
Saat mereka tiba di mansion Aida dengan sigap membantu enardo membawa anta menuju ke arah kamar mandi.
"Ini begitu panas"
Jelas Anta semakin menjadi ketika kulit nya disentuh oleh kedua orang itu, bahkan tubuhnya mulai terasa panas dan menjadi tidak nyaman, dia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya saat aida telah keluar dan enardo berusaha mati-matian untuk membasahi seluruh tubuh nya dengan air.
Anta melepas kan pakaian nya dengan paksa, tapi enardo berusaha mati-matian menahan gerakan tangan nya, tapi sepersekian detik kemudian secepat kilat anta berusaha menarik leher enardo, memaksa laki-laki itu menautkan bibir mereka.
"Anta"
Enardo tercekat, bola matanya mencari Aida niat hati meminta bantuan perempuan itu tapi rupanya perempuan itu entah menghilang kemana.
"Bantu aku"
Hanya dua kalimat itu yang keluar dari bibir Anta, lalu dengan gerakan cepat anta kembali menautkan bibir mereka,memaksa enardo untuk memenuhi keinginan nya yang menggebu.
Anta bisa gila,efek afrodisiak semakin menurunkan tingkat kesadaran dan kewarasan nya.
"Anta, sadarlah"
Enardo berusaha mati-matian menekan kesadaran nya, realita nya laki-laki mana yang akan menjadi waras saat seorang gadis dengan bringas menautkan bibir mereka, membuka paksa pakaian nya sendiri,. menampilkan lekuk tubuhnya yang indah, menjelajahi tubuh enardo dengan kedua tangan nya dan mengeluarkan suara-suara indah dibalik telinga enardo.
"Anta hentikan"
Enardo mencoba menekan kesadaran nya, dia berusaha meneriaki Aida tapi nyatanya perempuan itu menghilang entah kemana.
"Ini menyakitkan, bantu aku, bantu aku"
Anta mulai meringis dan terisak, memaksa enardo menyentuh dirinya, Anta butuh tangan yang bisa membuat dirinya sampai pada titik kli..maksnya, dia butuh pelepasan, dia butuh waktu sesuatu yang bisa membuat dirinya merasa puas.
Enardo terus berusaha menekan tingkat kewarasan nya, mencoba membuat tubuh Anta agar menjadi dingin, sebab kebanyakan penelitian berkata satu-satunya cara menghilangkan efek afrodisiak di kala terjepit atau terjebak situasi dengan membuat si pemilik tubuh mendapatkan rangsangan dingin untuk menurunkan tingkat panas di dalam tubuh si pengguna.
Ucap enardo cepat, berusaha untuk memeluk erat tubuh Anta Dengan tangan kirinya dan menahan nya ke dinding, sedangkan tangan kanannya terus menyirami anta dengan air dingin.
"Ini menya.. Kitkan"
Anta menangis pelan, berusaha untuk menahan gerakan nya, mencoba menggigit bahu enardo.
"Kita sama-sama berjuang saling membantu hmm"
Enardo mencoba menahan sakit atas gigitan Anta.
Deru nafas anta jelas terdengar tidak beraturan, tangan gadis itu terus berusaha mencengkeram tubuh enardo, memeluknya dengan sekuat tenaga, mencoba menekan Kesadaran nya sendiri agar tidak berlaku khilaf.
Kondisi anta jelas begitu mengerikan, pakaian atas yang menghilang entah kemana saat dia melepaskan nya dengan paksa, menyisakan da..laman berwarna hitam, tubuh yang basah kuyup, rambut acak-acakan dan tangan yang terus berusaha memeluk enardo dengan erat.
"Maafkan aku...maafkan aku..."
Anta menangis berusaha menahan perasaan nya menggebu-gebu sambil memeluk erat tubuh laki-laki itu.
Tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara pintu kamar mandi dibuka dengan cara yang begitu kasar, tampak beberapa orang masuk menatap dua sosok manusia didalam sana dengan pandangan tidak percaya.
"Enardo?"
"Anta?"
Seketika enardo Menoleh ke arah asal suara diikuti Anta yang masih terus berusaha menahan gejolak di bawah sana, enardo jelas tercekat dan berusaha untuk menelan Saliva.
"Kau bilang tidak mencintai Anta, realita nya kau ber..cumbu dengan nya"
Suara itu terdengar begitu mengerikan di balik telinga enardo, dia fikir dia harus meluruskan kesalahpahaman ini.?