
mendengar ucapan Zehra laki-laki yang dipanggil Tuan Herb Sang pemimpin ketua distrik 1 tampak diam sambil menelan salivanya, seluruh anggota yang lain tampak diam sejenak lantas secara perlahan satu demi satu mulai bergerak ke arah Zahira udah mulai memisahkan diri untuk bergabung dengan Zehra menuju ke sisi kanan bangunan.
dari 1, 2, 3 hingga puluhan bahkan mulai ratusan orang bergerak ke sisi kanan memilih untuk bergabung dengan Zehra, sebagian bergabung karena memang sudah tidak tahan dengan sistem cullen yang lama, sebagian lainnya yakin jika Zehra mampu untuk memimpin mereka.
Tapi cukup banyak juga yang masih ragu dengan sistem kerja Zehra kedepannya.
"Bukankah Edgard seharusnya juga ikut memutuskan? kemana laki-laki itu yang membiarkan seluruh keadaan menjadi sekacau ini?"
Mendengarkan ucapan ketua distrik 2 seketika Zehra menaikkan ujung bibirnya, dia menoleh kearah Leo dan meminta laki-laki itu untuk menyambungkan panggilan video mereka melalui sebuah layar besar yang ada di sisi kiri ruangan tersebut.
Dibalik layar Edgard duduk dengan begitu santai, bola matanya menatap lurus ke depan, laki-laki itu tampak begitu tenang.
seluruh kehebohan jelàs kembali terjadi, mereka berfikir dimana laki-laki aku sebenar nya.
"Apa ini seperti sebuah ancaman? apa mereka sedang mengancam kamu, tuan Edgard?"
Sang ketua distrik 1 bertanya sambil menaik kan alisnya.
"Tentu saja tidak hanya saja kalian bisa mengikutinya untuk saat ini"
"Apa yang terjadi sebenarnya?"
laki-laki itu terus bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Sedang mencoba memulihkan ingatan, Herb"
Ucap Edgard sambil menatap tajam bola mata laki-laki tersebut dari seberang sana.
"Ya?"
Herb tampak mengerutkan keningnya.
"Kau jelàs paling tahu apa yang terjadi padaku"
Kata Edgard lagi.
Herb jelas masih meragukan kemampuan Zehra.
"Kamu tidak bertanya siapa saja yang dia genggam di dalam tangan nya saat ini? kamu tidak bertanya pada ku kenapa aku yakin dia bisa menempati posisi nya?"
Tanya Edgard tiba-tiba.
"Ya?"
"Kamu tidak ingin tahu siapa saja yang berdiri di belakang perempuan itu selama ini hingga dia bisa membawa kalian semua menuju ke kediaman utama Cullen?"
Lanjut Edgard lagi.
"Bahkan dia dengan begitu pintar menggiring ku ke satu tempat yang sama sekali tidak aku sadari"
Herb dan beberapa anggota Cullen lainnya jelas semakin mengerucut kan kening mereka, lantas secepat kilat Mereka menoleh ke arah Zehra yang masih duduk di atas kursi kepemimpinan Cullen itu dengan gaya yang begitu tenang.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Arash berdiri, berjalan menuju ke arah Zehra dengan cara yang begitu klasik dan luar biasa, bola matanya jelas menampilkan pancaran tidak bersahabat pada semua orang namun menatap Zehra jelas penuh dengan cinta.
Laki-laki itu berhenti tepat dihadapan Zehra lantas dia mengulurkan tangannya kearah Zehra, sang istri tampak mengembangkan senyuman, menerima uluran tangan itu dan dia mulai berdiri di samping Arash.
Kemudian dalam hitungan detik dari sisi kiri dan kanan beberapa laki-laki Tampak berjalan masuk menuju ke arah Zehra, sosok-sosok yang terkenal begitu ditakuti di dataran Eropa itu berjalan dengan langkah dingin dan begitu mematikan, menatap semua orang dengan jutaan pandangan.
Seketika semua orang terbelalak.
"Bagaimana mungkin?"
Mereka semua jelas tercekat.
Mereka Fikir bagaimana mungkin seorang perempuan mampu mengundang para ketua mafia dari seluruh penjuru Eropa itu dengan begitu mudah nya.
Oh shi..t I can't believe it.
Seluruh suara jelas menatap perempuan itu dengan tatapan tidak percaya.