
Sejenak Anta mematung setelah Enardo melepaskan pelukannya.
Dia bilang apa tadi?
Anta bertanya dalam hati.
Maaf dan terima kasih?
Seketika Anta menelan salivanya.
Enardo tampak berjalan mulai mematikan lampu kamar utama,. membiarkan lampu kecil yang menyala.
"Aku fikir mungkin kamu kesulitan untuk tidur karena lampu nya terlalu terang, Anta"
Ucap Enardo sambil kembali naik ke atas kasur mereka.
Anta yang masih diliputi rasa terkejut mencoba untuk menyadarkan dirinya.
"Hmmm"
Ucap anta pelan lantas meletakkan obat di tangannya di atas nakas, lantas secara perlahan dia membaringkan tubuhnya, mencoba untuk memejamkan bola matanya secara perlahan.
Cukup sulit membuat matanya terpejam, mungkin butuh waktu yang cukup lama hingga akhirnya dia terlelap juga.
Beberapa waktu kemudian Enardo mencoba menoleh ke arah Anta, kemudian tampak dia mengangkat ujung bibir, secara perlahan Enardo menaikkan kepala Anta ke atas lengannya, dan membiarkan gadis itu masuk ke dalam dekapannya.
Beberapa kali Enardo menggosok dagunya ke ubun-ubun Anta, lantas dia menciumnya dengan lembut dan mulai ikut terlelap di dalam tidurnya.
********
Enardo tampak memperhatikan wajah Anta yang masih tertidur pulas dihadapannya,tidak ada pergerakan sama sekali dari gadis itu sejak dia bangun tadi.
Secara perlahan Enardo menyentuh lembut wajah Anta, kemudian dia mendekati wajahnya, dengan gerakan yang begitu lembut dia menyatukan bibir mereka sejenak.
Enardo menyapu bibir indah itu untuk beberapa waktu, hingga akhirnya terdengar suara lembut Anta serta gerakan tubuhnya secara perlahan.
seketika laki-laki itu melepaskan secara perlahan ciuman nya, dia kembali memejamkan bola matanya.
Antara ingin dan tidak untuk bangun Dia mencoba mencari apapun yang ada dihadapannya dan mencoba memeluk nya erat.
"Ngggg"
Dengan perasaan enggan Anta mencoba membuka bola matanya, cukup lama hingga membiasakan diri dengan silaunya cahaya pagi.
Seketika bola mata Anta membulat, dia cukup terkejut siapa yang ada di hadapannya.
"Hahhh?"
Enardo terlihat masih tertidur pulas menghadap dirinya, dan Anta baru sadar dia memeluk erat tubuh enardo sejak tadi.
Secepat kilat Anta memcoba melepas kan pelukannya, mencoba untuk menggeser tubuhnya yang ternyata dimana kepala berada di atas lengan Enardo dan pinggangnya di peluk erat oleh laki-laki itu.
Saat Anta berusaha untuk bergerak, bukan nya bisa lepas, Enardo malah mempererat pelukannya.
Tunggu dulu.....!!!! no....bagaimana ini????
Anta tampak panik,dia fikir jika Enardo bangun dan melihat dia berada didalam pelukannya bukan kah sangat memalukan sekali?.
Anta berusaha untuk menggeser kembali tubuh nya, namun lagi-lagi dia gagal, Enardo malah semakin memajukan tubuhnya, memeluknya semakin erat hingga akhirnya wajah Enardo masuk ke dalam ceruk lehernya.
Waittt....!!!
Seketika jantung Anta berdetak tidak beraturan, rasanya seperti akan lepas dari tempat nya, tubuhnya menjadi meremang dan entahlah dia bingung ada apa dengan perasaan nya.
Seolah-olah ada sesuatu yang menanjak naik menghantam diri nya, meningkatkan gelorah di pagi hari dan membuat Anta secara perlahan memejamkan bola matanya.
Ini perasaan apa?
Semakin Enardo bergerak mengencangkan pelukannya, semakin Anta kehilangan kata-kata nya, dia tidak berani bergerak, seolah-olah menikmati perasaan nya yang terus bergemuruh didalam sana, seoalah-olah berkata..
Ini bukan mimpi kah? jika bukan, jangan biarkan keadaan ini menghilang dengan cepat.