
Dikala obrolan panjang antar keluarga tak kunjung usai tahu-tahu rasa kantuk anta mulai menerjang, ingin pamit lebih dulu takut di kata tidak sopan, pada akhirnya gadis itu meringkuk di kursi sofa tepat dimana Enardo duduk, gadis itu mencoba menahan bola matanya agar tidak terpejam dengan cepat namun apalah daya pada akhirnya Anta mulai terlelap dengan sempurna.
"Tidak ingin mendapatkan bulan madu setelah ini?"
Salah satu uncle Anta bertanya cepat ke arah Enardo.
"Meskipun sudah hamil atau belum, uncle fikir kalian butuh quality time,masa liburan untuk menikmati waktu bersama, anggaplah sebagai pengganti waktu bulan madu yang tertunda"
Lanjut uncle muda anta lagi.
"Aku fikir harus menanyakan nya lebih dulu pada Anta"
Ucap Enardo cepat, lantas tangan nya dengan perlahan meraih kepala Anta, menaikkan nya ke atas paha Enardo.
"Anta agak Sulit memilih tempat berlibur sejak dulu, aku fikir kami akan mencari waktu yang baik untuk berbulan madu setelah menanyai nya soal tempat yang bagus"
Enardo bicara sambil mengelus lembut kepala Anta.
Mommy anta tampak mengulum senyuman saat melihat bagaimana Enardo memperlakukan Anta, seperti ucapan Zaffa, Enardo memang benar-benar mencintai adiknya.
"Kenapa tidak Minggu depan saja? bukankah itu waktu yang baik? jangan khawatir soal perusahaan, ada banyak orang-orang yang akan membantu mu mengurus nya"
Uncle muda Anta bicara cepat, memberi ide yang cukup masuk akal.
"Aku akan mendiskusikan nya dengan Anta"
"Sayang perempuan suka kejutan, jangan selalu bilang ingin mendiskusikan nya"
Mommy anta menyahut cepat.
"Ada beberapa hal yang bisa aku jadikan kejutan untuk Anta, tapi ada beberapa hal yang memang harus aku mintai pendapat dengan cara berdiskusi langsung untuk menghargai dan menghormati keputusan Anta,aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama di masa lalu Mom"
Enardo bicara sambil menatap dalam wajah Anta.
"Anta begitu lembut dan rapuh hati nya, sekali nya kecewa akan begitu Sulit memperbaiki hati nya agar kembali seperti semula, aku tidak ingin di anggap membuat keputusan sebelah pihak hang bisa menyakiti perasaan Anta"
Enardo melanjutkan kata-katanya, menatap dalam ke arah Mommy Anta.
"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi untuk kedua kalinya seperti di masa lalu"
Seketika wanita paruh baya itu mengembang kan senyuman nya, uncle muda Anta tampak mengangguk-angguk kepalanya.
"Aku akan meminta pendapat Anta soal liburan nya, jika dia bilang oke Maka aku akan pergi, tapi jika tidan aku akan menghargai keputusan dia"
Setelah berkata begitu Enardo kembali menatap wajah anta, yang tertidur lelap di atas pahanya. Suara tarikan nafas gadis itu terdengar begitu teratur, wajah cantik mendominasi itu terlihat begitu Cantik di mata Enardo.
Istirahat lah, hari sudah cukup larut malam"
Uncle muda Anta bicara cepat, lantas laki-laki itu berdiri dari duduknya diikuti sang Mommy Anta.
"Aku yakin kamu bisa membahagiakan Anta"
Ucap laki-laki itu sambil menepuk-nepuk lembut bahu enardo kemudian langsung pergi dari Sana.
Enardo diam sejenak sambil mengulas senyuman nya, lantas secara perlahan mulai menggeser kepala Anta dari atas pahanya lantas dia berdiri dan dengan gerakan lembut meraih tubuh Anta untuk masuk ke dalam pelukan nya, menggendong Anta dengan begitu hati-hati dan membawa sang istri Menuju ke kamar mereka.