King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 28 A & A



Adeline masih terus mengerutkan keningnya saat dia mendengar perempuan yang ada di hadapannya tadi berkata,


Pelacur murahan?!.


Dia bilang apa barusan?!.


Perempuan tersebut tampak mendengus dengan tatapan tidak percaya.


Apa dia tidak tahu arti dari pelacur murahan?! kau pikir aku bekerja sebagai seorang penjajah?.


Perempuan itu masih menaikkan ujung alisnya.


Dan Adeline tengah mencoba menahan perasaannya ketika telinganya mendengar kata-kata yang begitu mengerikan dari bibir perempuan yang sama sekali tidak dia kenal yang berdiri tepat di hadapannya tersebut.


dia pikir dia akan kehilangan harga dirinya serta ke eleganan nya saat dia mencoba untuk menjawab ucapan dari perempuan yang ada di hadapannya tersebut atau dia meladeni ucapan perempuan itu saat ini.


Bagi Adeline cukup aneh ketika perempuan yang ada di hadapannya tersebut bicara dalam keadaan tidak sopan, mengingat bagaimana tampilan perempuan tersebut saat ini ketika berdiri tepat dihadapan nya.


penampilan perempuan itu jelas tidak seperti kalangan kelas menengah atau bawah, bisa ada yang tebal jika perempuan itu berada dalam kalangan kelas atas apalagi ada seorang wanita yang berdiri tepat di belakang perempuan tersebut, dia pikir perempuan itu pasti bukan orang yang cukup bebas dan sembarangan bergerak hilir mudik.


Alih-alih dia harus meladeni perempuan yang tidak dia kenal pada akhirnya dia lebih memilih untuk berbalik dan mengambil satu gelas sampanye yang ada di sisi kanannya saat ini.


Adeline pikir dengan minum segelas wine kemungkinan akan membuat dia bisa mengendalikan kekesalan nya terhadap perempuan yang ada di hadapannya saat ini.


Adeline benar-benar memilih berbalik, mengabaikan perempuan tersebut dan memunggungi dirinya.


"Kau berani mengabaikan ku?"


Tiba-tiba sebaris pertanyaan tersebut keluar dari mulut perempuan yang ada di belakangnya saat ini, tiba-tiba saja perempuan itu menarik bahunya dengan kasar hingga membuat minuman yang ada di tangan kanan Adelin tumpah seketika dan gelas yang ada di tangannya nyaris terlepas.


Adeline langsung berbalik mengikuti gerakan tangan dari perempuan yang ada di belakangnya tersebut yang memaksanya untuk berbalik menghadapi dirinya lagi seperti semula.


"kau mengabaikanku? aku mungkin kemarin cukup bersabar dengan dirimu Adeline, tapi saat ini aku pikir batas kesabaranku telah menghilang"


perempuan itu kembali bicara sembari mencoba menahan bau kiri adalah dengan telapak tangan kanannya, dia meminjamkan sejenak bola matanya dan menampilkan wajah yang garang ke hadapan Adelin.


Dia adalah Ilse Kock.


bayangkan bagaimana perasaannya saat ini ketika dia tanpa sengaja melihat sosok Adelin dari Arah pintu depan masuk gedung besar tersebut, dia yang tengah dilanda kemarahan jelas langsung bergerak mendekati perempuan tersebut.


Ilse Kock pikir rupanya Adalrich benar-benar telah membohongi semua orang, dia menyimpan Adeline di belakang semua orang tanpa terkecuali, meskipun dia tidak tahu di mana laki-laki tersebut menyembunyikan istrinya itu selama ini, tapi bisa Ilse Kock tebak jangan-jangan sejak awal laki-laki tersebut memiliki satu ruangan khusus di dalam mansion utama nya untuk menyimpan Adeline selama ini.


bahkan sampai dengan nyonya alima, mommy Adalrich sama sekali tidak tahu kehadiran perempuan tersebut, itu berarti laki-laki tersebut benar-benar menyembunyikan istrinya dengan sangat rapat dari semua orang juga dunia luar.


yang jadi pertanyaan Ilse Kock saat ini adalah bagaimana caranya perempuan tersebut bertahan hidup di dalam satu ruangan tanpa pernah keluar ke mana-mana selama 5 tahun belakangan.


dia pikir Perempuan tersebut benar-benar luar biasa, bisa jadi Adeline mati-matian merayu Adalrich untuk menyembunyikan dirinya dan selamat dari segala macam kemungkinan-kemungkinan buruk dan juga tujuan-tuduhan buruk kepada dirinya, dan Ilse Kock pikir, Adalrich karena cinta mampu menjadi bodoh bahkan kehilanganku wibawaan yang dihadapan perempuan tersebut sehingga dia menyembunyikan Adeline selama ini dari semua orang termasuk dunia.


tapi yang jadi pertanyaan besarnya adalah kenapa laki-laki tersebut menyetujui permintaannya nyonya Alima dimasa lalu untuk bertunangan dengannya dan menikah dengannya.


jika Adalrich menyembunyikan Adeline selama 5 tahun demi untuk menyelamatkan perempuan tersebut, maka saat ini salah dari memilih menyetujui rencana pernikahan mereka.


Ilse kock pikir bisa-bisanya laki-laki tersebut benar-benar mencoba mempermalukan dia kepada semua orang.


karena itu Ilse Kock pikir, jika saat ini dia sama sekali tidak bisa mendapatkan Adalrick, maka dia akan memastikan Adeline juga tidak akan pernah mendapatkan laki-laki tersebut.


dan tidak ada seorangpun yang boleh memiliki sang penghancur jantung yang membuat dia tergila-gila selama hampir 12 tahun.


tidak sebentar baginya untuk menahan perasaannya kepada laki-laki tersebut, dan semua intinya hancur ketika laki-laki itu mulai mengenal Adeline.


bahkan dia melewati banyak masa dan telah banyak berkorban untuk laki-laki itu, maka Ilse Kock jelas tidak akan pernah mau menyerahkan laki-laki tersebut kepada siapapun hingga akhir hayatnya.


"Aku cukup terkejut kau punya nyali untuk keluar setelah Lima tahun berlalu"


Ucap Ilse Kock lagi.


mendengar ucapan perempuan yang ada di hadapannya tersebut sejenak membuat Adele menaikan ujung alisnya.


Setelah 5 tahun berlalu?!.


Saat Adeline mendengar perempuan itu berkata setelah 5 tahun berlalu, seketika perempuan tersebut langsung menatap wajah perempuan yang ada di hadapannya itu yang dia sama sekali tidak ketahui siapa namanya dan siapa identitas nya.


Adeline pikir jika perempuan tersebut menyebut kata 5 tahun yang lalu itu artinya perempuan itu cukup mengenal dirinya.


melihat bagaimana sambutan perempuan tersebut terhadap dirinya ketika di pertemuan pertama mereka saat ini, Adeline bisa menyimpulkan jika hubungan mereka berdua jelas tidak baik-baik saja di masa.


tidak paham apakah hubungan mereka Dimasa lalu berdasarkan sekedar hubungan yang tidak akur dan cocok atau bahkan hubungan saling membenci antara satu dengan yang lainnya atau yang lebih mengerikan lagi bisa jadi mereka berdua sedang berencana untuk saling membunuh di dalam diam.


Adeline pikir terlalu dekat dengan perempuan tersebut jelas cukup berbahaya, mungkin sebaiknya di memasang jarak pasti terhadap perempuan dengan wajah yang cukup jelas dan alis yang cukup menukik tajam seperti lintasan garis Cakrawala.


Alis nya benar-benar menandakan sebuah kesangaran yang luar biasa persis seperti wajahnya yang sangat tidak bersahabat.


Batin Adeline didalam hati nya.


kala ini Adeline sama sekali tidak terlalu tertarik untuk berdebat dengan perempuan yang ada di hadapannya saat ini mengingat dia saat ini tidak mungkin melakukan perdebatan yang tidak bermakna.


"Maaf, aku pikir kau pasti sedang salah orang"


Adeline berkata ke arah Perempuan yang ada di hadapan tersebut, dia mencoba menundukkan kepalanya dan kembali berbalik ke arah belakang.


namun alih-alih bisa menyelesaikan apa yang menjadi pikirannya saat ini, tiba-tiba saja perempuan tersebut berkata kembali mencoba menarik tubuh nya kebelakang dengan gerakan cepat dan cukup kasar, kali ini Adeline pikir perempuan tersebut tidak lagi menggunakan cara yang sedikit halus seperti tadi, seolah-olah perempuan itu sengaja untuk menjatuhkan dirinya ke arah lantai.


Dan tiba-tiba saja tanpa diduga perempuan tersebut menaikkan telapak tangan nya dan ...


Adeline langsung membulatkan bola matanya saat tiba-tiba perempuan di hadapannya tersebut mencoba untuk menampar dirinya.


Wait?!.


Adeline seketika tercekat.