King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Ufuk senja yang terluka



Begitu mendapat informasi soal perempuan yang dilihat nya pagi tadi, Edgard yang seharusnya melesat pulang ke mansion utama Cullen secepat kilat memutar mobil nya.


Tidak dia pedulikan lagi kendaraan lain di jalanan yang melaju disekitar nya, yang Edgard pedulikan bagaimana cara nya mengejar perempuan itu.


Sang informan berkata, perempuan itu akan pergi meninggalkan prancis malam ini juga.


"Perempuan yang Anda cari adalah Zaffa De Cullen, putri pertama tuan Cullen yang di asingkan di mansion sisi Utara sejak bertahun-tahun yang lalu"


"Para pelayan berkata jika dia di asingkan karena berselisih paham dan jelas-jelas membantah aturan dari Cullen di masa lalu, menolak pernikahan dengan tuan Elan putra doktor Hans dan lebih memilih...."


Kata-kata itu terhenti dari mulut laki-laki itu, seorang informan sewaan yang dibayar oleh nya untuk mencari tahu tentang banyak kecurigaan nya selama ini soal masa lalu nya.


"Siapa?"


Edgard Bertanya dengan tidak sabaran.


"Dengan Anda di masa lalu, tuan"


"Ya?"


"Saya juga sedikit bingung dengan keadaan ini, tapi realita nya kalian memang memiliki satu hubungan dimasa lalu, dan seharusnya kalian memang memiliki seorang putra di masa lalu"


"Saya sudah mengirim beberapa dokumen dan beberapa data penting serta foto di masa lalu anda dan perempuan itu di email tuan"


Secepat kilat Edgard memeriksa seluruh email masuk di dalam laptop nya, dan seketika bola matanya membulat saat kursor nya terus bergerak dengan sempurna, menampilkan banyak foto laki-laki yang begitu mirip dengan dirinya.


Siapa? bagaimana mungkin?


Edgard berusaha untuk memegang kepalanya, rasa sakit jelas menghantam diri nya, seolah-olah suara-suara terus saling bersahutan dikepalanya.


"Sayang kamu tahu apa yang paling aku sukai? ufuk senja"


Momen senja kerap menjadi panorama yang paling indah. Banyak orang berupaya mendapatkan senja. Bahkan ada yang diistilahkan sebagai "pemburu senja".


"Kamu tahu Ed?  ada Sajak yang aku suka dari senja"


"Senja tak pernah salah. Hanya kenanganlah yang kadang membuatnya basah. Dan pada senja, akhirnya kita mengaku kalah".


"Ed... aku fikir sebaiknya kita pergi dari prancis secepat nya, aku takut Daddy menemukan kamu"


"No....Daddy...no"


"Ed.... bangun, Ed....bangun..."


Teriakan dan tangisan Zaffa memecah kesunyian malam, gadis itu menangis histeris saat tubuh kekar itu tumbang di hantam oleh jutaan pukulan.


Bahkan saat dirinya tergeletak tak berdaya, dia melihat gadis ufuk senja nya juga tergeletak tidak berdaya, darah segar mengalir deras dari pangkal paha hingga merembas ke seluruh lantai, wajah pucat pasi itu mengerang sambil berusaha meraih tangan nya, bola mata itu bahkan dipenuhi oleh air mata, suara itu terdengar begitu lirih di balik telinga nya.


"Maafkan aku, ufuk senja "


"Akhhhhhh"


Seketika Edgard berteriak histeris di dalam mobilnya disepanjang perjalanan memecah kesunyian malam, dia menekan pedal gas mobil nya sekuat tenaga, meskipun ingatan itu masih samar-samar tapi Edgard yakin perempuan itu adalah masa lalu nya.


Meskipun dia tahu orang-orang mencoba menutupi soal identitas nya,tapi Edgard terus berusaha menggali soal siapa sebenarnya dirinya, dia hanya ingin tahu siapa sebenarnya keluarga nya hingga pada akhirnya pencarian jati diri itu tidak sengaja menggiring nya ke arah yang berbeda.


Zaffa...Zaffa...


Edgard berusaha untuk terus menyebutkan nama itu, meskipun tidak familiar namun terasa tidak asing dibalik bibir dan telinga nya, terasa begitu akrab dan seolah memang pernah mengisi relung hati nya yang paling dalam.


Tidak, jangan pergi dulu dari pandangan ku sebelum aku mengetahui soal kenyataan apa yang terjadi di antara kita di masa lalu.