
Masih di Mansion utama Adalrich
Adalrich memijat kepala nya untuk beberapa waktu sembari dia membiarkan tubuhnya terus bersandar di kursi kebangsaan nya, rasa pusing jelas menghantam dirinya saat ini.
Kasus pemberontakan dan benang penghubung dimasa lalu belum juga tersambung, bahkan kusut nya kasus tersebut belum juga bisa terurai sedikit pun.
Siapa sebenarnya Adeline?!.
Dia bertanya-tanya didalam hati nya sejak hampir 5 tahun ini.
sejak kejadian terjadi Adeline menjatuhkan dirinya sendiri ke tepian jurang semua orang terlihat tidak bergerak sama sekali baik dari pihak Dalmiro ataupun Leonard.
gosip mata-mata dan juga pemberontakan seketika langsung menghilang dalam waktu yang begitu panjang selama Adeline mengalami koma dan digosipkan meninggal dunia, soal alasan awal orang-orang tersebut sengaja berhenti melakukan aksinya kemungkinannya untuk mereka tengah merancang-rencana baru untuk ber'bedah dan melakukan satu revolusi baru dalam pemberontakan berikutnya.
Dan begitu Adeline kembali seperti nya semua jelas terkejut, semua orang seolah-olah berlomba-lomba untuk kembali mendapatkan Adeline.
Pertanyaan nya adalah, Siapa Adeline?!.
"Dia pasti bukan orang biasa!."
Ucap Frada cepat.
"Sangat aneh jika seorang yang biasa dan tidak memberikan keuntungan apa-apa menjadi rebutan dua kubu, Leonard dan Dalmiro? kita tahu betul bagaimana Leonard, laki-laki tersebut tidak pernah benar-benar tertarik pada satu perempuan seperti kamu, ini bukan soal cinta, aku bisa melihat perbedaan signifikan antara tatapan mata mu dan mata nya"
Frada bicara kemudian dia menatap dalam wajah Adalrich.
"Dia ingin Adeline kembali kepada nya pasti dengan alasan yang besar, Adeline jelas memiliki apa yang dia inginkan, jika bukan karena ada sesuatu yang Adeline miliki dan tidak dimiliki orang lain, kemungkinan lainnya Adeline jelas memberikan keuntungan besar setelah pemberontakan"
Setelah berkata begitu Frada membiarkan Adalrich untuk berbicara, namun rupanya laki-laki tersebut masih bungkam suara.
"Jika Adeline memang terhubung dengan keluarga istana, ada satu kemungkinan bisa jadi pergerakan nya di masa lalu untuk naik kembali menjadi bagian dari kepresidenan, misal nya...."
Frada menggantung kalimat nya"
"Akan ada revolusi besar-besaran untuk menyingkir orang-orang terkini di tatanan dan susunan kabinet pemerintahan, bisa jadi mereka berencana menurunkan kepresidenan lama dan menggantikan nya dengan tatapan baru"
Begitu Frada berkata begitu, Adalrich langsung menatap kearah Frada.
"Kudeta!"
Kudeta menurut bahasa Prancis: coup d'État pengucapan bahasa Prancis: [\ˌkü-(ˌ)dā-ˈtä\], atau disingkat coup pengucapan bahasa Prancis: [\ˈkōp\], berarti merobohkan legitimasi atau pukulan terhadap negara).
Adalah sebuah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara ilegal dan sering kali bersifat brutal, inkonstitusional berupa,
"pengambilalihan kekuasaan".
"penggulingan kekuasaan".
Sebuah pemerintahan negara dengan menyerang (strategis, taktis, politis) legitimasi pemerintahan kemudian bermaksud untuk menerima penyerahan kekuasaan dari pemerintahan yang digulingkan. Kudeta akan sukses bila terlebih dahulu dapat melakukan konsolidasi dalam membangun adanya legitimasi sebagai persetujuan dari rakyat serta telah mendapat dukungan atau partisipasi dari pihak non-militer dan militer (tentara).
tiba-tiba saja Adalrich Ingat ucapan Adeline dimasa lalu.
"Jika aku memiliki hak di satu rumah mewah namun di buang dan di asingkan karena perbuatan orang kejam, apakah aku berhak untuk mendapatkan kembali posisi ku di rumah lama tersebut?"
Adeline bertanya pada nya dengan bola mata berkaca-kaca.
"Jika aku memiliki hak istimewa dan memiliki sebuah kebenaran, apa kau akan terus menggenggam tangan ku? apa kau rela melepaskan apa yang kau miliki untuk terus berada di sisi ku?"
"Aku bisa memberikan keuntungan kepada siapapun yang tidak pernah mengkhianati ku"
Barisan kata-kata dimasa lalu seketika membuat Adalrick sejenak membeku, seolah-olah kini dia bisa mengurai 1 benang merah yang nyaris terputus.
Mungkinkah?!.
Lalu ayah nya?!.
Apa hubungan Adeline dan ayah nya?.
Apa mungkin sejak awal ada persekutuan, persekongkolan yang terjadi di antara mereka?.
Atau hanya hubungan refleks antara ayah dan anak mengingat Adeline adalah istri nya juga menantu ayah nya?!.
"Perintahkan beberapa mata-mata untuk turun ke jalanan, cari informasi orang-orang yang mungkin terhubung dengan Adeline, Leonard atau Dalmiro,"
ucap Adalrich kemudian.
"Dan kirimkan Erland agar turun langsung berbaur ke rakyat jelata, aku ingin tahu siapa Adeline di masa lalu"
Mendapat kan perintah dari Adalrich, Frada ikut berdiri, dia tidak langsung menjawab, namun dia malah balik bertanya.
"Apa yang akan kau lakukan berikutnya pada Adeline saat kau tahu soal masa lalu nya dan seandainya dia memang seorang pemberontak?"
Barisan pertanyaan Frada membuat Adalrick yang akan beranjak pergi menghentikan langkah kakinya.
Dia diam untuk beberapa waktu.
"Aku belum memutuskan nya"
"Apa kau benar-benar mencintai nya saat ini? atau kau memanfaatkan nya untuk mendapatkan banyak informasi, menghancurkan para pemberontak hanya demi sebuah jabatan tinggi di samping presiden?"
Frada bertanya kembali dengan nada datar nya, dia mencoba untuk menelisik rencana Adalrich berikut nya.
"Aku tidak punya alasan untuk menjawab pertanyaan bawahan ku bukan, Frada?"
Adalrich bertanya balik cepat, dia menatap tajam kearah Frada.
Frada tidak bergeming, kemudian dia menaikkan ujung bibirnya.
"Maka jawab aku sebagai Keluarga mu, jawab aku seperti seorang kakak menjawab pertanyaan adik nya, aku adalah sepupu kandung mu"
Lanjut Frada lagi.
"Seperti terkadang aku bilang, jangan melihat sisi Adeline sebagai seorang mata-mata, lihat dia dari sisi sebagai perempuan yang rela tidur setiap malam dengan mu, melahirkan anak-anak mu dan mencintai mu sepenuh hati, dia belum pernah menarik pedangnya dan mengacungkan pistol nya ke arah mu selama kalian menikah, itu sudah cukup membuat aku yakin dia hanya menginginkan sesuatu didalam istana yang sejak awal mungkin memang milik nya, dia tidak pernah melukai siapapun yang tidak menghancurkan rencana nya"
Mendengar ucapan Frada seketika Adalrick meneduhkan pandangan nya, laki-laki tersebut terlihat diam dan kehilangan kata-kata nya.
Dia memilih diam untuk waktu yang cukup lama, saling mematung dalam keadaan berdiri, seolah larut dalam pemikiran masing-masing.
"Kau tahu?"
Tiba-tiba Adalrich bicara kearah Frada, dia menatap dalam bola mata sepupu nya tersebut.
"Kau tahu? laki-laki umumnya pandai dalam menyembunyikan perasaan cinta mereka, aku mungkin tidak akan pernah mengungkapkan perasaan ku secara gamblang. Akan tetapi, Adeline bisa mengenali perasaan ku dengan baik melalui gerak-gerik ku"
Ucap laki-laki itu cepat.
"Aku tidak perlu menjabarkan nya, bahkan tidak perlu berteriak pada dunia, aku yakin Adeline bisa melihat nya sendiri bagaimana aku Memperlakukan diri nya selama ini"
Lanjut nya lagi.
Kemudian Adalrich bergerak menjauhi frada dalam keheningan, dia berjalan begitu angkuh menuju kearah depan.
*****
Kau tahu sayang?!.
Pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati.
Bahkan pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari.
(Selalu bersama mu).