
Arash membenahi posisi duduk Zehra, membiarkan sang istri berada di posisi duduk sambil menyandarkan kepalanya ke bantal.
laki-laki itu berjalan mendekati meja yang berisi penuh makanan, mengambil beberapa menu makanan lantas membawanya ke arah zaffa.
"Uncle Oemar bilang kamu tidak makan seharian hmm?"
Tanya Arash sambil meraih sendok didalam piring makanan, mencoba menyuap Zehra secara perlahan.
Sejenak zehra menggelengkan kepalanya, wajahnya kemudian tiba-tiba berubah menjadi mendung.
"Bukankah hidup sudah menjadi ketetapan nya?"
Ucap Arash tiba-tiba, dia meletakkan sendok ditangan kanan nya ke dalam piring makan, lantas menyentuh lembut wajah Zehra.
"Aku tidak begitu paham soal agama, sejati nya aku malu untuk membahas soal agama, sedang kan aku bukan manusia yang baik, tapi aku pernah belajar soal ayat yang menyebutkan soal hidup dan mati seseorang di tangan Allah"
QS. An Nisa Ayat 78
أَيْنَمَا تَكُونُوا۟ يُدْرِككُّمُ ٱلْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِى بُرُوجٍۢ مُّشَيَّدَةٍۢ ۗ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌۭ يَقُولُوا۟ هَٰذِهِۦ مِنْ عِندِكَ ۚ قُلْ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ .ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًۭا
Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” (QS. 4:78)
QS. Al An’aam Ayat 2
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya. (QS. 6:2)
"Jelas sekali diterangkan disana bukan? Jangan berharap Allah akan menunda kematian seseorang di waktu yang sudah ditentukan, dan bagi seseorang yang sudah diambil nyawanya tidak akan mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, Allah akan memberi balasan padanya sesusai dengan segala sesuatu yang dikerjakannya. “
"Jangan menyiksa diri mu karena perihal kematian hmm, apalagi ada nyawa lain di dalam sini"
Arash bicara sambil menyentuh lembut perut Zehra.
"Jangan siksa anak kita karena rasa bersalah ini, jika sesuatu yang buruk juga terjadi padanya, apa yang akan kita lakukan? alih-alih menyiksa diri sendiri dan anak didalam kandungan ini, lebih baik melepaskan yang memang sudah pergi dan mempertahankan yang telah diberi kesempatan untuk datang bersama kita hmmm"
Seketika bola mata zehra berkaca-kaca, air mata nya langsung tumpah begitu saja
Buru-buru Arash meletakkan piring makanannya, kemudian memeluk Zehra dengan erat.
Tangan kanannya terus mengelus lembut rambut Zehra yang terus menangis terisak, sedang kan tangan kirinya terus memeluk erat tubuhnya. Arash menarik pelan nafasnya, dia fikir yah ini lah istrinya, sejak awal bertemu sebelum menikah bola mata itu selalu gampang menangis, bahkan hatinya selalu mudah tersentuh atau bahkan terluka.
Meskipun dia mendengar banyak cerita yang mengatakan betapa Zehra begitu kuat berada di Medan perang, tapi siapa sangka wanita itu bahkan begitu cengeng dan rapuh didalam kehidupan sehari-hari nya.
"Sekarang ayo makan bersama"
Bisik Arash lagi memudian.