King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 33 A & A



"Sapalah ibu mu"


Ilse Kock kembali berbisik pelan dibalik telinga Chaddrick, seulas senyuman licik terus mengembang dari bibir Perempuan tersebut.


mendapat dari bisikan perempuan tersebut membuat bocah kecil itu kembali melirik ke arah Ilse Kock.


demi apapun dia benar-benar tidak menyukai wajah perempuan yang ada di sisi kanannya tersebut, dia memang tidak paham soal apapun, tapi sekarang bocah sepertinya jelas tahu mana bukan seseorang yang baik dan juga muka seseorang yang tidak baik.


dia tahu nama perempuan tersebut adalah Ilse Kock, beberapa kali perempuan itu hilir mudik kediamannya, bebeknya berkata jika perempuan tersebut adalah calon ibunya, perempuan tersebut mencintai ayahnya.


Tapi dia tahu cinta perempuan tersebut benar-benar palsu, Ilse Kock terkesan berpura-pura baik kepadanya hanya untuk mendapatkan hati ayahnya.


sebenarnya dia adalah bocah polos yang tidak tahu apa-apa dan sulit menilai seseorang dulu, saat perempuan tersebut hilir mudik kediaman ayahnya dia memilih diam-diam mengintip perempuan tersebut dan berpikir mungkin perempuan itu pantas menjadi ibu nya.


namun satu kejadian mengerikan membuat dia begitu tidak menyukai seorang Ilse Kock, perempuan tersebut pernah membuat dirinya terluka parah dan dia hampir mati kala itu.


setelah membuatnya terluka dan nyaris mati perempuan itu malah menyalahkan seorang pelayan yang mengasuh dirinya, hingga membuat pelayan tersebut langsung ditembak di tempat oleh ayahnya.


saat itu dia ingin berkata jika perempuan itulah yang bersama dan membuatnya nyaris mati, dia menangis terisak di depan ayahnya dan juga kakeknya, tapi dia sama sekali tidak berani mengadu karena Ilse Kock mengancam dirinya.


"Jangan sesekali membuka mulut mu dihadapan Adalrich"


ancaman perempuan tersebut sangat mengerikan, pada akhirnya dari sana kebencian Chaddrick kecil secara perlahan menggerogoti hatinya soal Ilse Kock.


bahkan dia tahu beberapa kali perempuan tersebut mencoba untuk mendekati dirinya sembari bersikap manis, realitanya Chaddrick kecil lebih suka memasang jarak atau bahkan bicara begitu dingin perempuan tersebut.


bahkan dirinya memasang jarak pada semua perempuan yang mencoba mendekati ayahnya dan bersikap sedikit dingin, kasar juga bicara tajam kearah siapapun yang mencoba mengambil hati nya.


Pernah satu kali nenek nya berkata,


"Sayang jangan bersikap seperti ayah mu, kau dan ayah mu Adalrich benar-benar 11 12, kenapa watak kalian semakin lama semakin mirip antara satu dengan yang lainnya?"


Alih-alih menjawab ucapan nenek nya Chaddrick kecil lebih baik membuang pandangannya.


Bagi Chaddrick itu adalah cara dirinya untuk melindungi dirinya sendiri dari orang-orang jahat di sekitarnya.


dia hanya tidak ingin para perempuan mencintai ayahnya tapi tidak pernah mencintai dirinya, baginya orang yang pantas dicintai adalah beberapa gambar dinding kamarnya dan juga di dinding kamar ayahnya di mana gambar tersebut terpampang di kamar mereka yang berada di kediaman Adalrick.


ketika dia merindukan gambar perempuan cantik yang ada di dinding tersebut, Chaddrick kecil akan memilih untuk pergi menginap di rumah ayah nya.


karena yang dia tahu nenek nya sama sekali tidak menyukai perempuan yang ada di gambar itu, neneknya berkata perempuan itu tidak pantas berdampingan dengan ayahnya dan seorang penipu, dia bukan perempuan baik dan tidak pernah mencintai Chaddrick.


"Dia bukan ibu mu"


sebaris kalimat itu diucapkan oleh neneknya berkali-kali kepada dirinya.


Tapi orang-orang dikediaman Adalrich berkata perempuan itu adalah ibunya, begitu juga kakeknya berkata hal yang sama.


"Kau memiliki sifat anggun dan hangat seperti ibu mu"


Itu yang pernah diucapkan kakeknya kepada dirinya berkali-kali di dalam ketidakpahamannya.


Ditengah pemikiran Chaddrick, Ilse Kock benar-benar menunggu Chaddrick kecil membuat keributan saat ini, bisa dia bayangkan apa yang akan terjadi di detik berikutnya seandainya saja Chaddrick kecil berkata perempuan yang di depan itu adalah ibunya.


dia benar-benar akan bisa menghancurkan perempuan tersebut, dan bisa dipastikan besok berita besar akan berkembang dengan cara yang sangat luar biasa.


sejak dulu dia selalu menunggu kehancuran perempuan tersebut bahkan berbagai cara dia lakukan untuk menjatuhkan, jika dulu dia gagal membunuhnya maka kali ini dia akan menghancurkan harga diri dan kehormatannya, dia ingin melihat bagaimana cara Adalrich akan melindungi perempuan sialan tersebut.


mulut seorang bocah kecil jelas tidak bisa dikontrol, bahkan siapa yang akan mempercayai ucapan seorang bocah karena pada realitanya seorang bocah selalu jujur kepada siapapun yang ada di sekitarnya.


karena itu dia yakin Chaddrick pasti akan membuat sebuah keberuntungan dan keberhasilan untuk dirinya.


semua rencana Ilse Kock pasti akan berhasil.


Bahkan dia sedang melihat ekspresi dari Adeline, melihat wajah perempuan tersebut saat melihat putranya dia ingin tahu bagaimana, namun seketika Ilse Kock mengurutkan keningnya saat dia melihat ada yang tampak menatap bingung Chaddrick kecil.


Ilse Kock pikir apakah Adeline tengah menampilkan ekspresi bercandanya saat ini atau perempuan tersebut memang benar tidak mengenal Chaddrick.


Adeline sama sekali tidak menampilkan ekspresi terkejut atau takut, tidak terlihat bibir nya bergetar atau bola matanya memerah atau bahkan berair.


Ada apa ini?!.


Dia jelas semakin mengerut kan keningnya.


Dia pikir Adeline mungkin sedang berusaha untuk melindungi dirinya sendiri saat ini, menampilkan ekspresi terkejut dan lain sebagainya jelas apaan membuat sulit keadaan nya saat ini.


"Hallo sayang"


Adeline terlihat mengembangkan senyuman nya, dia mencoba menjongkokkan tubuhnya kemudian memilih duduk mensejajarkan diri nya ke arah Chaddrick kecil, senyuman tulus dan polos perempuan tersebut membuat Chaddrick sama sekali tidak bisa melepaskan pandangannya dari perempuan yang ada di hadapannya itu.


siapa nama yang diberikan oleh Adelin seketika membuat Chaddrick berusaha untuk tidak menangis, bahkan dia memilih untuk tidak mengeluarkan air matanya atau bahkan memeluk perempuan yang ada di hadapannya tersebut saat ini"


Alih-alih melakukan dua hal tersebut, Chaddrick kecil lebih memilih terus diam sembari menatap dalam bola mata Adeline.


"Bibi maukah kamu menjadi ibu ku?"


sebaris pertanyaan tersebut meluncur dari bibir Chaddrick.


Apa?.


Ilse Kock jelas terkejut setengah mati, dia membulatkan bola matanya dengan cepat.


Bagaimana bisa Chaddrick kecil Berkata begitu?.


Di sisi lain Adalrich sendiri bergerak mendekati putranya dengan cepat, ketika dia tiba di dekat putra nya dan Ilse Kock, dia langsung menatap tajam ke arah Perempuan tersebut dengan perasaan begitu marah, dia pikir perempuan tersebut sengaja melakukan tersebut untuk mengacaukan segalanya.


Ilse Kock jelas mengejang, di antara ketidakpercayaan nya atas respon Chaddrick kecil dan pandangan mematikan milik Adalrich.


Adeline jelas langsung menaikkan ujung alisnya, menatap bocah kecil dihadapan nya itu dengan sedikit terkejut saat mendengar permintaan bocah itu terhadap dirinya.


"Ayah bilang bibi akan menjadi ibu ku, kakek bilang kalian akan menikah secepat, apakah itu benar, ibu?"


Chaddrick kecil bertanya sembari menatap Adeline dengan bola mata berkaca-kaca.