King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Mencairkan suasana



Dengan langkah lelah anta masuk ke dalam kamarnya, dia fikir mungkin mandi adalah pilihan terbaik saat ini sebab setelah seharian kesana-kemari membuat seluruh tubuh nya menjadi lelah.


Namun saat dia mencoba membuka pintu kamar mandi nya tiba-tiba pintu kamar mandi nya sama sekali tidak mau terbuka tanpa alasan.


kletekkkk


kletekkkk


Aih???


Anta menaikkan ujung alisnya.


Dia mencoba kembali membuka nya namun tetap gagal, secepat kilat anta bertanya pada sang pelayan dan meminta pelayan tersebut untuk membantu nya membuka pintu kamar mandi nya.


Kletekkkk


kletekkkk


Sang pelayan beberapa kali mencoba untuk membukanya.


"Aku fikir ini rusak, nona"


Ucap sang pelayan pelan.


Anta tampak menghela nafasnya pelan, dia fikir dia cukup merasa gerah saat ini.


"Nona bisa menggunakan kamar mandi di kamar tuan Enardo, tuan belum pulang, saya fikir mungkin akan pulang terlambat seperti biasanya"


Anta tampak diam, dia berfikir sejenak.


"Aku akan mandi disana, tolong perhatikan dengan seksama, jika dia pulang dan aku belum selesai, katakan aku menggunakan kamar mandinya sejenak"


Anta berusaha berpesan panjang lebar.


"Baik nona"


Secepat kilat Anta melesat keluar dari kamarnya menuju ke kamar mandi enardo.


******


Setelah memarkirkan mobilnya, Enardo melangkah cepat keluar dari dalam mobilnya menuju ke arah dalam mansion, melesat masuk menuju ke lantai atas di mana kamarnya berada.


Sang pelayan rumah tampak sibuk berkutat di dapur menyiapkan makan malam, enardo Fikir apa Anta belum pulang? biasa nya belakangan gadis itu ada di rumah menyiapkan makan malam saat jam segini.


Fikiran penat dan lelah karena tugas berat di Perusahaan jelas menerjang dirinya, sesaat setelah masuk ke kamarnya dengan cepat enardo menarik dasinya, lantas Secepat kilat laki-laki itu melepaskan jas miliknya dan kemeja nya lantas melepaskan semua sisa pakaian nya satu persatu.


Secepat kilat enardo meraih handuk mandi nya kemudian melesat masuk ke dalam kamar mandi.



Laki-laki itu bergerak cepat menuju ke ruang kaca shower yang ada disisi kanan nya, secepat kilat dia masuk dan.


"Oh shi..t"


Enardo tampak terkejut diikuti oleh Anta.


Mereka jelas saling terbelalak kaget, Secepat Kilat Anta dan enardo saling membalikkan tubuh mereka.


"Apa pelayan nya tidak berpesan? pintu kamar mandi ku rusak tidak bisa di buka, aku bilang akan menggunakan kamar mandi mu dan meminta mereka untuk menahan mu masuk selagi aku mandi"


Ucap Anta cepat, mencoba mencari dimana handuk nya, seketika Anta membeku saat sadar handuk nya ada di luar sana.


"Bisa berikan handuk mu pada ku, aku meninggalkan handuk ku di luar"


"Ya?"


Enardo bertanya cepat mencoba menoleh.


"Yakkk"


Anta langsung mengomel.


"Oh sebentar"


Enardo jelas serba salah, memberikan handuk nya? itu artinya dia tidak menggunakan apa-apa, mengambil handuk Anta di luar jelas butuh perjalanan panjang dengan cara tidak melihat gadis itu dan berjalan membelakangi nya.


"Enardo"


ucap Anta lagi.


"Itu artinya aku yang kehilangan handuk, Anta"


ucap Enardo tiba-tiba.


"Kamu bisa berjalan kedepan, cepatttt"


Protes Anta sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"Tunggu dulu, bukankah kita suami istri? apa terlihat begitu memalukan saat suami istri mandi bersama?"


Tanya Enardo tiba-tiba.


Dia fikir mungkin dia gila, tapi dia jelas tidak bisa bertahan dengan ke kakuan hingga akhir. Mungkin mereka butuh cara lain untuk mencair kan suasana di antara mereka.


"What?"


Anta jelas terkejut dengan kata-kata Enardo barusan.


"Bukankah bukan salah ku masuk ke kamar mandi sendiri? aku fikir aku bebas menggunakan kamar mandi ini? seperti nya ini kesalahan kamu yang tidak membuat catatan kecil di depan pintu"


Setelah berkata begitu Enardo langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Anta, gadis itu jelas membulatkan bola matanya.


Secepat kilat Anta memejamkan bola matanya saat enardo melepaskan kan handuk di tubuh enardo.


"Kamu bisa meneruskan mandi mu"


Setelah berkata begitu, enardo merapatkan tubuhnya ke Anta, mendorong nya perlahan ke dinding.


Seketika tubuh anta meremang,wajah Anta jelas memerah dengan sempurna , fikiran Anta pun mulai melanglang buana kemana-mana, kulit mereka bergesekan dengan begitu lembut.


Takkkkk


Seketika Enardo menelan kontak lampu nya, lantas dia memundurkan tubuhnya sambil mengulum senyuman.


"Kita tidak perlu saling melihat antara satu dengan yang lainnya"


Anta membuka pelan bola matanya, suasana jelas langsung berubah gelap, masih samar-samar terlihat karena dibantu pencahayaan dari ujung kamar mandi.


Enardo langsung menghidupkan shower nya, mulai membasahi seluruh tubuh nya tanpa mempedulikan Anta.


Seketika gadis itu mengedip-ngedipkan bola matanya beberapa waktu, jantung nya jelas berdetak 10x lebih kencang dari biasanya, rasa malu dan entahlah dia tidak tahu bercampur aduk menjadi satu, dengan gerakan perlahan dia ikut menghidup kan shower satu nya yang berasa di atas nya dan mulai membasahi kembali dirinya.