King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Menegang sejenak



Cukup lama mereka menunggu pergerakan dari arah depan, sejenak terdengar langkah kaki yang mulai masuk mendekati semua orang, anak-anak tampak meringkuk di bawah dengan posisi jongkok dan kedua tangan menutupi telinga mereka masing-masing, rasa takut jelas mendominasi, bahkan beberapa anak tampak gemetaran, ada yang sampai kencing di celana karena takut ketahuan.


Saat laki-laki itu sudah tiba di belakang, sejenak dia terpaku menatap ada banyak sekali musuh yang telah berdiri memegang senjata ditangan masing-masing seperti pasukan Rambo di movie Hollywood.


Laki-laki itu hendak menarik pistol nya, tapi tiba-tiba Arash muncul di belakang laki-laki itu dan


Tassss


Dalam hitungan detik pistol di tangan Arash menembak tepat di leher laki-laki yang ada dihadapan nya itu.


Ingatan nya soal ucapan Sehra kembali terngiang.


"Ingat, jangan gunakan kekerasan kecuali didalam keadaan terdesak"


Secepat kilat seseorang menarik tubuh laki-laki itu, Arash memberikan peringatan jika waktu mereka jelas terjepit.


Saat salah satu teman menghilang dan belum kembali, bisa dipastikan orang-orang itu akan curiga dan mulai sadar dengan apa yang terjadi.


Karena itu begitu Arash memberikan peringatan melalui kode tangan nya secepat kilat semua anggota nya bergerak cepat mengeluarkan anak-anak.


Arash dan beberapa anggota lainnya langsung bergerak memecah barisan, beberapa orang bergerak ke sisi kanan wilayah, secara perlahan mereka mulai menyelinap dan mulai melumpuhkan lawan secara perlahan satu persatu.


Satu laki-laki bergerak memberi tanda dengan jarinya, meminta teman nya maju dan meng eksekusi satu penjaga disisi kanan, satu nya lagi bergerak cepat saat melihat seseorang mulai berjalan ke arah belakang, laki-laki itu berlari nyaris tanpa suara, menyelinap dari satu tiang menuju ke tiang lainnya dan berakhir pada 1 tembakan tepat di leher belakang laki-laki yang berjalan tadi.


Srrrttttt


Cashhhh


Di sisi kiri 3 orang bergerak, melumpuhkan beberapa pengawal bertubuh besar tinggi yang tubuh nya di penuhi oleh tato-tato.


Ssrrttttttt


Cashhhhh


Beberapa kelompok Cullen mafia tampak masih sibuk bermain kartu, bahkan beberapa dari mereka masih sibuk bercumbu dengan beberapa perempuan disekitar mereka.


Disalah satu kelompok, seorang perempuan tampak melirik ke arah belakang, kemudian secara perlahan perempuan itu mulai menuangkan minuman untuk beberapa laki-laki yang ada Disana.


Di kelompok lain beberapa perempuan mulai mencoba menarik diri, beberapa lagi mencoba bertahan untuk terus tinggal agar tidak menimbulkan gerakan yang cukup mencurigakan.


"Hahahaha kau kalah bro"


"Berikan minuman nya breng..sek..."


"Kau.... heyy kau duduk kemari"


"Berikan aku perempuan nya"


Suara-suara berisik bercampur musik yang memekakkan telinga itu memenuhi distrik disana, seluruh laki-laki disana tampak sibuk berjudi sambil menyesap minuman dan menyesap rokok mereka masing-masing dengan cara yang begitu arogan.


Beberapa perempuan tampak sibuk menari dihadapan semua orang, mencoba menggiring para anggota Cullen agar tidak berpaling arah melihat ke arah yang berbeda.


Satu negosiasi yang mereka semua dapat kan di masa kemarin untuk seluruh keluarga mereka jelas membuat mereka berfikir untuk menyetujui semua yang direncanakan oleh penerus Cullen.


Bagi mereka kali ini, mati di Medan perang bukan perihal yang harus disesalkan, asalkan anak-anak Dan saudara perempuan mereka bisa keluar dari tempat terkutuk ini, itu sudah merupakan kesepakatan besar yang tidak mungkin mereka dapatkan di kesempatan kedua kali nya nanti.


Mereka telah menyepakati situasi bersama, setengah dari pekerja pemuas naf..su para Cullen mafia harus bisa bebas malam ini untuk mendapatkan kehidupan baru yang selalu mereka impikan sejak dulu.


Disisi lain Arash secepat kilat melirik ke arah jam di tangannya, dia jelas berusaha untuk menghitung waktu yang sudah mereka perhitungkan sejak jauh-jauh hari.


"5"


Arash mulai menghitung waktu dengan jari dan bibir nya.


"4"


Laki-laki itu menyandarkan tubuhnya di antara tiang-tiang Yang ada disekitar mereka.


"3"


"2"


"1"


"Lakukan"


Setelah berkata begitu, Arash memejam kan perlahan bola mata nya sambil menutup wajah nya dengan sebo diikuti oleh seluruh anggota nya.