
Brakkkkkkk.
Dan percaya lah Aurora terkejut setengah mati, saat Dalmiro tiba-tiba saja menyerangnya dan membuat dia terjatuh ke atas kursi sofa di mana mereka berada saat ini, laki-laki itu menahan tubuhnya dengan kedua tangannya dan membuat Aurora terdesak dengan keadaan di mana gadis tersebut berada pada posisi di bawah kungkungan laki-laki tersebut.
"Aku benar-benar mengenali mu saat ini" dan laki-laki tersebut bicara lantas dia mengembangkan senyumannya dan di detik berikutnya laki-laki itu langsung terkekeh dan terus menahan tubuh Aurora di bawah kungkungan nya.
"Istri wakil presiden, Aurora?" dan percayalah apa yang diucapkan oleh Dalmiro membuat Aurora seketika langsung membulatkan bola matanya.
"Kau ..bicara apa?" sebenarnya dia gugup setengah mati dan dia mencoba untuk menetralisir detak jantungnya saat berkata seperti itu di hadapan dalmiro, namun gadis itu berusaha untuk tidak menampilkan wajah paniknya.
Aurora berusaha untuk tertawa terkekeh membiarkan laki-laki tersebut terus menindih tubuhnya, dia sedikit mengejek atas apa yang diucapkan oleh Dalmiro kepada dirinya.
"Istri wakil presiden?" dia melesatkan tanya kemudian berusaha menghindari tatapan bola mata Dalmiro.
"jika aku adalah seorang istri wakil presiden, kau pikir aku punya nyali untuk menjadi mawar hitam atau menjadi seorang wanita pelayanan dari para laki-laki hidung belang?" setelah berkata seperti itu dia berusaha untuk menyingkirkan Dalmiro dari atas tubuhnya.
Namun nyatanya, alih-alih bisa melepaskan diri dari laki-laki tersebut dalam Niro sama sekali tidak ingin melepaskan Aurora dan laki-laki tersebut berkata.
"kau tahu di mana aku pernah bergerak dan bekerja sebelum ini?" laki-laki itu bertanya menatap dalam bola mata Aurora untuk waktu yang cukup lama.
gadis tersebut tidak menjawab sama sekali dia menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu.
"aku adalah seorang investasi untuk para pemberontak di bagian dalam barak bawah tanah, sudah sangat terbiasa untuk menghadapi seseorang penghianat atau seorang mata-mata yang tertangkap di dalam tim dan mencoba untuk mengorek kenyataan serta menggali informasi semakin dalam tentang mereka semua" dan laki-laki tersebut mulai bicara sembari dia semakin memajukan wajahnya dimana saat ini bisa dirasakan oleh Aurora nafas laki-laki tersebut sudah ada didekat hidung nya.
Aroma wine tercium cukup tajam dibalik hidungnya, di mana dia pikir laki-laki tersebut jelas telah banyak minum sejak tadi karena dia mampu mengalahkannya dalam beberapa kali permainan.
mendengar apa yang diucapkan oleh delmiro membuat Aurora langsung berkata.
"Jadi, apakah aku akan dijadikan sebagai salah satu orang yang akan kamu lakukan investigasi?" dia bertanya sembari terus menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu.
Dalmiro saat ini kembali terkekeh dan laki-laki tersebut menikmati bagaimana ketika hidungnya terasa menyentuh hidung gadis yang ada di hadapannya tersebut, hidung mancung dan juga kecil milik gadis itu membuat dia merasa sedikit gemas dan begitu menyukai nya.
"Apa?" dia bertanya dengan perasaan bingung tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki dihadapan nya tersebut.
"seseorang yang berbohong mungkin akan sulit menatap mata lawan bicaranya." Dan laki-laki berkata seperti itu.
"Kamu lebih memilih untuk memalingkan pandangan atau menggerak-gerakkan mata mu ke sana ke mari selama kita bicara, seolah-olah kamu mungkin sedang berpikir apa yang harus dikatakan oleh mu selanjutnya, realita nya mata adalah cerminan jiwa. Dengan menghindari pandangan secara langsung, seseorang dapat menyembunyikan isi hati yang sebenarnya. Dan kamu melakukan nya beberapa kali" Dalmiro bicara seolah-olah memojokkan Aurora, membuat gadis tersebut sedikit gelagapan.
"Bahkan hal lain nya, ketika orang berbohong, kamu cenderung menjauhkan telapak tangan dari ku. Ini adalah sinyal bawah sadar yang menunjukkan bahwa kamu sedang berusaha untuk menyembunyikan sesuatu, menahan emosi dan bahkan berbohong."
Orang yang berbohong mungkin akan memasukkan tangannya ke dalam saku, menyelipkannya di bawah meja, atau di tempat mana saja yang tidak dapat Anda lihat.
Percayalah apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut seketika membuat Aurora sedikit merasa wajahnya memuja Dan dia seketika menelan salivanya.
"dan kali ini kau sangat kentara berbohong padaku, wajah memucat sembari menelan Saliva mu, Aurora" Ucap Dalmiro lagi kemudian.
Aurora pikir apakah mungkin malam ini adalah akhir dari semuanya?, dia berusaha untuk menggerakkan tangan kanannya secara perlahan menuju ke arah bagian paha kanan di mana dia berusaha untuk meraih sesuatu di sana.
dia pikir mungkin dia tidak akan selamat menghadapi laki-laki tersebut terlanjur ketahuan maka ini mungkin waktunya untuk mereka sering menyerang yang bersatu dengan yang lainnya.
namun siapa sangka saja berusaha untuk menarik sesuatu di paha kanan nya yang tidak lain adalah pistol, seketika tiba-tiba tangannya di cengkram oleh Dalmiro, hal itu membuat Aurora panik, dia berusaha untuk menyerang Dalmiro dan melakukan sedikit perlawanan terhadap laki-laki tersebut.
seketika kedua orang tersebut saling menyerang sesuatu dengan yang lain namun sayang kekuatan Aurora nyatanya tidak sekuat Dalmiro karena posisi tubuhnya berada di bawah laki-laki tersebut hingga pada akhirnya dia ingin menerjang perut laki-laki tersebut tetapi tiba-tiba saja hal di luar dugaan terjadi.
Dalmiro berhasil menangkap kedua belah tangannya, membalikkan tubuhnya dengan kasar dan melumpuhkan dirinya. Orang-orang nya di tempat yang berbeda siap untuk keluar dari keberadaan mereka dan menyerang Dalmiro, tapi tiba-tiba laki-laki tersebut berkata.
"Mari membuat kesepakatan dan membagi keuntungan bersama, Aurora". Ucap laki-laki tersebut kemudian.
dan percayalah hal tersebut seketika membuat Aurora langsung membulatkan bola matanya.
"Ya?" gadis itu bertanya dalam keadaan cukup terkejut.