggalkan Prancis secepat nya, apakah ada hal buruk yang telah terjadi.