
Arash bergerak enggan dari tidurnya, mencoba menggeser tangan nya beberapa waktu, berniat mencari tubuh Zehra dan seperti biasa akan memeluk nya, Tapi beberapa kali Arash menggeser tangan nya, dia tidak merasakan ada sosok Zehra di samping nya.
Seketika Arash membeku, dengan cepat Arash membuka bola matanya, mencoba menelusuri seluruh sudut kamar, namun dia sama sekali tidak menemukan Zehra di kamar mereka.
Secepat kilat Arash berdiri mencari zehra di kamar mandi"
"Zehra?"
Arash membuka cepat pintu kamar mandi.
"Baby?"
Detak jantung nya jelas berdetak begitu kencang, tiba-tiba kecemasan meliputi dirinya, rasa khawatir, marah, kesal, sedih, panik dan entah apalagi dia tidak tahu.
Secepat kilat Arash keluar dari kamar nya, mencoba mencari sosok Zehra yang siapa tahu ada di salah satu sudut mansion, meskipun fikiran buruk menerjangnya karena masih terlalu pagi untuk zehra turun ke bawah, Arash masih berusaha untuk menyakinkan diri jika sang istri ada di salah satu sudut ruangan.
Tapi pencarian nya sia-sia, sejak tadi Arash mencari dia jelas tidak menemukan sosok Zehra.
Secepat kilat Arash naik ke kamar mereka, mencari handphone nya dan berusaha untuk menghubungi Zehra, namun rupanya handphone milik istri nya ada balik bantal milik zehra.
Arash Seketika menjadi bergitu panik, bagaikan orang gila yang kehilangan akal warasnya Arash jelas mengeluarkan suara garang nya.
"Dimana istri ku?"
Arash jelas membuat keributan di pagi hari, seluruh penghuni mansion yang belum bangun seketika bangun tanpa perintah dan aba-aba.
Seperti orang gila Arash kembali mencoba menjelajahi seluruh mansion mereka, mencari sosok sang istri yang telah terbiasa ada bersama nya.
Tidak...
Tidak...
laki-laki itu jelas belum pernah berekspresi seperti ini sebelumnya, Arash belum pernah menjadi sepanik ini, belum pernah semarah ini jika berada di luar jalur mafia, tapi kali ini Arash kehilangan kontrol akan dirinya sendiri.
Arash jelas bukan type laki-laki yang akan menangis kehilangan sesuatu, tapi pagi ini bola matanya jelas berkaca-kaca sambil mencari zehra hingga kejalanan selama tenggang waktu yang cukup lama.
Brakkk
2 sosok tubuh tegap itu terhantam dengan kasar ke sisi dinding.
jelas orang yang pertama kali di salah kan adalah Leo, setelah itu berlanjut pada pihak penjaga yang bisa kehilangan pengawasan terhadap sang istri.
"Bagaimana cara kalian menjaga seluruh sudut mansion?"
Suara Arash memecah keheningan pagi, Terdengar jelas memekakkan telinga.
Leo jelas kehilangan kata-kata, dia fikir kapan nona muda nya menghilang?
"Jika kalian tidak menemukan nya dalam 1x24 jam, aku pastikan satu persatu nyawa orang-orang disini akan menghilang"
Ucap Arash sambil meraup kasar wajah nya, hati nya tiba-tiba menjadi sakit, perasaan nya diliputi kecemasan beserta rasa kecewa, fikiran nya bercabang kemana-mana.
Zehra benar-benar meninggalkan dirinya atau seseorang membawanya.
Leo jelas kelabakan, tujuan utama pencarian nya jelas adalah ruang pengawasan CCTV, tempat itu menjadi tempat utama dirinya untuk bisa memulai pencarian secepat mungkin.
Sejenak Leo membeku saat melihat satu sudut ruangan yang di lewati sang nona Zehra nya, terlihat jelas perempuan itu turun kebawah Seolah-olah tengah mencari sesuatu, lalu tiba-tiba Zehra melesat keluar dengan keadaan terburu-buru saat mendengar suara keras menerjang dari arah sudut belakang mansion.
Bola mata Leo seketika terbelalak, saat sadar siapa sosok yang ada di belakang sana.
Belum sempat Leo berbalik untuk membuat laporan, rupanya Arash sang tuan sudah berdiri di belakangnya.
"Edgard masih hidup?"
Arash jelas terkejut, tidak percaya pada pandangan matanya.
"Bagaimana mungkin?"