
Edgard benar-benar merasa mengenai baik suara tersebut, tapi dia fikir dimana dia pernah mendengar nya.
Dengan langkah tergesa-gesa laki-laki itu berusaha untuk mengejar langkah kemana asal suara tadi terus menggema di balik telinga nya, bola mata nya tidak berhenti mencari sosok suara yang terus mengganggu pendengaran nya tersebut.
Hingga pada akhirnya Edgard menangkap sebuah sosok gadis yang tampak tertawa bersama beberapa 2 anak kecil yang begitu lucu dan imut, dan disamping gadis itu seorang gadis lainnya tampak tersenyum menatap ke akraban tiga orang tersebut.
Gadis itu tampak tertawa bahagia, memegang beberapa lembar kertas origami di tangannya, bicara dengan dua anak kecil berusia sekitar 3-4 tahunan.
Edgard menghentikan langkahnya, mengintip gadis itu dari balik dinding di bagian sisi kanan di mana gadis itu berada.
Suara gadis itu jelàs terdengar tidak asing, tapi wajahnya sama sekali tidak Edgard kenal.
"Bukan begini sayang, sebentar untie akan bantu membentuk nya"
Ucap gadis itu sambil sibuk membuat sesuatu dari kertas origami yang ada di tangan nya, cukup lama hingga gadis itu membentuk sebuah pesawat terbang dari kertas itu.
"look sudah jadi"
"Aku mau..aku mau.."
Saat gadis itu memberikan pesawat nya pada satu anak lainnya anak yang satu nya lagi berteriak cepat minta ikut di buat kan.
"Baiklah, kemari akan untie buatkan"
Beberapa waktu kemudian tiba-tiba seorang laki-laki muncul dari arah kiri gadis itu, mendekati nya lantas mencium hangat kening gadis itu.
Edgard jelas mengenal baik laki-laki itu, dia Fikir kenapa laki-laki itu keluar dari Cullen Mafia tanpa izin dari nya? bahkan menemui seorang gadis di belakang nya.
Tidak tahu kenapa tapi keakraban laki-laki itu dan gadis itu cukup mengganggu pemikiran Edgard, dia berusaha untuk beranjak pergi tapi tiba-tiba sebaris kalimat yang meluncur dari bibir gadis itu membuat dirinya menghentikan langkahnya dengan cepat.
"Sebelum ufuk senja datang Mari mengunjungi makam Edgard ku dan putra kami sejenak sebelum pulang ke mansion"
"Baik nona"
Seketika Edgard menghentikan langkahnya, dia mencoba mencerna ucapan gadis itu barusan, dengan cepat Edgard berbalik dan mencoba untuk memahami ucapan gadis itu, namun rupa nya gadis itu dan orang-orang di sekitarnya telah menghilang entah kemana.
Dia bilang apa? Edgard? putra nya? ufuk senja?
Ingatan Edgard tentang selembar foto USG 3D yang terselip di balik dompetnya terus menghantuinya selama beberapa tahun ini, hanya ada catatan kecil di belakangnya yang Edgard tidak paham maksudnya.
Ufuk senja "Zaffa"
Mungkinkah?
Laki-laki itu mencoba terus mengitari tempat itu, mencari kembali sosok gadis yang baru dia lihat, kata ufuk senja dan Edgard nama nya yang di ucap gadis itu jelas mengganggu diri. nya.
Dia tidak ingin menebak, tapi tidak mungkin jika semua hanya sekedar kebetulan saja.
"Tuan?"
Seorang laki-laki bicara cepat ke arah Edgard, menundukkan kepalanya untuk beberapa waktu.
Alih-alih peduli apa maksud tujuan laki-laki itu, Edgard dengan cepat berkata.
"Carikan aku rekaman CCTV taman belakang dalam durasi ½ jam sebelum waktu sekarang"
Ucap Edgard cepat.
"Ya?"
Laki-laki itu jelas bingung dengan permintaan Edgard yang tiba-tiba.
Edgard secepat kilat menarik kerah baju laki-laki tersebut, dia cukup tidak suka dengan ekspresi terkejut serta wajah bodoh laki-laki itu.
"Aku bilang periksa CCTV nya sekarang juga, jika kamu tidak mendapatkan nya bersama para pegawai rumah sakit lainnya, kamu tahu apa yang akan terjadi berikutnya"
Dengan wajah penuh ketakutan dan pucat laki-laki itu menjawab cepat.
"Ba..ik tuan"