
Anta menarik nafas nya berkali-kali, ingatan soal apa yang di bicara sang kakak zaffa cukup membuat dia kehilangan kata-kata.
Tapi jika Enardo memang mencintai diri nya kenapa laki-laki itu begitu dingin pada nya selama hampir 6 tahun ini? bahkan tidak menjelaskan soal apapun di masa lalu, juga melanggar janji yang telah dia buat para Anta waktu itu.
Bahkan mereka tidak punya komunikasi yang baik sejak Enardo membohongi dirinya di masa lalu.
Anta lagi-lagi menarik nafasnya berat, bola matanya memandangi langit malam dan jutaan bintang di atas sana, secara perlahan Anta mengeluarkan tangannya, mencoba menyapu angin malam yang bergerak kencang lantas secara perlahan barisan angin mulai Menyentuh seluruh pori-pori kulit tangan nya.
Sejenak Anta memejamkan bola matanya, dia fikir dia butuh seseorang untuk di ajak bicara, ingin rasanya menemui istri Arash tapi pilihan Waktu saat ini jelas salah, ingin menemui Seine tapi laki-laki itu tengah bersama tunangannya.
Anta menarik panjang nafasnya, lantas menoleh ke arah sang Supir.
"Bawa aku ke Mommy Mc Dores "
Ucap anta kemudian.
Sang sopir menaikkan alisnya, pergi ke nyonya ke dua jelas menjadi pertimbangan berat untuk dirinya.
"Bagaimana jika tuan Pearl tahu nona menemui nya?"
Tanya laki-laki itu pelan.
"Aku yang akan bicara pada uncle pearl nya"
Laki-laki itu tampak diam, mengangguk kan pelan kepalanya, lantas secepat kilat dia memutar mobil nya ke arah berlawanan.
"Masuk melalui jalur hutan seperti Biasa nya"
"Baik nona"
*******
Disebuah hutan belantara, ketika langit memecah kegelapan, di antara pepohonan hutan Pinus yang menjulang tinggi di sisi kiri dan kanan kaki bukit, mobil mereka menembus jalanan Gelap secara perlahan, cukup lama dan jauh hingga akhirnya mereka mulai memasuki sebuah tempat yang cukup suram, seperti bangunan kastil tua yang di penuhi rumput liar di sekitar kiri dan kanannya.
Mobil itu secara perlahan memasuki pekarangan, membelok Menuju ke arah belakang hingga sebuah pintu besar di buka secara perlahan. Mobil itu melesat masuk didalam ruangan gelap tersebut lantas tampak beberapa orang mulai menutup pintu besar itu dengan gerakan cepat.
"Dimana mommy MC Dores?"
"Ada di kamar atas, Nona"
Perempuan yang di tanya menjawab cepat sambil menundukkan kepalanya.
"Aku akan tidur disini malam ini"
Ucap Anta cepat lantas berlahan masuk menuju ke sebuah pintu yang ternyata merupakan lift yang terhubung menuju ke atas.
Sang pelayan menundukkan kepalanya, jika nona muda mereka tidur disana, artinya mereka harus menyiapkan beberapa bantal dan selimut.
Anta mulai masuk ke dalam lift tersebut, menekan tombol menuju ke atas secara perlahan.
Saat lift tersebut terbuka setelah tiba di atas, seketika suasana didalam sana berubah, yang dari luar begitu suran dan gelap, didalam nya tampak begitu mewah dan megah bak istana.
Anta berjalan menuju ke arah sisi kanan depan, melangkah cepat menuju sebuah pintu berukirkan emas.
Secara perlahan gadis itu membuka pintu kamar tersebut, lantas seulas senyum tampak mengembang di balik bibir Anta, seorang wanita paruh baya tampak fokus dengan buku bacaan nya.
"Mommy"
Saat mendengar suara Anta, secepat kilat wanita itu menoleh, seketika bola mata nya berkaca-kaca.
"Ohhh sayang"
Anta menyerbu wanita itu dengan cepat, masuk ke dalam pelukannya dalam waktu yang lama.
"Masih belum menemukan Kakak ke -2 mu?"
Tanya wanita itu sambil menepuk-nepuk lembut punggung Anta.
"Ini sudah begitu lama, aku begitu merindukan gadis itu"
Tambah nya lagi.