King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 30 A & A



Ilse kock jelas langsung merinding ketika dia mendengar suara seseorang memecah keadaan, jika kehebohan atas ucapan nya sudah mampu memecah barisan keadaan, suara seseorang yang kali ini bahkan bisa lebih membuat kacau suasana, hingga membuat semua orang dibuat penasaran karena nya.


"Kau bilang putri ku pemberontak dan mata-mata? apa kau sedang ingin cari mati dengan ku?"


Lagi suara tersebut memecah keadaan, seorang wanita menyeruak di antara semua orang.


bayangkan bagaimana ekspresi Ilse Kock saat tahu suara siapa yang barusan saja memecah keadaan.


Seorang wanita berusia sekitar 50 tahunan terlihat bergerak mendekati dia dan Adeline, pakaian yang dikenakan oleh wanita tersebut jelas memperlihatkan betapa berkuasanya wanita itu, pakaian seseorang jelas menunjukkan kelas dari pengguna nya, apakah dia orang biasa, kelas menengah atas atau bahkan orang yang terpandang dan disegani oleh semua orang.


Dan wanita dihadapan nya itu jelas begitu terpandang dan disegani oleh semua orang, pengaruh nya bukan karena orang tua atau keluarga, namun karena sejak muda wanita tersebut jelas dikenal oleh semua rakyat dan orang-orang berpengaruh serta para petinggi dan pemegang kekuasaan di Jerman.


Diana Zain, dia adalah wanita yang paling ditakuti di kamp konsentrasi jerman. Julukannya adalah si monster cantik dari Eropa, yang diperistri oleh menteri pertahanan kepresidenan.


Suami wanita itu adalah orang yang paling dekat dengan presiden saat ini, dan Diana Zain merupakan wanita yang mengatur dan mengawasi para tahanan kenegaraan baik pemberontak, pengkhianat, mata-mata dan kaum orang-orang yang di anggap tidak sejalan dengan keinginan presiden dan para pemimpin pemerintahan.


Ada yang bertanya bagaimana cara kerja perempuan tersebut selama bekerja di kamp konsentrasi jerman sejak semasa muda nya hingga kini?!.


Sepak terjangnya dalam menghabisi orang-orang yang ada di kamp konsentrasi jerman jelas tidak terbilang biasa-biasa saja, Diana Zain bisa membunuh seseorang dari jarak jauh dengan sniper nya hanya dalam sekali tembakan.


Bahkan di masa muda nya, Diana Zain terkenal begitu mengerikan dengan sistem cara pembantaian nya di penjara bawah tanah.


wanita tersebut tidak pernah menggunakan hatinya saat dia melakukan tugasnya dalam mengeksekusi orang-orang yang dianggapnya bersalah.


tidak ada yang pernah berani berhadapan langsung atau mencoba untuk mencari konflik dengan Diana Zain, karena bagi mereka mencari konflik dengan wanita itu jelas sama saja untuk mencari mati.


dan meskipun Ilse Kock juga terkenal dengan kebringasan serta kekejamannya dalam membunuh musuhnya selama bertugas, satu-satunya orang yang dia takuti setelah Adalrich adalah Diana Zain.


Adalrich adalah sang penghancur jantung yang begitu ditakuti semua orang ketika dia melakukan penyerangan terhadap lawan dan berani bertempur di Medan perang tanpa gentar.


Diana Zain adalah wanita yang akan meng eksekusi lawan yang di tarik dan dipenjara oleh Adalrich di penjara bawah tanah di kamp konsentrasi mereka.


Dua orang tersebut tidak bisa di anggap remeh oleh para musuh dan dirinya sendiri.


Karena itu kekuatan dan kekuasaan Adalrich di atas Diana Zain membuat Ilse kock berpikir dia bisa menundukkan Diana Zain dengan mudah saat dia menjadi seorang Nyonya Adalrich.


Tapi alih-alih harapan nya tercapai, dia harus kehilangan kesempatan tersebut saat ini.


bagaimana bisa?!


Sejenak Ilse Kock jelas memundurkan tubuhnya, dia pikir Diana Zain adalah ibu Adeline?!.


"Nyonya apa kau sedang bercanda?"


Dia jelas tidak terima dengan apa yang barusan dia dengar, Adeline jelas-jelas seorang mata-mata, masuk ke kehidupan Adalrich dengan sebuah rencana untuk meruntuhkan pemerintah dan tengah merencanakan pemberontakan serta membawa beberapa orang-orang penting untuk berkhianat.


Dia tahu betul itu kemarin, hanya saja Ilse Kock masih belum tahu siapa sebenarnya yang menjadi puncak kepala Utama dalang dari pemberontakan tersebut dan apa keuntungan Adeline melakukan semua hal itu.


Itu masih menjadi teka-teki besar dikepala Ilse Kock.


"Dia adalah Adeline Amalia, Perempuan yang lahir di negara musuh dikirim oleh negara tetangga untuk mendekati orang-orang tentu dalam pemberontakan dan merencanakan perang besar untuk meruntuhkan kekuasaan Jerman"


Ilse Kock jelas bicara dengan lantang, kata-kata nya terdengar mengejutkan semua orang, tapi para pembawa berita tidak berani mencatat kata-kata Perempuan tersebut, mereka takut salah menyebarkan berita karena jika hal itu terjadi mereka takut akan menghasut negara tetangga dan menyebabkan peperangan besar di antara dua negara yang sebenarnya memiliki hubungan yang tidak begitu baik-baik saja.


"Adeline Amalia?"


Diana Zain bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Pemberontak? mata-mata? apa kau ingin cari mati saat mengatakan putri ku adalah seorang pengkhianat?"


Kemarahan wanita tersebut jelas membuncah, dia jelas cukup tersinggung dengan ucapan Ilse Kock.


"Kau tahu bagaimana aku dan suamiku mengorbankan kehidupan kami untuk negara ini? bahkan siapa yang tidak mengenal sepak terjang ku dan suamiku selalu berpuluh-puluh tahun? kami sengaja tidak memperlihatkan siapa keturunan kami kepada khalayak umum karena kami takut mereka akan dilanda kecemasan yang begitu besar karena tahu apa yang kami kerjakan! Kini saat aku belum sempat memperkenalkan putriku kepada semua orang, bisa-bisanya kau berkata jika putriku adalah seorang penghianat?"


Diana Zain bicara dengan api kemarahan yang begitu mendalam, dia melangkah maju mendekati Ilse Kock, posisi mereka kini saling menatap tajam antara satu dengan yang lainnya.


Bisa dilihat api kemarahan yang begitu membara muncul di balik bola mata wanita tersebut, meskipun dia tidak mudah lagi saat ini tapi kekuatannya jelas setara dengan Ilse Kock, dia tidak akan takut untuk menyerang perempuan yang ada di hadapannya itu saat ini juga.


"Putri mu? kau tidak pernah memperkenalkan putrimu selama berpuluh-puluh tahun kepada khalayak umum lalu tiba-tiba malam ini kau berkata dan mengaku jika dia adalah putrimu? kenapa ucapanmu cukup membuat ragu diriku bahkan mungkin termasuk semua orang!"


Ilse kock langsung menyambar kata-kata Diana Zain, dia jelas tidak percaya dengan ucapan wanita tersebut.


Ini seperti rencana penipuan publik untuk dirinya.


Dia tahu Diana Zain memiliki dua orang putri yang kata nya di kirim ke negara lain sejak mereka kecil, tapi tidak pernah terpikirkan jika putri Diana Zain kembali ke Jerman dan sosok itu adalah Adeline.


Dia pasti bercanda.


Batin Ilse Kock.


"apa yang bisa kamu berikan sebagai bukti konkret dalam pernyataannya yang menyatakan jika perempuan di hadapanku ini adalah putrimu, karena yang aku tahu dia adalah seorang mata-mata bernama Adeline"


Lantang suara Ilse Kock memecah keadaan, dia menatap tajam wanita dihadapan nya tersebut sembari menaikkan ujung bibirnya yang menampilkan seringai licik.


Adeline menatap bergantian dua orang yang cukup bersitegang dengan pendapat mereka masing-masing, dia menatap wanita yang mengaku sebagai ibu nya untuk beberapa waktu.


Di ujung sana, Adalrich terlihat bergerak menyaksikan permainan yang tengah diciptakan Ilse Kock, tapi cukup terkejut dengan ucapan yang dikatakan oleh Diana Zain.


Ada apa ini?!.


Apakah aku tidak mengetahui soal sesuatu?.