King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Malaikat sang mafia



Zehra dengan gerakan cepat menancapkan sesuatu ke leher Edgard, sehingga membuat laki-laki itu terkejut bukan main dan spontan langsung berbalik dan melakukan serangan mendadak.


Saat Edgard berbalik dan mencoba menghantam zehra dengan siku nya, secepat kilat zehra menundukkan tubuhnya lantas kaki kanannya bergerak menghantam kaki kiri Edgard hingga laki-laki itu tumbang, seketika dalam hitungan detik zehra naik ke atas tubuh Edgar, meraih belati di punggung nya dan dalam hitungan detik zehra menggenggam belati tersebut tepat dengan kedua tangan nya sambil bergerak seolah-olah siap menghujam jantung Edgard.


Laki-laki itu tercekat dan berfikir, ini adalah waktu kematian nya.


**********


Beberapa waktu sebelumnya.


Saat seorang laki-laki tampak berlarian ke arah Utara, mencoba mempercepat gerakan nya secepat mungkin untuk mencari kawan dan menembak lawan.


Seketika Zehra menarik busur panah ya, bola matanya menatap lurus ke arah sasaran.


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


Dan....


Csssttttttttt


Perjalanan panjang anak panah melintasi udara melesat cepat menuju ke arah sasaran nya.


crasshhhhhh


"Akhhhh"


Brakkkkk


Saat dia terjatuh dan tersungkur ke tanah dengan luka panah yang menghantam kaki nya, 2 kawanan zehra dengan cepat mengarahkan pistol mereka ke kepala laki-laki itu, tanpa banyak bicara mereka menyeret laki-laki itu kebelakang, menyelip di antara pepohonan besar dan mengikat nya dengan kuat di sana.


"Kenapa kalian tidak membunuh ku?"


Laki-laki itu bertanya dengan perasaan bingung, mengerutkan keningnya menatap 2 teman nya yang harus menjadi musuh di dalam permainan ini.


"Ini perintah Queen of Cullen"


"Apa?"


*******


Zehra kembali menaikkan ujung bibirnya, menemukan kembali 1 lawan, dia kembali meraih Arrow milik nya di belakang punggung nya, lantas secara perlahan memasang nya ke busur panah nya.


Lantas bola matanya Kembali fokus pada seorang laki-laki yang tampak tidak bergerak sejak tadi, mencoba mendengar dimana asal suara yang tadi.


Sepersekian detik kemudian Zehra dengan cepat melepaskan anak panahnya menuju ke arah laki-laki tersebut.


Csshhhhhh


Seperti kilatan angin anak panah tersebut melesat dengan cepat melewati angin dan pepohonan dan...


crasshhhhhh


Begitu anak panah dilesatkan, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan.


"Sisi selatan di atas salah satu pohon oak"


Bola mata para lawan jelas teralih kan kepada zehra, tanpa disadari di bawah sana lagi-lagi laki-laki yang terkena panah meringis kesakitan, Kaki kiri nya ditembus anak panah hingga membuat nya tidak bisa bergerak dan berjalan.


Salah satu anggota Zehra menarik laki-laki itu dengan cepat menuju ke belakang pepohonan besar, dengan bola mata yang terus waspada mengikat laki-laki itu.


"Kauuuu? kenapa tidak menghabisi ku?"


jelas saja laki-laki yang terkena anak panah bertanya bingung.


"Ini perintah Queen of Cullen"


"Ya?"


**********


Seketika bola mata zehra menangkap sosok Edgard yang siap melesatkan panah nya ke satu arah.


Zehra secepat kilat meraih Arrow nya dan memasang kan nya ke busur panah, saat panah Edgard melesat, zehra ikut melesat kan panah nya.


Dia menarik ujung bibirnya sejenak lantas langsung masuk kedalam lumpur yang ada di hadapan nya itu.


Beberapa Waktu kemudian tampak 2 orang muncul di sekitar zehra menenggelamkan dirinya ke dalam lumpur.


"Bagaimana?"


Salah satu bertanya sambil matanya terus awas menatap disekeliling mereka.


Sejenak mereka menarik Arrow mereka yang ada di belakang punggung mereka masing-masing, mencoba memasang anak panah kedalam busur nya lantas dengan langkah perlahan kembali memisahkan diri dan terus mencari.


Saat salah satu laki-laki menghilang dan satu laki-laki bergerak secara perlahan ke aran dirinya, memunggungi sang Queen of Cullen maka dalam sekejap Zehry dengan tubuh yang penuh secara perlahan mulai berdiri sedikit demi sedikit, memegang sebilah belati hingga kemudian salah satu tangannya meraih leher laki-laki itu dan satu tangan nya lagi menutup mulut laki-laki itu dengan gerakan cepat.


Laki-laki tersebut jelas terkejut, ingin menghantam Zehra namun rupanya dia mulai kehilangan kekuatannya.


"Ssttttt"


Setelah utu zehra menancapkan jarum suntik ke leher laki-laki itu dan dalam hitungan detik menyeret laki-laki itu ke bagian belakang pohon dimana seseorang telah bersiap meraih tubuh laki-laki yang sudah dilumpuhkan Zehra dengan obat bius.


Sang teman yang tidak sengaja mendengar sebuah pekikan yang tertahan, dengan cepat bergerak ke arah dimana posisi temannya tadi berada, di kala laki-laki itu mengerutkan keningnya saat menghadap ke arah depan, seketika zehra menyerangnya, menarik kasar tubuhnya hingga terhempas ke tanah.


Brakkkk


Sepersekian detik kemudian lagi-lagi pisau belati itu berada tepat di leher laki-laki itu tanpa basa-basi.


Laki-laki itu fikir ini Waktu kematian nya, dia mencoba memejamkan bola matanya tapi rupanya zehra sans sekali tidak membunuh nya.


"Bawa dia menjauh"


Ucap zehra cepat, lantas 2 laki-laki dengan cepat menyeret tubuh laki-laki itu yang masih di terpa kebingungan menuju ke arah balik pohon.


4 orang musuh tim Zehra yang adalah Tim Edgard Tampak terikat bersama saling memberikan punggung, mereka Fikir bagaimana mungkin mereka tidak di biarkan mati didalam permainan ini.


"Ini atas perintah Queen of Cullen"


Salah satu dari mereka bicara dengan cepat, masih ingat betul apa yang di pesan kan oleh sang nona sebelum mereka melakukan pertandingan.


********


Beberapa jam sebelum nya


"Sudah tahu bagaimana aturan nya?"


Tanya zehra kepada 5 orang yang ada dihadapan nya itu.


"Melumpuhkan, tapi tidak membunuh"


Ucap zebra cepat.


"Aku yang akan bergerak menuju ke sasaran, kalian hanya menarik mereka dan terus lindungi diri kalian masing-masing"


Lanjut zehra lagi.


"Yes, miss"


"Yes, miss"


Suara mereka saling menyahut antara satu dengan yang lainnya.


Zehra tampak mengulas senyuman, menatap orang-orang yang ada di hadapan nya itu satu per satu..


"Jaga diri kalian baik-baik, bertahan hingga aku melumpuhkan Edgard"


Lanjut zehra lagi.


Kemudian semua orang dengan cepat menundukkan kepala mereka, membubarkan diri dan mulai berjalan ke arah depan.