King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Liburan penuh cinta "Special 2"



Pada akhirnya mereka langsung naik ke atas BUSTRONOME, mencari tempat duduk paling ternyaman untuk mereka.



"Seperti nya Kamu mencari tahu lebih dulu sebelum meng eksekusi sesuatu"


Arash langsung duduk di samping Zehra dengan gaya yang begitu santai bersandar pada kursi sofa, tangan kanannya ter ulur ke arah atas kursi sofa itu lantas dengan gerakan cepat Arash menarik tubuh zehra agar bersandar padanya.


"Akhhh"


Zehra berteriak kecil karena terkejut dengan gerakan refleks Arash yang menarik diri nya.


"Arash"


Ucap zehra cepat karena terkejut.


Alih-alih peduli dengan ekspresi zehra, laki-laki itu langsung menatap bola mata sang istri sambil berkata.


"Ini adalah perjalanan pertama ku menjadi laki-laki biasa, jadi jangan terlalu jauh-jauh dan bertanggung jawab lah pada ku"


Ucap Arash semakin mengikis jarak diantara mereka, laki-laki itu terus menatap dalam bola mata zehra sambil merapatkan wajah mereka, tangan kanannya tadi seketika Bergerak menahan punggung Zehra, membuat tubuh mereka semakin mendekat, sejenak ujung hidung mereka saling bersentuhan, seketika jantung kedua orang itu berdetak saling tidak beraturan.


Zehra mengembangkan senyuman nya.


"Itu terdengar tidak adil"


Ucap zehra sambil terus menatap dalam bola mata Arash.


"Kenapa?"


"Bukankah aku ratu nya hari ini? jadi seharus nya suami ku yang bertanggung jawab hari ini soal diri ku"


Ucap Zehra pelan sambil berusaha menyentuh pelan dada Arash karena jarak mereka terasa semakin merapat.


Laki-laki itu tampak berfikir.


"Bukankah akan Lebih adil jika kita saling menjaga?"


Ucap Arash tiba-tiba, lantas secara perlahan laki-laki itu menggesek ujung hidung mereka.


"Itu ide yang cukup bagus dan adil"


Zehra bicara sambil berusaha menahan deru nafas nya.


"Maaf, miss and mister"


Tiba-tiba seseorang mengejutkan mereka.


Zehra secepat kilat menoleh, mencoba melepaskan diri dari Arash, tapi laki-laki itu bukan nya melepaskan zehra, malah dengan cueknya semakin mempererat pelukannya.


"Ya?"


Arash bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.


Tampak seorang pelayan laki-laki menunduk kan kepalanya,dia meletakkan beberapa menu makanan dan minuman di atas meja mereka.



Lantas pelayan itu tersenyum, menundukkan kembali kepalanya kemudian meninggalkan Arash dan zehra.


"Bukankah itu tidak sopan? dia mengganggu kita tadi"


Protes Arash sambil kembali menatap bola mata zehra.


"Dia tidak mengganggu kita, tapi kita yang sedikit keterlaluan"


Ucap zehra sambil menampakkan jari telunjuk dan jempol kanan nya yang menyatu ke arah Arash.


"Sedikit keterlaluan"


Ucap zehra lagi sambil memejamkan sebelah matanya.


"Orang-orang biasa melakukan hal seperti itu, bahkan ada yang hingga berciuman di depan semua orang"


Arash bicara dengan sedikit berbisik.


Zehra memunyungkan bibirnya.


"Itu sangat tidak sopan"


Ucap zehra cepat.


"Tentu saja tidak"


Arash dengan cepat menarik pinggang zehra, berbisik cepat sambil berkata.


"Coba lihat di depan kiri kita dan ujung sana"


Ucap Arash pada zehra


Sejenak zehra melirik ke arah yang di maksud Arash, Seketika bola matanya membulat saat terdapat sosok pasangan yang tanpa malu berciuman di hadapan semua orang, dan anehnya tidak ada orang yang peduli dengan keadaan itu.


"Itu sangat memalukan"


Ucap Zehra cepat sambil membuang pandangannya wajahnya jelas langsung memerah karena malu, orang-orang yang melakukan nya tapi tidak tahu kenapa dia merasa malu sendiri.


Laki-laki itu menaikkan bahu nya lantas langsung mencium lembut bibir Zehra.


Sejenak Zehra membelalakkan bola matanya.


Detik berikutnya Arash melepaskan ciumannya lantas tangan nya melepaskan genggaman nya dari pinggang Zehra.


"Arash..."


Zehra jelas panik, langsung menoleh ke kiri dan ke kanan cukup malu jika ada yang melihat tindakan Arash, tapi rupanya tidak ada yang begitu peduli juga pada mereka.


"Jangan lakukan itu lagi, itu memalukan"


Ucap nya dengan berbisik panik.


Laki-laki itu sama sekali tidak menjawab, dengan cepat Arash mulai mencoba menu makanan yang ada dihadapannya, kemudian mencoba menyuapi Zehra.


"Arash..."


"Ini cukup lezat"


ucap Arash seperti di tanpa dosa sambil mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut Zehra.


Sejenak Zehra menatap sendok yang berisi makanan itu.


Bukankah itu barusan digunakan Arash untuk menyuapi diri nya sendiri?


fikir Zehra.


Seketika zehra tersenyum, lantas secara perlahan dia membuka mulutnya dan membiarkan laki-laki itu menyuapi dirinya dengan cara yang begitu lembut.