King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Turun nya sang tangan kanan cullen



Edgard melesat keluar menuju ke area samping, menekan remot kontrol pintu mobil Koenigsegg CCXR Trevita milik nya hingga terbuka dengan sempurna.



Laki-laki itu melesat masuk ke dalam mobil nya lantas membiarkan pintu mobil itu tertutup Secara perlahan.


Tujuan utama nya masuk menuju ke kota mencari tahu dimana Arash menyembunyikan penerus kerajaan Cullen.


Sesuai apa yang dikatakan Cullen sebelum hari kematian nya.


Temukan putri ku,biarkan dia mendonorkan tulang sumsum nya untuk putri pertama ku dan nikahi dia secepat nya, kau akan duduk mengendalikan Cullen bersama diri nya.


Dia tahu Arash bukan lawan yang sepadan, kekuatan laki-laki itu jelas begitu terkenal di dunia kelam mafia, bahkan Arash memegang kendali seluruh kartel narkoba paling terkenal didaratkan Eropa setelah Keluarga Hillatop sang penerus nya allzigra memilih mundur secara perlahan dari dunia mafia nya bertahun-tahun silam, juga memegang kendali semua profesor penelitian profesional di benua Eropa.


Tapi Tidak peduli seberapa hebat Arash untuk dirinya, edgard jelas harus menemukan putri Cullen, menarik nya kembali untuk menduduki tempat asal nya, memperkuat pertahanan mafia dan menguasai seluruh daratan Eropa bersama putri cullen serta menundukkan Black pearl secepatnya.


Bertahun-tahun tidak keluar dari markas nya demi mengumpulkan kekuatan dan memulihkan kondisi tubuhnya karena kecelakaan maut menurut cerita anggota Cullen, membuat edgard yakin dia pasti telah cukup mengumpulkan semua kekuatan untuk menghancurkan siapapun yang menghalangi jalan nya untuk mendapatkan Putri Cullen, meskipun harus menghancurkan Arash dan black pearl sekalipun.


Edgard meraih sebuah botol sebesar telunjuknya, perlahan dia memejamkan sejenak bola matanya, dia menghisap sesuatu dari balik botol itu untuk waktu yang cukup lama.


Seketika bola mata nya terbuka, bagian kanan warna bola mata itu berubah menjadi merah.


Sebuah layar sebesar telapak tangan muncul di hadapannya.


"Susun rencana ulang, buat dia keluar dari tempat persembunyiannya"


Ucap laki-laki cepat, lantas edgard langsung memacu mobilnya meninggalkan kediaman menara cullen yang lebih persis seperti istana kegelapan.



******


Arash tahu sudah tidak memiliki kemungkinan kembali untuk membawa Zehra menjauh dari Prancis, dia jelas tidak bisa membawa Zehra ke Manhattan dalam kondisi tubuh yang tengah hamil seperti itu.


Tidak menyerahkan zehra jelas akan memicu peperangan besar, tapi menyerahkan zehra jelas Arash tidak mau.


"Aku tidak akan menyerahkan istri ku pada siapapun"


Arash bicara cepat pada Tritan, sang kakak iparnya.


"Kami tahu resiko yang kamu ambil? kamu jelas akan memecah 2 kubu"


"Aku sudah bilang bukan? cinta bisa membuat mu kehilangan akal waras"


Edward pearl bugsu sang adik bicara sambil terkekeh, suara nya jelas terdengar mengejek, laki-laki itu meraih gelas anggurnya lanats menyesap nya dengan sempurna.


"Sebelum kita berperang dengan mawar merah dulu, dia begitu pandai mengumpat diri mu yang yang tergila-gila pada Lana Lan, tapi sekarang dia tergila-gila pada putri Cullen"


Edward kembali terkekeh saat mengingat moment malam itu, Tristan tampak menarik ujung bibirnya.


"Cinta bisa mengalahkan logika mu"


Ucap Tristan cepat sambil kembali menghisap rokoknya.


"Aku tidak jatuh cinta pada nya"


Arash bicara cepat sambil ikut menyesap rokoknya, laki-laki itu bersandar di sebuah kursi sofa, mencoba bersandar.


Tritan di hanya mengulum Senyuman nya.


"Bahkan dia tidak mau mengakui hati nya, terbuat dari apa manusia satu ini?"


Edward Bicara sambil menatap kesal ke arah Arash.


"Jika ada laki-laki lain yang menginginkan nya mungkin dia baru mau mengakui perasaannya"


Edward pearl muda mendengus.


Tristan tampak menaikkan ujung bibirnya.


"Dia hanya belum menyadari perasaan nya"


Ucap Tristan cepat.


"Kami siap bertempur dengan Cullen? aku tidak mau ikut campur lagi, sejak Lana Lan hamil aku jelas lebih memilih mundur, hidup dengan normal layak nya suami pada umumnya"


Tritan bicara sambil terus menyesap rokoknya.


"Black pear milik mu sejak awal, semua nya bisa kamu atur sesuka hati mu. Tapi saran ku yang paling terbaik, pindahkan lebih dulu istri mu untuk memastikan keamanan nya, aku fikir Tangan kanan Cullen pasti telah turun dari atas menara"


Arash tampak diam saat Tristan berkata begitu, dia fikir mungkin sudah waktunya dia kembali pindah ketempat yang jauh lebih aman dan baik.