King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Pertemuan di luar rencana



Zaffa tampak gemetaran dengan apa yang barusan dia lihat, perempuan itu berusaha untuk menyakinkan penglihatan nya itu, dia mencoba memfoto sosok yang ada dihadapan nya itu kemudian menurunkan kamera nya dengan cepat.


Tidak hilang, tidak hilang.


Ucap Zaffa dalam hati.


Kemudian bisa dia lihat sosok itu tiba-tiba berjalan maju menuju ke arah diri nya, Zaffa fikir dia mungkin sudah gila, apa mungkin penyakit lama nya ketika awal-awal dia kehilangan Edgard kembali?.


Dia pernah melewati masa transisi paling ekstrim didalam hidup nya, mengalami tingkat stress tinggi dan terus berhalusinasi, rasa sakit di masa kemarin karena kehilangan 2 orang paling penting dalam hidupnya membuat dirinya hancur.


1 tahun penuh di rawat oleh tim khusus dan Zaffa benar-benar seperti orang Ling-Lung, Untung saja ada Aida yang terus setia berada disisi nya dan merawat nya juga Doktor John yang berusaha menyakinkan diri nya jika semua akan baik-baik saja.


Bahkan sang Mommy terus berada disekitar dirinya, menguatkan dirinya dan terus berkata akan ada waktunya hari terang setelah ini.


Sejenak Zaffa membeku dan kehilangan kata-kata saat sosok laki-laki itu semakin dekat dengan dirinya, kemudian tahu-tahu laki-laki itu telah berdiri tepat di hadapan nya.


Dengan bola mata berkaca-kaca Zaffa menatap laki-laki itu sambil bergumam lirih.


"Edgard, Edgard, ufuk senja ku"


Setelah berkata begitu sepersekian detik kemudian secara alamiah Zaffa langsung roboh dari tempat nya dan pingsan begitu saja.


"Zaffa"


Satu kalimat itu meluncur dari bibir Edgard, dengan gerakan cepat laki-laki itu meraih tubuh Zaffa.


Seketika lokasi Colloseum menjadi begitu tegang dan penuh kepanikan, tidak menyangka ada gadis muda yang tiba-tiba pingsan tanpa sebab.


Laki-laki itu jelas panik, dia tidak mengharapkan pertemuan awal yang seperti ini, tapi kondisi tadi sangat spontan sekali saat Zaffa tiba-tiba berbalik dan mengangkat kamera nya, Edgard sudah tidak bisa mengelak.


Dia Fikir karena telah terlanjur terlihat, maka sekalian maju saja menemui perempuan itu dan berusaha untuk bicara 4 mata serta menanyakan apa yang ingin dia tanyakan, tapi rupanya apa yang di fikirkan dan direncanakan Edgard jelas tidak seperti apa yang terjadi.


Semua berada di luar kendali nya.


Sejenak Edgard meraup kasar wajah nya ketika Zaffa tengah diperiksa oleh para dokter didalam ruangan UGD tersebut, Edgar tampak duduk di sebuah kursi yang ada didepan ruangan tersebut sambil menggenggam erat tas milik perempuan itu serta kamera yang ada di tangan nya itu.


Sejenak Edgard menarik kasar nafasnya, laki-laki itu mencoba bersandar sejenak ke dinding rumah sakit itu sambil memejamkan bola matanya.


Beberapa waktu kemudian tiba-tiba handphone perempuan itu terus mengeluarkan suara berisik nya, Edgard awalnya enggan mengangkatnya, selain karena memang bukan handphone nya, jelas saja itu privasi orang asing yang tidak dia kenal.


Semakin enggan Edgard mengangkat nya semakin berisik suara handphone tersebut, Edgard masih terus memejamkan bola matanya, mencoba terus mengabaikan handphone Zaffa yang terus berdering hingg pada akhirnya beberapa karyawan perawat rumah sakit dan pengunjung menepuk-nepuk pundak Edgard dan mencoba mengingatkan Edgard soal handphone nya Karena suaranya cukup mengganggu.


Pada akhirnya mau tidak mau Edgard membuka tas tersebut dan mencoba meraih handphone perempuan itu, tapi baru saja dia akan meraih handphone itu, tiba-tiba sesuatu terjatuh dari sana bersamaan dengan menghilang nya suara handphone tersebut.


Secara perlahan Edgard meraih sesuatu yang jatuh tersebut dan mencoba meletakkan nya ke dalam tas perempuan itu, tapi seketika ekspresi Edgard berubah saat dia menyadari apa yang ada di tangannya saat itu.


Edgard mencoba memperhatikan dengan seksama tulisan dan gambar yang ada ditangan nya itu, seketika bola mata laki-laki itu membulat dengan sempurna.


Tidak mungkin!


Edgard tercekat untuk waktu yang begitu lama.