
Pagi-pagi sekali Anta sudah kelihatan penuh dengan semangat yang membuncah, rencana mereka sejak semalam jika mereka akan berkunjung ke kediaman Arash, menemui kakak perempuan nya Zehra hari ini.
Sejak bangun tidur gadis itu terus berisik di samping Enardo, bicara dengan tidak sabaran agar Enardo segera bangun dan mandi.
"Enardo, hari sudah siang, kamu lihat matahari mulai menampakkan sinarnya, bangun lah, kita akan pergi kerumah kak Zehras"
Enardo tampak mengembangkan senyuman nya, bola matanya masih terpejam dengan sempurna, rasa lelah kemarin dan kurang tidur semalam membuat rasa kantuknya masih begitu menerjang sempurna.
"Enardo..."
"Hmmm"
"Bangun"
Anta menarik cepat tubuh Enardo dengan kepayahan, cukup sulit karena tubuh Anta jelas kalah jauh dari laki-laki itu.
"Enardo"
Rengek Anta kesal.
"Aku akan pergi dengan supir"
Ucap Anta cepat lantas berniat untuk pergi.
Secepat kilat bola mata laki-laki itu terbuka, menarik cepat tubuh Anta hingga masuk kedalam dekapannya.
Anta jelàs terkejut, Bola matanya seketika membulat.
"Berikan aku sebuah ciuman"
Bisik Enardo pelan.
"Ishhhh"
Anta ber desis.
"1 ciuman penambah semangat"
Goda nya sambil menggesek-gesekkan pipinya ke pipi Anta.
Sejenak jantung Anta berdetak kencang tidak beraturan, mencoba menatap wajah Enardo sejenak, laki-laki itu masih memejamkan bola matanya sambil terus memeluk erat tubuh Anta.
Sepersekian detik kemudian dengan gerakan cepat Anta mencium bibir Enardo hingga membuat laki-laki itu terkejut dengan gerakan refleks Anta yang begitu tiba-tiba.
"Mandi lah, aku akan menunggu di meja makan"
Ucap Anta dengan wajah memerah, gadis itu memejamkan bola matanya sejenak, lantas segera kabur dari hadapan Enardo.
Laki-laki itu hanya mengulum senyuman, dengan gerakan cepat langsung bangun dari tidur nya kemudian melesat masuk ke kamar mandi.
*********
Anta menghembuskan nafasnya berkali-kali saat tahu Arash dan kak Zehra nya tidak ada di mansion, kata bibi pelayan kedua orang tersebut tengah mengambil liburan ke luar negeri.
"Berlibur?"
Anta bertanya dengan perasaan kecewa.
Seolah-olah harapan nya pupus untuk bertemu sang kakak.
"Berapa lama?"
Lea kembali bertanya.
Para pelayan Arash jelas sedikit Bingung, mereka fikir sejak kapan gadis ini bicara begitu sopan dan lembut, bertanya dengan ekspresi penuh kesedihan, seolah-olah ada banyak sekali harapan yang gadis itu inginkan dari nona Zehra mereka.
Tidak mereka pungkiri, aura positif sang nona Zehra banyak mengubah orang-orang disekitar belakangan ini, bahkan tuan Arash mereka pun cukup banyak berubah.
"Baiklah, kami permisi"
Ucap Anta pelan sambil menundukkan kepalanya.
Seketika para pelayan ikut menundukkan kepala mereka lantas saling menoleh karena bingung saat gadis itu bersikap begitu manis.
"Mereka mungkin mengambil liburan panjang, kita bisa datang lagi dalam beberapa Minggu"
Enardo bicara sambil menggenggam erat tangan Anta, laki-laki itu berusaha untuk menghibur sang istri.
"Hmmmm"
Anta hanya mengangguk pelan.
"Tersenyumlah sayang, wajahmu terlihat jelek ketika seperti itu"
Enardo menyentuh lembut kepala Anta.
"Kita bisa menghabiskan waktu hari ini diluar, apa ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi hmm?"
Saat Enardo bertanya begitu, seketika ekspresi Anta kembali ceria, secepat kilat Anta menatap Enardo.
"Boleh jalan-jalan?"
Tanya anta memastikan.
"Hmm"
Enardo mengangguk cepat.
"Seharian?"
Tanya Anta lagi.
"Hmmm"
Enardo kembali mengangguk.
Seketika Anta melebar senyumnya.
"Aku yang pilih tempat nya?"
"Hmmm"
Lagi-lagi Anta tersenyum senang.
"Baiklah,aku akan Fikir kan tempat pertama nya"
Saat mengatakan pertama, Enardo buru-buru menaikkan alisnya.
"Ini cukup mencurigakan? jangan-jangan aku akan di ajak keliling toko seharian"
Tanya Enardo dengan tatapan penuh kecurigaan.
Seketika Anta tertawa renyah, ekspresi wajahnya terlihat begitu indah dan cantik Dimata Enardo,setelah sekian tahun baru kali ini dia melihat kembali tawa yang sama seperti dimasa kemarin mereka bersama.