King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 60 A & A



Hamburg


Jerman.


Begitu mereka turun dari kereta Orion Express, Beberapa mobil bergerak mendekati mereka dan menjemput semua orang, satu mobil membawa dia dan Adalrich menembus kota Hamburg Jerman.


ketika mereka menaiki mobil yang menjemput mereka, bisa Adeline lihat para serdadu terlihat dengan sangat siaga berjaga dan mengawasi mereka.


Hingga akhir nya Entah kemana mobil tersebut membawa mereka, adeline terlihat diam Sembari meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu, bola mata perempuan itu menelisik disekitar kiri kanan mereka di sepanjang perjalanan sembari dia sesekali mencoba merapatkan kedua kakinya, cuaca winter benar-benar terasa mencekik leher Adeline.


Di kala Adeline mencoba untuk tidak mengeluarkan suaranya, tiba-tiba Adalrich memasangkan jaket kulit nya pada Adeline secara perlahan, gerakan tersebut seketika membuat perempuan tersebut terkejut dan menoleh kearah laki-laki yang ada disamping kanannya tersebut.


Eh?!.


"Aku pikir cuacanya semakin dingin, ini akan cukup menyulitkan kamu dalam perjalanan hmmm"


Adalrich bicara sembari menatap Adeline, seolah-olah perempuan tersebut masuk secara penuh kedalam bola mata nya.


"Kita mungkin akan tiba sebentar lagi, mengambil waktu makan dan istirahat sejenak kemudian harus kembali melakukan sebuah kegiatan yang mungkin akan membuat kamu sedikit kelelahan, apakah ini akan memberatkan kamu?"


Laki-laki tersebut kembali bicara, dia menelisik bola mata Adeline secara seksama, menunggu jawaban dari perempuan di hadapan nya itu untuk beberapa waktu.


"Apakah aku akan bertemu dengan Chaddrick kecil disana?"


Perempuan tersebut memberikan sebuah pertanyaan sederhana, sangat sederhana sekali namun bisa di lihat dan didengar bagaimana Adeline menampilkan ekspresi nya ketika mempertanyakan keberadaan sang Chaddrick kecil.


Adeline merindukan bocah kecil tersebut dan menunggu untuk bertemu dengan nya.


Mendengar pertanyaan Adeline, mungkin awalnya Adalrich sedikit terkejut, namun didetik berikut nya laki-laki tersebut melebarkan senyuman nya, di kemudian menjawab pertanyaan perempuan itu.


"Kita akan bertemu dengan nya tidak lama lagi"


Ucap Laki-laki itu lembut.


Mendengar jawaban Adalrich, Adeline sejenak Merasa lega, dia kemudian mencoba mengembangkan senyuman nya meskipun sedikit sulit.


Bagi nya tersenyum pada Adalrich sangat sulit sekali, karena itu dia lebih memilih untuk membuang pandangannya dengan cepat.


Ingatannya ketika dia bangun tidur pertama sekali dia seolah-olah memiliki dendam pribadi dengan laki-laki dihadapan nya tersebut.


Pada akhirnya perempuan tersebut mengehela kasar nafasnya, dia tengah berpikir untuk menyandarkan tubuhnya di belakang kursi mobil namun tiba-tiba satu kejadian tidak terduga terjadi, mobil tersebut tahu-tahu melewati satu tempat berlubang yang membuat mereka terguncang.


Adeline seketika terkejut dan panik, dia pikir tubuh nya ikut terguncang dan nyaris saja dia terhempas ke samping sisi pintu mobil namun dengan cekatan Adalrich menangkap seluruh tubuhnya, menenggelamkan dirinya kedalam dada bidang laki-laki tersebut.


Dia langsung memejamkan bola matanya karena terkejut, dengan refleks memeluk Erat tubuh Adalrich.


Entahlah bagaimana kejadian tersebut bisa berlangsung, dia pikir hal tersebut begitu cepat terjadi, membuat laki-laki tersebut memeluk hangat dirinya dengan cara yang begitu cepat dan hangat.


Kejadian nya terasa begitu cepat, membuat Adeline seolah-olah membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan laki-laki tersebut.


Aroma khas yang begitu lembut, parfum channel yang tidak mencolok seolah-olah terasa tidak asing dibalik hidung nya, begitu lembut, bahkan terlalu lembut yang seakan-akan pernah dia rindukan sebelumnya.


Dia tiba-tiba tenggelam dalam pelukan laki-laki tersebut, membiarkan kedua tangan Adalrich merangkul dan memeluk hangat dirinya, bagaikan adegan slow motion dimana laki-laki tersebut sengaja melakukan hal tersebut untuk melindungi nya dari jatuh yang mungkin tidak diinginkan, melindungi kepala nya dari hantaman area sekitar nya.


Adeline seolah-olah terhipnotis dan membuat dia mendapatkan satu ingatan lain soal masa lalu.


"Jangan memeluk ku terlalu erat jika pada akhirnya kamu akan melepaskan nya, Adalrich"


"Mari berpisah dan saling melupakan"


"Aku lelah dengan pernikahan kita"


"Apa kamu melihat ku dari sisi ingin melepaskan kamu? jangan memikirkan itu, aku tidak akan melakukan nya hingga kapanpun"


"Bahkan meksipun maut memisahkan kita, aku tidak akan melepaskan genggaman Ku"


"Mari berhenti dengan semua keadaan, aku akan melepas kan semua nya dan pergi dengan mu menjelajahi banyak tempat untuk melewati banyak waktu bersama"


Adalrich.... Adalrich.... Adalrich...


Suara Adalrich selalu mampu mengejutkan dirinya, membuat perempuan tersebut yang masih tenggelam di dalam pelukan Adalrich dan masuk kedalam pusara ingatan nya langsung tersentak kaget.


Perempuan itu mencoba menelisik wajah laki-laki dihadapam nya tersebut untuk beberapa waktu, hingga akhirnya didetik berikut nya perempuan tersebut berusaha melepas kan pelukan Adalrich, seolah-olah dia ingat akan sesuatu.


Melihat ekspresi adeline yang refleks melepas dirinya, Adalrich langsung membiarkan kedua tangan nya pergi dari tubuh perempuan tersebut dengan cepat.


"Berhati-hatilah membawa mobil nya"


Suara bariton laki-laki tersebut mengarah pada sopir nya, dia membiarkan diri membenahi posisi tubuhnya dengan cepat.


"Maaf tuan"


Sang sopir bicara sembari mengintip sejenak dari arah kaca spion tengah mobil yang dikendarai oleh nya.


lagi keheningan terjadi di antara mereka hingga akhirnya mobil tersebut mengantar mereka menuju ke satu arah kembali ke sisi hutan bagian selatan Hamburg dimana beberapa mobil terus mengikuti mereka dibelakang sana.


*******


Mansion tak berpenghuni


Bagian hutan


Hamburg


Sejenak Adeline mengencang kan pegangan telapak tangan nya pada Adalrich ketiga mereka turun dari mobil yang merekam naiki dimana kini mereka berdiri tepat di sebuah tempat mirip mansion yang tidak berpenghuni yang ada dihadapan mereka.


Wajah perempuan tersebut terlihat sedikit cemas, dia membiarkan tangan nya secara refleks mengerat ke dalam genggaman tangan Adalrich.


"Ini tidak masalah, semua akan baik-baik saja"


Adalrich berbisik pelan, menatap telapak tangan Adeline yang meremas telapak tangan nya tanpa menoleh kearah dirinya.


Seulas senyuman mengembang dari balik bibir Laki-laki tersebut, entahlah tapi dia menyukai nya.


"Kemarilah, kita akan beristirahat sejenak, mendapat makan malam kemudian bersiap-siap untuk melakukan pagelaran acara kita berdua bersama Chaddrick kecil"


Lagi Adalrich berbisik dibalik telinga nya dengan intonasi suara yang begitu lembut.


Mendengar ucapan melakukan pagelaran acara untuk mereka berdua, hal tersebut membuat Adeline mengerutkan keningnya, dia menoleh kearah Adalrich sembari bertanya.


"Acara? untuk kita?"


Dia pikir ucapan Adalrich Terdengar sedikit aneh


"Yah.. untuk kita dan Chaddrick, semua orang menunggu kita sejak beberapa hari yang lalu, mereka telah bersiap dengan baik"


Lanjut Adalrich kembali.


"Lalu Chaddrick?"


Kembali dia bertanya soal kehadiran bocah laki-laki tersebut.


"Dia menunggu mu sejak tadi didalam"


Mendapatkan kode yang diberikan oleh Adalrich seketika Adeline merasa cukup lega.


Dia pikir apakah dia akan pergi kedalam saat ini juga untuk mendapatkan dan menemui Chaddrick kecil?!.


Tapi belum juga dia melangkah, lagi Adalrich bicara.


"mereka akan memberikan beberapa pilihan gaun untuk mu didalam, pilihlah gaun yang paling kamu sukai untuk acara kita hmmm"


Lanjut Adalrich lagi sembari melebarkan senyumannya, dia membuang pandangannya kemudian meminta seseorang untuk membawa Adeline masuk kedalam.


"Ya?"


Perempuan itu jelas bingung dengan perkataan Adalrich, dia ingin bertanya tapi laki-laki tersebut langsung berbalik dan beranjak meninggalkan dirinya.