King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Menjaga semua orang sesuai permintaan nya



Enardo tampak mengulum senyuman saat melihat Anta terlelap didalam tidurnya, secara perlahan laki-laki itu menggendong Anta untuk màsuk ke dalam mansion mereka, Mommy Anta secepat kilat menyambut kepulangan putri dan menantu nya itu.


"Sudah bertemu Zehra?"


Wanita itu bertanya tidak sabaran ke arah Enardo.


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Mereka sedang berlibur ke luar negeri"


Sejenak raut kecewa terpancar dari wajah sang mertua.


"Mommy, kita bisa mengunjungi diri nya saat mereka pulang berlibur"


"Mommy sedikit malu untuk bertemu, mungkin dia kecewa karena Mommy yang menyarankan Mommy nya untuk membawa nya pergi menjauh dari keluarga Cullen"


Mommy Anta bicara cepat sambil mengikuti langkah Enardo yang membawa Anta menuju ke kamar atas.


"Tapi itu ada baiknya mom, jika tidak mungkin keadaan akan jadi berbeda, mungkin saat ini Zahra sudah jadi mesin pembunuh penerus Cullen"


Mommy Anta membuka cepat pintu kamar dihadapan mereka, membiarkan Enardo masuk membawa tubuh Anta dan meletakkan tubuh putri nya ke atas kasur secara perlahan.


"Hmm"


Mommy Anta mengangguk pelan.


"Ngomong-ngomong, apa kamu sudah bicara soal Daddy mu pada Anta? kalian belum mengunjungi dia?"


Mommy Anta bertanya cepat.


"Aku pikir akan membicarakan nya besok dengan Anta, membuat kunjungan ke apartemen Daddy bersama"


"Hmmm itu bagus"


Mommy Anta menarik pelan nafasnya.


"Apa kamu masih belum tahu siapa yang membawa Daddy mu kembali?"


Tiba-tiba Mommy anta menampilkan ekspresi wajah yang begitu serius.


Enardo diam sejenak lantas dia menggeleng kan kepala nya pelan.


Tanya wanita itu kemudian.


Enardo kembali menggelengkan kepalanya.


"Aku belum begitu yakin"


Mommy Anta mengangguk pelan.


"Istirahat lah"


Ucap wanita itu cepat lantas mendekati Anta, mencium putri nya sejenak kemudian berlalu dari hadapan Enardo dan Anta.


Sejenak Enardo diam, dia hanya menarik pelan nafasnya.


Sebenarnya dia tahu siapa yang mengirim Daddy nya pulang.


Zehra.


Perempuan itu yang mengirim Daddy nya, rasa bersalah karena sang Daddy nya lah yang dulu membawa Zehra pergi menjauh dari Cullen atas perintah nyonya Mc dores hingga membuat kemarahan Cullen membuncah dan menghabisi seluruh keluarga nya di masa lalu.


Rangkaian kalimat yang ditulis Zehra membuat dia kehilangan kata-kata.


Bukankah sejatinya anak-anak tidak pernah tahu kesalahan orang tuanya? anak-anak tetaplah anak-anak, yang tidak seharusnya di salah kan atas segala sesuatu perbuatan dosa yang di perbuat oleh orang tua nya.


Satu hari kau akan memiliki anak-anak, aku akan memiliki anak-anak dan mereka pun akan memiliki anak-anak.


Berdamai dengan masa lalu itu memang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika kamu memaafkan seseorang yang telah menyakiti perasaan mu, atas nama diri nya aku meminta maaf dengan sejuta cara, andaikan nyawa ku bisa menebus kesalahan yang di perbuat Daddy ku di masa lalu, kamu boleh membuat perhitungan nya dengan ku, adik ipar.


Dan Cintai Anta sebagai mana dia mencintai mu, realita nya dia sudah terlalu lama menanti mu, entah berapa musim dia menunggu, mengalah demi Zaffa agar tetap berada disisi mu.


Enardo tahu pasangan itu tidak sedang berlibur, Mereka sedang membuat strategi untuk menghancurkan pertahanan Cullen.


"Aku tidak minta banyak hal pada mu, saat kami bergerak jaga telinga Anta agar tidak mendengar gosip apapun, saat dia tahu aku berlibur, ajak dia untuk berlibur agar dia tidak mendengar kondisi buruk yang akan menerjang, bawa juga keluarga besar Cullen menjauh, sisanya adalah urusan kami"


"Apa kamu mencintai Anta?"


"Sangat"


"Kalau begitu berjanjilah pada ku, untuk selalu membuat nya bahagia didalam seumur hidupnya"